Planning The Future

future, I'm coming...
future, I’m coming…

selesai latihan PD dan menyambut adik2 baru angkatan 2012, saya langsung pulang ke kosan. ngidupin laptop, colok modem, dan tiba2  ingin menulis di sini beberapa dari mimpi2 saya ke depan. gapapa, kan, ya? mumpung gratis. ingat, kan, kata kakak2 motivator? nulis mimpi harus jelas dan spesifik. ingat juga hukum LOA (Law Of Attraction)? kita kudu yakin seyakin-yakinnya, mimpi itu bisa terwujud dengan izinNya. sekarang, ijinkan saya belajar melakukannya. mari merancang masa depan!

  • mulai merintis usaha sejak kuliah .. pas lulus, lanjut | #belajar jadi pengusaha

jujur nih, jadi sekarang saya belajar dagang (baca: ngejualin) barang2 orang, entah tas, sweater, buku, kaos, dan kawan2nya. rada ga jelas emang ini usaha apa. tapi saya pikir saya akan belajar banyak bagaimana memahami kondisi pasar, marketing, inovasi, dan bekerjasama dengan orang. for me, it’s well. seru! ^^

  • lulus bulan Juli 2014 dengan IPK di atas 3.5 | #optimis

alhamdulillaah, sekarang IPK saya 3.__ sekian. *kasi tau ga ya? semoga bisa seperti yang saya targetkan saat lulus dari ITB nanti. ngomong2, kenapa saya harus lulus tepat waktu? ya, tebakan anda salah! *hehe. jadi yang bener, karena jatah beasiswa saya cuman 4 tahun, ga boleh lebih. lebih, bayar sendiri. meskipun saya ga yakin ketika lulus saya tertunda saya tetep ga punya uang buat bayar kuliah. yang penting 4 tahun dulu targetnya. insya Allah bisa!

  • menjadi chemical engineer di industri pangan dan energi di nusantara | #100% Indonesia

bukannya saya tidak mau segera kaya dengan bergabung ke perusahaan multinasional atau LN. hanya satu kalimat, saya cinta Indonesia. so sweet ga? saya ingin memperbaiki negeri ini dulu saja, daripada memperbaiki negeri orang. lebih baik saya membuat perubahan besar untuk bangsa saya sendiri daripada terus menguntungkan bangsa orang tanpa peduli dengan bangsa kita sendiri. (saya tidak bilang orang yang kerja di perusahaan multinasional atau LN tidak peduli bangsa ya. *hehe).

intinya, sebagai lulusan Teknik Kimia ITB, harus bisa dong jadi engineer? karena itulah, agar engineer bisa berkarya, butuh wadah untuk melukis. di kehidupan nyata, saya harus pernah terjun ke satu atau beberapa industri, khususnya industri pangan, umumnya ya energi, karena saat ini saya fokus ke teknologi pangannya. tujuannya apa? tidak lain adalah untuk belajar, bagaimana mengelola situasi, memecahkan masalah, membangun jaringan, dan mengasah softskill serta kepribadian.

  • memiliki usaha kreatif

boleh jadi saya menulis ini, karena memang hobi saya senirupa. karena sudah tercatat di sini, jadi ga saya hapus. boleh lah ya, ntar kapan2 punya industri kreatif sendiri. bikin apa kek, konveksi, design, printing, boleh semua lah. 😛

  • memiliki usaha makanan | #produk pangan berkualitas

pengin nih, punya produk olahan pangan sendiri. pengin menemukan inovasi baru. mungkin makanan sekarang, yang penting enak, tekstur di mulut mantap tapi minim zat gizi. mungkin produk saya beda : selain lezat, bergizi_agar sehat, dan tentunya ramah lingkungan (irit energi, minim atau tanpa limbah) dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsinya. 🙂

  • memiliki investasi

sepertinya bisnis ini cukup menjanjikan. asalkan usaha yang kita tanami invest berpeluang mendapat untung besar dalam keberjalanannya. simple menurut saya, bikin persetujuan, serahkan investasi, udah. tinggal menunggu persen keuntungan perusahaan yang kita tanami investasi. tentunya dengan jumlah yang jauh lebih besar dari yang kita investasikan. #tergantung perusahaannya, sih. hehe.

  • membangun perpustakaan untuk anak2 di desa tertinggal

saya sempat terpikir untuk membuat perpustakaan di desa tertinggal. entah mau siapa yang baca, anak2 atau bapak2nya, intinya saya ingin di bumi pertiwi ini tidak ada yang buta informasi, buta teknologi, apalagi buta huruf. saya pikir, kalo anak2 hanya menghabiskan sebagian waktunya untuk bermain, itu terlalu wajar. apa yang ingin saya lakukan dengan fasilitas ini? ya, mengubah kebiasaan mereka. ga wajar lagi, kan, anak SD yang notabene suka banget main kelereng, pas pulang ke rumah, abis sholat maghrib dan ngaji, membaca ensiklopedi hewan2 laut. #wuuiiih. atau anak TK yang biasanya mencoret2 dinding rumah, kini bisa melukis di atas buku gambar A3 yang ia dapatkan di perpustakaan. #waaaw #lebai ah. memang ini tidak wajar, tapi luar biasa!

  • ketemu dengan orang2 “sukses” level nasional | #minimal

ga afdhol dong, katanya pengin jadi entrepreneur tapi kuper (kurang pergaulan)? atau kupeng (kurang pengalaman)? sepertinya semuanya sama efeknya. entah kurang pergaulan, atau kurang pengalaman. makanya saya bermimpi suatu saat bisa bertemu dengan orang2 “sukses” level nasional atau internasional untuk bisa belajar banyak dari mereka. ketika pergaulan kita kurang, mungkin nasehat mereka bisa membuka jalan. atau ketika pengalaman kita kurang, kita bisa belajar dari pengalaman mereka.

  • hafal qur’an minimal 5 juz

tunggu, ini hanya simbolis. artinya, seberapa pantas diri kita yang sudah “sukses” ini di hadapanNya. apakah kita biasa2 aja? tidak adakah satu kebaikanpun yang kita persembahkan untuk yang Maha memberi rezeki kita selama ini? kebacut, kang. *haha

amalan2 seperti sedekah, sholat dhuha, tahajjud, itu bisa jadi sarana kita untuk bisa memantaskan diri di hadapanNya. kata pak ippho nih ya, ada kalanya kita juga harus pantas (dulu) sebelum dipertemukan dengan pasangan hidup kita. jadi ada kemungkinan, ketika kita ga ketemu2 dengan jodoh, berarti kita masih belum pantas untuk dia. jangan pacaran. Allah Mahatahu rencana yang terbaik untuk kita. ^^

  • naik hajikan ortu, atau bareng ortu

saya selalu menangis, ketika pulang kampung, lalu malam atau siang hari berkumpul di ruang keluarga, dan orang tua bercerita tentang keinginannya untuk segera ke tanah suci sebelum “waktu” mereka tiba. sungguh mengharukan. di sisi lain terlihat aneh, keluarga saya pas-pasan, di sisi lain cita2 ini juga memberi semangat pada saya untuk terus berusaha. makanya saya ingin menjadi entrepreneur “sukses” agar bisa menghajikan sekaligus haji bareng orang tua. aamiiin.

  • membangun usaha bareng dan untuk ortu

penginnya ada usaha ternak lele, atau apapun yang bisa dipasok ke pihak hilir, jadi kita hulunya, yang punya produk mentah. misal ke industri pembuatan abon lele untuk dipakai sebagai bahan baku. meskipun sekarang belum ada sih.

  • menikah pada usia maks 25 tahun +- beberapa bulan

namanya juga bermimpi. nikah usia 24 pun boleh-boleh saja. tapi target saya tetap maksimal 25 +- beberapa bulan. tambah ga spesifik ya? oke. kenapa gitu? di saat ayah-ibu kita mungkin masih berpikiran bahwa untuk menikah itu harus punya kerjaan tetap dulu, rumah, mobil, dan lain-lain, saya ingin membuktikan bahwa dengan menikah, pintu rezeki akan semakin terbuka, dan tentunya hidup menjadi lebiiiiiiiiih indah ketika kita sudah didampingi pasangan halal kita. 🙂

  • memiliki pasangan hidup sholihah

siapa yang ga pengin? ya, selain sholihah juga harus pandai mengelola bayi, bisa nyebokin kalo misal pas buang air, bisa nyuapin, dan bisa memotivasi bayi untuk jadi lebih sukses dari bapaknya. lho, kok? *haha. intinya agar bisa saling menjaga. ketika suami (saya) salah, ada yang mengingatkan. ketika istri (?) salah, bisa saya ingatkan. selain saling menjaga, juga saling menguatkan, serta menyempurnakan satu sama lain.

  • memiliki rumah dan mobil sendiri

pasti lah ya, semua orang pengin. masa mau tinggal di rumah ortu terus? penginnya bisa bikin rumah sendiri, yang deket dengan ortu. jangan sampe luar negeri maksudnya. 😀 mobil, untuk beraktifitas, mungkin juga akan menjadi barang kebutuhan saya sehari-hari. saya bahkan pernah membayangkan punya rumah di Kahyangan Residence (kalo ga salah), di Banyuwangi sana. saya pikir, perumahan ini cukup keren untuk ditinggali keluarga saya nanti. yaa.. tulis di sini dulu deh. beberapa tahun lagi dicek, apakah terlaksana. 🙂 asumsi : kalo hidupnya di Banyuwangi.

  • mati dengan husnul-khaatimah

yang ini lebih pasti lagi. semoga kita semua dipower off-kan oleh Allah melalui malaikat Izrail dalam kondisi yang mulia di hadapanNya. tidak langsung di pencet tombol powernya, tapi di shut down dulu. *hehe. semoga kita diberikan kehidupan dunia yang baik, dan kehidupan akhirat yang baik pula. aamiiin. 😉

sekian. tulisan ini saya tulis, kadang dengan senyum2 sendiri, kadang dengan goyang2 kaki, kadang berhenti sejenak (baca : ngantuk). ditulis tanggal : 08 September 2012, di kamar B1 yang hanya ada saya saja dan Allah yang mengawasi saya. kadang2 teman saya ngintip dari pintu, ya saya biarkan. (-_-“)

baik, ini mimpiku kawan, apa mimpimu?

NB : semoga dalam kurun waktu 10 tahun lagi, blog ini tidak hilang atau terhapus. karena berisi arsip penting tentang mimpi.

3 thoughts on “Planning The Future

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s