Kaprodi Super

Suatu hari, saya sholat dhuha di mushola lantai 2 di Labtek X. sebelum mengambil air wudhu’, tentu saja saya melepas sepatu dan kaos kaki. saya tahu di depan mushola terdapat rak sepatu dan di atasnya ada tulisan “alas kaki mohon di simpan di rak”, tapi (entah kenapa) saya tidak menyimpan sepatu saya di situ. hehe.. 😛

*** beberapa menit berlalu ***

setelah saya sholat beberapa raka’at, betapa kagetnya saya ketika saya melihat Kaprodi Teknik Kimia ITB, Pak Walmiki, sedang berdiri di depan pintu mushola dengan tangan bersedekap, seolah beliau menunggu saya selesai sholat. wajah beliau datar, tidak ada senyum sedikitpun. wah.. aya naon ieu teh? pikir saya dalam hati. #panik

saya memberanikan diri menyapa, “pak.. 🙂 ” saya menyapa Pak Walmiki dengan sedikit senyum, seperti tanpa dosa.

bukannya membalas senyum, malah bapaknya berkata, “nah.. lain kali, kalau kamu sholat di sini, sepatunya disimpan di rak ya.. biar rapi”, dengan wajah masih datar, tapi tegas. benar2 menusuk apa yang beliau sampaikan.

sayapun jadi salah tingkah, “oh, iya pak.. :)” betapa bodohnya saya. seakan tidak bisa membaca tulisan yang ada di atas rak. padahal font-nya gede.

setelah menasehati saya dengan beberapa patah kata tadi, Pak Walmiki segera bergegas meninggalkan saya. seperti sudah ada urusan lain yang harus ditangani. saya jadi berpikir,

jangan2, dari tadi Pak Walmiki berdiri di depan mushola hanya untuk menunggu saya selesai sholat, lalu menasehati saya agar menyimpan sepatu di rak, padahal di sisi lain beliau memiliki banyak urusan yang harus ditangani. wah, maafkan saya pak, sudah menyita waktu bapak.

astaghfirullaah.. inilah nasihat paling menyentuh yang pernah saya alami dari seorang kepala lembaga. langsung, aktual, dan empat mata. saya tidak menyangka dengan kedudukannya sebagai kaprodi, beliau mau mengorbankan banyak menit waktu “sibuk”nya hanya untuk menanamkan sebuah nilai kedisiplinan untuk seorang Habibi Alisyahbana yang waktu itu sedang tidak disiplin. bayangkan! hanya untuk satu orang. saya. dan hanya untuk sepasang sepatu yang tergeletak di lantai karena terlihat tidak rapi. astaghfirullaah..

begitulah. I appreciate much his responsibility as a major leader. pangkat tinggi, tidak membuat beliau melewatkan hal2 sederhana seperti ini. sederhana memang, namun berdampak besar. dan saya pikir justru dengan seperti ini orang2 kecil seperti saya jadi merasa memiliki seorang pemimpin yang pantas diandalkan. semoga kawan2 yang saat ini menjadi pimpinan, bisa meneladani beliau. 🙂

terimakasih ya Allah.. menganugerahkan saya pemimpin yang baik. semoga beliau bisa istiqomah dalam menebar nilai2 kebaikan di Prodi Teknik Kimia ini. dan akhirnya, mulai sekarang saya berjanji : meletakkan sepatu di rak ketika sholat di mushola Labtek X lantai 2, dan lantai 4. kawan2 Tekkim, ingatkan saya kalau saya lupa. hehe. 😀

terimakasih, Pak Walmiki.

2 thoughts on “Kaprodi Super

  1. dia juga pernah marah banget waktu meja hotspot SUPERKOTOR (maap harus banget dikapslok),,
    itu hal kecil tapi kalo itu aja gag bener gimana kita mau ngebangun hal2 yang lebih gede?

    Like

    1. bener tuh mbak. kita memang harus segera berbenah. semoga bisa suatu saat nanti, tidak ada lagi : meja hotspot yang kotor, koran berserakan, sampah di “sebelah” tempat sampah (bukan di dalemnya), properti syukwis yang (saya pikir) terlalu boros duit dan tidak ramah lingkungan tergeletak di sebelah sekre padahal ga dipake, mading yang tidak efisien (kadang penuh hiasan tapi isinya ga ada), dan sampah yang ditinggalkan di meja. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s