Archive for October, 2012

Lomba Mewarnai QBM 2012

semoga kegiatan kamis sore kemarin tidak membuat saya lupa bahwa saya sudah tua. bermain-main dengan anak-anak kecil kebon kembang kemarin lumayan melepas penat setelah sepekan labtek dan ujian. urusan kuliah, lupa semua! haha. benar-benar refreshing! 😀

saya datang di tempat jam 4 sore kurang sedikit. sore ini agendanya adalah lomba mewarnai untuk anak-anak, tingkat kampung sepertinya. cuma se-kebon kembang. lomba mewarnai ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara QBM Gamistek ITB. QBM adalah singkatan dari Qurban Bareng Masyarakat, yang diadakan oleh Gamistek (keluarga mahasiswa muslim teknik kimia) ITB tiap tahunnya. acara ini dibentuk sebagai penyalur hewan qurban, sekaligus penyambung silaturrahmi yang baik antara mahasiswa muslim teknik kimia dan masyarakat, khususnya dalam event tahunan seperti ini. biasanya tiap tahun berbeda tempatnya. tahun kemarin acara ini diadakan di taman hewan.

Back to topic. saya pikir ketika saya datang, masjid masih sepi, ga ada anak2. ternyata pas saya masuk. Wow! betapa kagetnya ketika melihat mereka (anak2) sudah duduk rapi di tembok sebelah selatan bagian dalam masjid Al-Islam. lengkap dengan alat tulis dan alat warnanya. subhaanallaah, saya tidak menyangka akan sebanyak ini anak-anaknya. okelah, fine. memasuki jam 4, acara segera kami buka. waktu itu baru ada saya, Hasan, dan ketua QBM tahun ini, Guntur.

acara dibuka dengan membaca al-fatihah bersama-sama, lalu perkenalan dari kakak2 Teknik Kimia. pertama yang berkenalan adalah hasan, lalu guntur, terakhir saya. pas perkenalan, kami sengaja menyinggung tentang teknik kimia. “adik2 tahu gak yang dibikin orang teknik kimia itu apa?”

“gak tahuuuu”, jawab anak-anak kompak dan lantang.

“tahu permen gak?” Hasan nyeletuk. “tahuuu”, jawab anak-anak lagi kompak.

“Nah, permen itu yang bikin orang teknik kimia..”, terang Hasan. “tahu baju yang dipakai adik2 itu?”, saya juga ikutan tanya.

“tahuuu”, jawab mereka lagi. “itu juga yang bikin kainnya orang teknik kimia..”, saya mencoba membuka ruang berpikir mereka.

tiba-tiba salah satu anak bertanya, mencoba meyakinkan pikirannya sendiri, “ooo.. berarti yang bikin benda-benda ya kak?”

saya berpikir sejenak, “mmm.. ya.. benar..”, jawab saya. yaah, meskipun tidak semua benar. alat2 elektronik bukan orang teknik kimia, kan yang bikin. haha. namanya juga anak-anak. dilihat dari sorot matanya, anak-anak yang lain juga menangkap hal yang sama.

setelah merasa cukup dengan perkenalan, kami segera membuka acara lomba mewarnainya. “ada yang sudah bawa alat warna?” wow. banyak yang ngacung. “yang ga bawa?” ternyata ada juga beberapa. hehe. untungnya panitia telah menyiapkan 5 kotak krayon untuk anak-anak yang tidak membawa alat warna. “yaudah, yang ga bawa nanti dipinjami ya, tapi jangan rebutan”, kata saya.

“yaa…”, seperti biasa, jawaban mereka kompak.

mulailah dibagi kelompok2 kecil. kelompok PAUD dan TK, ada ibu2nya. kelompok kelas 1-2 SD. kelompok kelas 3-4 SD. dan terakhir kelompok kelas 5-6 SD. kelompok SMP tidak ada. total ada 4 kelompok yang membentuk lingkaran berdiameter sekitar satu setengah meter. lembaran kertas soal mulai dibagikan oleh Hasan. saya membantu mendistribusikan krayon ke yang membutuhkan, dan guntur yang mengatur adik2. setelah semua dibagikan, perlombaan dimulai! “jangan lupa, berdoa dulu ya..”

datanglah Yan, temannya Guntur. sehingga lebih rame sekarang, hehe. kakaknya sudah ada 4. lha, terus kenapa? ya ga pa-pa.

Hasan dan Yan. 🙂

—- 00000 —-

waktu terus bergulir, lomba mewarnai tingkat kampung-pun berjalan. kini, saatnya saya melihat kreativitas para generasi masa depan dalam mewarnai kaligrafi bertuliskan “radhiyallaahu anhu” dalam khat naskhi. ada yang bertanya, kak, ini diwarnai luarnya? kak, ini sudah? kak, kalo kecoret gimana? kak, krayonnya patah! wah, saya bingung harus bagaimana menjawabnya.

“pokoknya bikinnya yang bagus, terserah kalian mau diapakan. yang penting jangan sobek, oke?” terang saya. “yang krayonnya patah, ga pa-pa, pake aja, masih bisa kan?”

yang ini siswa kelas 1-2 SD. suka nanya yang aneh2. lucu-lucu, kan? ^^

yang ini kelas 3-4. sudah mulai bisa mengatur dirinya sendiri.

yang ini kelas 5-6 nih. udah gede2. ternyata ada yang bakat mewarnai juga.

siswa kelas 5-6 yang lain. berdua aja nih? 😛

begitulah, saya tidak mau terlalu mengekang kreativitas mereka dengan aturan2. saya sadar bahwa yang namanya lomba mewarnai, ya sesuai kreativitas masing-masing, tak terbatas, unlimited, apapun ide mereka. akhirnya ketika ada yang bertanya macem2 lagi, saya jawab saja : “yang penting bikin yang bagus, terserah mau gimana mewarnainya”. 🙂

hasilnya? bagus. variatif. dengan tidak adanya aturan, kita lebih mudah melihat potensi masing-masing anak. anak yang memiliki bakat mewarnai akan terlihat dari hasil karyanya. warnanya benar-benar rapi, dengan komposisi warna yang pas, dan tidak ada yang keluar jalur. yang tidak bakat mewarnai, mungkin hanya corat-coret, keluar jalur, warna aneh, tapiii.. ya.. bagus lah. cukup menghibur. hehe. sayangnya semua dokumentasi ada di Hasan, jadi yang bisa saya upload di sini hanya beberapa.

“Oke adik2, belajar yang rajin ya, biar bisa kuliah di ITB seperti kakak-kakak teknik kimia ini. Siap?”, pesan saya kepada anak-anak ini, sambil menunjuk2 teman-teman angkatan 2011 dan 2009 yang datang. (udah ga kebayang lagi, mereka bakalan masuk angkatan berapa, haha).

“SIAP kaka…!!!” 😀

Dunia (sebuah renungan)

Terus berkutat dalam hiruk pikuk urusan dunia, membuat diri ini semakin jauh dari menghamba kepadaNya. Padahal dunia ini hanya  sementara, kecil, bukan apa-apa kecuali jika kita dapat mengambil hikmahnya ..

Dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kehidupan dunia tak ada apa-apanya. Melainkan hanya gemerlap hawa nafsu yang menyala-nyala, yang melalaikan manusia akan Tuhannya. Kehidupan akhirat berbeda, ia kekal. Kebahagiaan di sana adalah kebahagiaan yang hakiki. Abadi. Kesedihan di sana adalah kesedihan yang tiada tara. Suatu balasan akan tindak tanduk manusia selama di dunia.

Seperti musafir yang berteduh di bawah pohon rindang untuk beristirahat sejenak, seperti itulah kehidupan kita di dunia. Kita hanya mampir. Masih panjang perjalanan di luar sana untuk mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya. Bertemu dengan Allah dan para Rasulnya di surga. Dengan orang tua yang senantiasa kita doakan untuk kemuliaan di sisiNya. Juga isteri, anak2, yang kita jaga kehormatannya.  Para kerabat, orang-orang terdekat yang dahulu saling mengingatkan dalam ketaatan kepadaNya. Fakir miskin, yang menjaga harga dirinya. Serta orang kaya yang derma akan hartanya. Tak lupa para bidadari, dan berbagai kenikmatan surga yang keindahannya belum pernah terbayangkan oleh akal manusia biasa.

Bayangkan kita sekarang adalah musafir yang sedang berteduh. Berhenti sejenak menyusun strategi untuk perjalanan selanjutnya. Kita tidak pernah tahu kapan hujan akan turun. Kita menyiapkan payung. Kini, kita siap menghadapi hujan. Di dunia, kita tak tahu kapan “waktu” kita akan tiba. Apa bekal kita? Ya, itu yang perlu kita siapkan. Sejak detik ini. Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi beberapa detik setelah detik ini ..  dan karena dunia memang serba tak pasti.

Yaah, beginilah dunia. Tak lain hanya perhiasan yang menggoda.  Jika kita tak cerdas, kita akan seperti daun kering yang mengalir bersama air. Tak tahu di mana akan berhenti, juga tak bisa tumbuh. (hbb)

Rabu, 1 Dzulhijjah 1433 H, 17.30 WIB.

Rezeki, Sudah Ada yang Mengatur

Saya baru saja pulang dari masjid Al-Hidayah, Kebon Bibit, seusai acara Mata’. Karena sudah agak siang, sekitar pukul sebelas lebih dikit, jadinya saya juga sudah agak lapar. Kebetulan sekali pas perjalanan pulang ada seorang bapak2 berjualan rujak buah (seperti yang banyak terlihat di sekitar ITB) di tepi pertigaan. wah, pas sekali. 😀

Saya berhenti. Mesin motor saya matikan juga. Bapaknya terlihat sedang sibuk menyiapkan sesuatu. Baru buka lapak, sepertinya.

“udah buka pak?”, saya tanya. “iya dek, udah”, jawab bapaknya sambil tersenyum.

“mau, deh pak, satu aja”, akhirnya saya pesan. memang sudah agak lama saya tidak makan rujak jenis ini, makanya pengin. Hehe.

Sambil bapaknya membuat rujak untuk saya, saya mengajak bapaknya ngobrol. Pertanyaan pertama saya muncul karena saya penasaran apakah buah yang ada di box habis dalam sehari, sedangkan bapaknya mangkal di jalan yang bukan menjadi pusat keramaian. Bukan saya mikir macem2 ya..

“buah segini habis pak, dalam sehari?”, saya melempar pertanyaan.

“alhamdulillaah selalu habis, dek”, jawab bapaknya santai. Saya jadi ikut senang. Alhamdulillaah..

Sayangnya saya masih tidak percaya. “masa sih pak? kayaknya di sini sepi”, sahut saya.

“ya gitu, dek. Rezeki ada aja jalannya. Udah ada yang ngatur. Dulu aja bapak sempet jualan di deket indomaret depan sana, sepi, jadi kurang laku. Pernah juga bapak jualan di depan Unisba, tapi sepi juga, padahal keliatannya di sana lebih rame dari sini. Yang paling laku malah pas bapak jualan di sini. Yaudah jadinya di sini aja ”, jawab bapaknya santai. 

JLEB! seperti tertusuk pisau buah rasanya. baru kali ini saya menemukan pedagang dengan mindset berasaskan ma’rifatullah seperti ini. subhaanallaah. 🙂 jawabnya santai sih, tapi menusuk.

“beneran seharian di sini, pak?”, saya masih penasaran. “iya.. bener”.

“ini dek, dibungkus kan?” | “eh, makan sini aja, pak. Saya sedang ingin menikmati suasana di sini sambil makan rujak. Hehe..”, sekarang malah saya yang jawabnya sambil senyum2. 😛

Setelah saya menerima sepiring kecil rujak buah dari bapaknya lengkap dengan sambelnya, saya langsung duduk di atas motor untuk makan. Pas saya mulai makan rujaknya, ternyata teori bapaknya benar. Pertama, ada mbak2 datang, bersama cowoknya atau (mungkin) saudaranya. Kemudian datang lagi satu orang dengan tujuan yang sama, membeli rujak. iyalah. mana mungkin beli android. haha, canda. dan setelah itu berdatangan lagi beberapa orang. 🙂

ketika saya makan, semakin banyak yang berdatangan. subhanallaah. 🙂

Saya yang sedang menikmati rujak sambil memandangi fenomena yang terjadi di sekeliling, merasa ikut senang. yaah.. siapa lagi yang menuntun bapaknya jualan di sini, kalau bukan yang Maha Memberi Rezeki. Tempat sepi seperti ini ternyata (dengan izin Allah) malah membuat dagangan bapaknya lebih laku, dan menjadi kurang laku pas pindah ke tempat yang lebih ramai. Subhaanallaah.

sejauh ini, nangkep kan, maksud saya?

That’s it. Salah satu pelajaran berharga yang daya dapat hari ini. Suatu pelajaran tentang ma’rifatullaah, kali ini saya belajar tentang sifat Allah “Ar-Razzaaq”, yaitu Yang Maha Memberi rezeki. Semoga semua pedagang memiliki mindset seperti ini suatu saat nanti. sehingga tidak akan ada lagi pedagang yang curang, ninggalin sholat gara2 dagang, dan makan harta riba’, insya Allah. sungguh indah dunia ini jadinya.

… dan Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki” (QS. Al-Jumu’ah : 11)

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk diri kita masing-masing. Semoga kawan2 mendapat hikmahnya. Silakan dishare, insya Allah bisa menjadi amal baik kita semua. 🙂 (hbb)

Bahan Tambahan Pangan (BTP)

Bagaimana kabar kawan2? sedang stress kah? atau santai? Oke, bagaimanapun keadaan kawan2, mari kita refleksi sejenak. hari ini kita belajar ilmu pangan. kebetulan saya mendapat suatu artikel yang cukup bagus tentang Bahan Tambahan Pangan atau biasa disingkat BTP. dan tunggu! tulisan ini bukan hanya saya tujukan kepada kawan2 yang mempelajari ilmu pangan, tapi untuk semuanya. mengingat pentingnya pengetahuan tentang BTP ini, jadi saya harap semua kawan2 tahu. karena boleh jadi yang tertulis di sini adalah bahan konsumsi kawan2 setiap hari, baik dalam cemilan maupun makanan pokok. Oke, selamat memperoleh ilmu. 🙂

Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalan bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi diambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, antara lain pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental (menurut Undang-undang RI nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan).

Penggunaan BTP ini diatur oleh perundang-undangan, oleh karena itu perlu dipilih secara benar jika akan digunakan dalam pangan. Bahan tambahan yang dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia dilarang digunakan dalam pangan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, Bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan atau minuman dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai milai gizi yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan, untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas pangan tersebut.

Produsen makanan dianggap melanggar peraturan jika menggunakan bahan tambahan (BT) yang dilarang penggunaannya dalam pangan dan menggunakan BTP melebihi takaran maksimum yang diizinkan penggunannya dalam pangan.

Berdasarkan peraturan tersebut di atas, BTP digolongkan ke dalam 11 jenis, sebagai berikut:

#1.  Pewarna, yaitu BTP yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada pangan.

Contoh pewarna alami :

  • Karamel (gula yang digosongkan). Yaitu pewarna alami yang berwarna coklat yang dapat mewarnai jem/jeli (200 mg/kg), acar ketimun dalam botol (300 mg/kg) dan yogurt beraroma (150 mg/kg) dan lain-lain.
  • Beta karoten (ekstrak umbi wortel). Yaitu pewarna alami berwarna merah – oranye yang dapat digunakan untuk mewarnai es krim (100 mg/kg), acar ketimun dalam botol (300 mg/kg) dan lain-lain.
  • Kurkumin (ekstrak umbi kunyit). Yaitu pewarna alami berwarna kuning – oranye yang dapat digunakan untuk mewarnai es krim dan sejenisnya (50 mg/kg) dan lain-lain.

Salah satu fungsi pewarna makanan adalah untuk mewarnai permen2 ini 🙂

#2. Pemanis Buatan

Sering ditambahkan kedalam pangan sebagai pengganti gula karena mempunyai kelebihan dibandingkan dengan pemanis alami (gula) yaitu:

  • Rasanya lebih manis,
  • Membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis,
  • Tidak mengandung kalori atau mengandung kalori yang jauh lebih rendah sehingga cocok untuk penderita penyakit gula (diabetes), dan
  • Harganya lebih murah

Pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai berikut:

  • Aspartam,
  • Siklamat (hanya untuk pangan berkalori rendah),
  • Sakarin (hanya untuk pangan berkalori rendah), dan
  • Sorbitol

Pemanis buatan yang paling umum digunakan dalam pengolahan pangan di Indonesia adalah siklamat dan sakarin yang mempunyai tingkat kemanisan masing-masing 30 – 80 dan 300 kali gula alami. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, sebenarnya sakarin dan siklamat hanya boleh digunakan dalam pangan yang khusus ditujukan untuk orang yang menderita diabetes atau sedang menjalani diet kalori.

#3. Pengawet

Bahan pengawet umumnya digunakan untuk mengawetkan pangan yang mempunyai sifat mudah rusak. Pengawet yang banyak dijual di pasaran dan digunakan mengawetkan berbagai pangan adalah benzoate dan sering digunakan untuk mengawetkan sari buah, manisan, agar (1 gram/kg), minuman ringan dan kecap 600 mg/kg.

Pengawet yang diizinkan penggunaannya dalam pangan antara lain:

  • Asam benzoat,
  • Asam propionat,
  • Asam sorbat,
  • Natrium nitrit, dan
  • Kalium sulfit

#4. Penyedap Rasa dan Aroma, Penguat Rasa

Salah satu penyedap rasa dan aroma yang dikenal luas di Indonesia adalah vetsin atau bumbu masak, dan terdapat dengan berbagai dipasarkan. Penyedap rasa tersebut mengandung senyawa yang disebut mono sodium glutamate (MSG). Dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88, penggunaan MSG dibatasi secukupnya, yang berarti tidak boleh berlebihan.

Penyedap dan penguat rasa dan aroma yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, diantaranya:

  • Asam guanilat,
  • Disodium 5’ribonucleotida,
  • Kalsium dan natrium 5’ribonucleotida,
  • Asam L-Glutamat (MSG), dan
  • Asam inosinat

Sering lihat ini kan? ini MSG

#5. Pengemulsi, Pemantap dan Pengental

Fungsi dari pengemulsi, pemantap dan pengental dalam pangan adalah untuk memantapkan emulsi dari lemak dan air sehingga produk tetap stabil, tidak meleleh, tidak terpisah antara bagian lemak dan air serta mempunyai tekstur yang kompak. Misalnya : untuk es krim, es puter digunakan agar, gom atau karboksimetilselulosa dengan kadar (10 gram/kg). Sedangkan untuk yogurt digunakan agar atau karagen dengan kadar (5 gram/kg).

Pengemulsi, pemantap dan pengental yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai berikut:

  • Agar,
  • Asam alginat,
  • Dekstrin,
  • Gelatin,
  • Gom arab,
  • Karagenan,
  • Lesitin,
  • Kaboksimetilselulosa (CMC),
  • Pektin, dan
  • Pati asetat

#6. Antioksidan

Adalah BTP yang digunakan untuk mencegah terjadinya ketengikan pada pangan akibat proses oksidasi lemak atau minya yang terdapat dalam pangan. Bahan-bahan yang sering ditambahkan antioksidan adalah lemak dan minyak, mentega, margarine, daging olahan/awetan, ikan asin dll. Misalnya : untuk minyak makan digunakan Butilhid roksianisol (BHA) 200 mg/kg, ikan asin digunakan Butil Hidroksitoluen (BHT) 200 mg/kg.

Antioksidan yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain, sebagai berikut:

  • Asam askorbat (garam KPBS Pangalengan, Na dan Ca),
  • BHA (butil hidroksi anisol),
  • BHT (butil hidroksi toluen),
  • Propil galat, dan
  • Tokoferol

#7. Pengatur Keasaman (Pengasam, Penetral dan Pendapar)

Fungsinya adalah untuk membuat pangan menjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan pangan. Misalnya : Soda kue mengandung Aluminium ammonium/kalium/natrium sulfat secukupnya.

Pengatur keasaman yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain:

  • Alumunium amonium (kalium, natrium sulfat),
  • Asam laktat,
  • Asam sitrat, dan
  • Kalium dan natrium bikarbonat

#8. Anti Kempal

Biasanya ditambahkan kedalam pangan yang berbentuk tepung atau bubuk. Peranannya di dalam pangan tidak secara langsung, tetapi terdapat di dalam bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pangan seperti susu bubuk, tepung terigu, gula pasir dan sebagainya.

Antikempal yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain, sebagai berikut:

  • alumunium silikat,
  • kalsium alumunium silikat,
  • kalsium silikat,
  • magnesium karbonat,
  • magnesium oksida, dan
  • magnesium silikat

#9. Pemutih dan Pematang Tepung

Adalah bahan yang dapat mempercepat proses pemutihan dan sekaligus pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu hasil pemanggangan, misalnya alam pembuatan roti, biscuit dan kue. Contohnya : untuk tepung digunakan asam askorbat (200 mg/kg) Natrium stearoil-2-laktat digunakan untuk adonan kue (5 gr/kg bahan kering), roti dan sejenisnya (3,75 gr/kg tepung), serabi (3 gr/kg bahan kering).

Pemutih dan pematang tepung yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain asam askorbat, dan natrium stearoil-2-laktilat.

#10. Pengeras

Yaitu bahan yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya pangan. Misalnya untuk mengeraskan buah-buahan dan sayur dalam kaleng digunakan Kalsium glukonat 800 mg/kg bahan, untuk acar ketimun dalam botol digunakan 250 mg/kg bahan.

Pengeras yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai berikut:

  • kalsium glukonat,
  • kalsium klorida, dan
  • kalsium sulfat

#11. Sekuestran

Yaitu bahan yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam pangan, sehingga memantapkan warna, aroma dan tekstur.

Sekuestran yang diizinkan penggunaannya dalam pangan, antara lain sebagai berikut:

  • asam fosfat,
  • isopropil sitrat,
  • kalsium dinatrium edetat (EDTA),
  • monokalium fosfat, dan
  • natrium pirofosfat

Selain bahan2 tambahan pangan di atas yang sering digunakan, berikut adalah bahan tambahan pangan yang dilarang tetapi sering digunakan oleh produsen makanan (astaghfirullaah..), yaitu antara lain:

  • Boraks: sebagai pengenyal pada bakso dan lontong.
  • Formalin: sebagai pengawet pada tahu dan mie basah.
  • Rhodamin B: sebagai pewarna merah pada terasi dan kerupuk.
  • Methanil Yellow: sebagai pewarna kuning pada tahu dan kerupuk.
  • Pemanis Buatan (Siklamat dan Sakarin): Sering digunakan pada produk minuman ringan dan pangan jajanan yang ditujukan bukan untuk pangan yang khusus ditujukan untuk orang yang menderita diabetes atau sedang menjalani diet kalori, tetapi dengan maksud menurunkan harga, dapat dijual murah tetapi rasa tetap manis.

Waspada makanan berformalin! yang terdapat dalam gambar, semua berpotensial mengandung formalin. Waspadalah.. Waspadalah!

untuk bagian “BTP berbahaya” ini, teman2 bisa mengakses ke link di bawah ini :

sudah puas? apakah anda kini telah tahu bahwa cemilan atau makanan anda sehat? atau malah … ? (wah, semoga saja tidak). semoga tulisan ini bermanfaat bagi kawan2 pembaca semua. jika ada tambahan atau koreksi, mangga komen di kotak komen yang telah tersedia. (hbb)

sumber : http://www.smallcrab.com/makanan-dan-gizi/850-bahan-tambahan-pangan

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"