Dibalas 100 Kali Lipat | #sedekah

Kali ini saya benar-benar mengalaminya. Ketika sedekah sebesar 500 rupiah dilipatgandakan oleh Allah menjadi 50000 rupiah dengan tanpa diduga-duga asal datangnya. Bayangkan.. 100 kali lipat. Subhaanallaah.. sungguh Engkau benar2 Maha Membuat Perhitungan.

***

Saat itu saya dan kawan2 (selanjutnya saya tulis ‘kami’) pengurus Mata’ pulang dari Dauroh. Kami berangkat sekitar pukul 8 pagi dari Ecopesantren Daaruttauhiid yang terletak di Gegerkalong. Acara pulang kali ini terasa berbeda, karena kami disuruh oleh MPOPS (sebutan untuk Majelis Syuro di Mata’) berjalan kaki hingga sampai di Masjid Salman ITB. Eh, tidak harus berjalan kaki sebenarnya, intinya kami perkelompok diberi uang saku 2500 per orangnya untuk pulang. entah itu uangnya untuk apa, terserah kami.

Kami juga diberi tugas di tengah perjalanan kami. Menjual beberapa gantungan kunci bertemakan semangat belajar Al-Qur’an kepada masyarakat setempat yang kami lewati. Itung2 sekalian menebar nilai2 positif tentang islam di daerah pelosok seperti sini, hehe. Yang lebih keren lagi, kami membawa poster yang kami bikin sendiri pake kertas burem ukuran A2 dengan spidol papantulis warna biru, merah, hitam, seadanya selama 5 menit. Jangan ditanya posternya seperti apa jadinya, apalagi dibayangkan. Pokonya gimanaa gitu. Tahu lah ya, anak Mata’ sepertinya ga terlalu cocok untuk masalah desain poster. Kami sih, yang penting esensi.. betul tidak? Hehe.

Ini poster kelompok saya.
“Nu kasep, nu geulis, hayuk urang diajar Qur’an ti ayeuna..”

Tantangannya, gantungan2 kunci yang kami bawa harus habis terjual, kumaha we carana. Ada yang merayu2, ada yang senyum2 tapi tak dibalas, ada yang mengejar2, mencegat, menggoda anak2, dan lain-lain. Di sini kreativitas, keberanian, dan kejelian terhadap konsumen benar2 diuji. Dan terbukti! Ternyata skill akhowat Mata’ lebih diakui keandalannya dibandingkan Ikhwannya (untuk kasus ini , ya, hehe). Laju keterjualan gantungan kunci  oleh akhowat jauh lebih besar dibandingkan oleh Ikhwan yang hampir bergradien negatif dan tidak steady state. Hmm.. Okelah, kita mengalah, mungkin untuk hal lain kita bisa lebih dahsyat!

Kata kak Haris, harga minimum penjualan gantungan kunci ini adalah 3000 rupiah. Yang beli, boleh banget ngasih lebih, kalo mau. Wkwkwk. Dan ternyata banyak yang mau. 😀

Orang pertama yang kami hampiri untuk ditawari gantungan kunci adalah seorang nenek2. Entah atas motif apa kami mendekati nenek2 ini. Kalo hanya dilihat dari segi minat terhadap gantungan kunci, sepertinya kami salah besar. Jaman nenek2 ini, kan belum ada gantungan kunci, apalagi yang ada gambarnya kaya gini, hehe.

Seperti instruksi, kami menawarkan dengan harga 3000. Boleh lebih, kami bilang. Kami optimis si nenek akan member lebih karena sepertinya sangat tertarik dengan kampanye ini. Sampe bilang, “bagus ini posternya..” hehe.

Nah.. sayangnya si nenek uangnya cuma 2500 rupiah. Waduh, gimana ini? Kami panik sejenak. Karena kami orangnya santai, jadi.. “okelah bu, gapapa 2500 aja”. Mungkin beliau segan, akhirnya beliau cuma mau ngasih uangnya aja 2500 tanpa gantungan kunci. Eits, ingat! Integritas. sebagai pedagang, integritas dibuktikan dengan berdagang, bukan mencari sumbangan. Betul? Jadi otomatis ga kami terima. “pokoknya gantungan kuncinya harus dibawa sama ibu.. gapapa 2500 juga..”, kata salah seorang dari kami. masalah selesai.

“ooh.. makasih ya dek ya.. bagus ini kegiatannya..” sekali lagi si nenek memuji kegiatan kampanye ini. “iya, alhamdulillaah bu..”

Setelah itu kami malah foto2 sama neneknya. Eh, saya doang ding yang foto. Haha. Kelompok lain sudah jauh di depan. Kami harus segera mengejar. “bu.. hatur nuhun ya.. assalamu’alaikum..” kira2 itulah kata2 terakhir dari kami kepada si nenek. Si Nenek hanya tersenyum. “waalaikumsalam..”

***

Perjalanan terus berlanjut seperti biasa, sampai di kilometer tertentu kami berhenti sejenak untuk sholat dhuha. kami berharap setelah sholat dhuha ini, semakin terbuka jalan rezeki kami, minimal untuk menjual habis gantungan kunci ini dulu.

Setelah sholat dhuha, kami berjalan lagi, sampai kami bertemu dengan gerombolan kelompok lain. Kemudian tiba2 saya dengar kabar, konon katanya ada rezeki sebesar 50000 dari seorang ibu2 pas di perjalanan tadi. Wah, saya heran, kan. Mana ada gantungan kunci seharga 3000 dibeli sampe 50000. Uangnya utuh lagi, biru. Akhirnya saya kroscek, tanya2. Ternyata uang itu  dikasih oleh si ibu karena ada salah seorang akhwat yang menemukan HPnya yang jatuh di jalan. Kebetulan titik jatuhnya masih belum jauh dari si Ibu, jadi bisa kami kembalikan. Bisa2nya sih, ngasih 50000? Ya.. itulah yang sudah diatur oleh Allah. Si Ibu, sengaja disetting HPnya jatuh, lalu ditemukan anak Mata’, anak Mata’nya baik sehingga segera mengembalikan HP ibu yang jatuh, dan ibu memberi imbalan.

Memang rezeki Allah kadang tak terduga datangnya. Kami jadi tidak sedikitpun merasa menyesal atau bodoh karena menjual gantungan kunci dengan harga 2500 padahal seharusnya 3000. Ya.. itung2 500 nya kita sedekahkan, apa salahnya. Toh, Allah tahu semua amal baik kita, dan Dialah yang Maha Membuat Perhitungan. Saya baru sadar kalau 50000 rupiah itu 100 kali lipat dari 500 rupiah. Subhaanallaah.. Tidak meleset apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261)

Demikianlah. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini, dan semoga bermanfaat. (hbb)

*Boleh dishare ke kawan2 yang lain*

2 thoughts on “Dibalas 100 Kali Lipat | #sedekah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s