Archive for September, 2012

Dibalas 100 Kali Lipat | #sedekah

Kali ini saya benar-benar mengalaminya. Ketika sedekah sebesar 500 rupiah dilipatgandakan oleh Allah menjadi 50000 rupiah dengan tanpa diduga-duga asal datangnya. Bayangkan.. 100 kali lipat. Subhaanallaah.. sungguh Engkau benar2 Maha Membuat Perhitungan.

***

Saat itu saya dan kawan2 (selanjutnya saya tulis ‘kami’) pengurus Mata’ pulang dari Dauroh. Kami berangkat sekitar pukul 8 pagi dari Ecopesantren Daaruttauhiid yang terletak di Gegerkalong. Acara pulang kali ini terasa berbeda, karena kami disuruh oleh MPOPS (sebutan untuk Majelis Syuro di Mata’) berjalan kaki hingga sampai di Masjid Salman ITB. Eh, tidak harus berjalan kaki sebenarnya, intinya kami perkelompok diberi uang saku 2500 per orangnya untuk pulang. entah itu uangnya untuk apa, terserah kami.

Kami juga diberi tugas di tengah perjalanan kami. Menjual beberapa gantungan kunci bertemakan semangat belajar Al-Qur’an kepada masyarakat setempat yang kami lewati. Itung2 sekalian menebar nilai2 positif tentang islam di daerah pelosok seperti sini, hehe. Yang lebih keren lagi, kami membawa poster yang kami bikin sendiri pake kertas burem ukuran A2 dengan spidol papantulis warna biru, merah, hitam, seadanya selama 5 menit. Jangan ditanya posternya seperti apa jadinya, apalagi dibayangkan. Pokonya gimanaa gitu. Tahu lah ya, anak Mata’ sepertinya ga terlalu cocok untuk masalah desain poster. Kami sih, yang penting esensi.. betul tidak? Hehe.

Ini poster kelompok saya.
“Nu kasep, nu geulis, hayuk urang diajar Qur’an ti ayeuna..”

Tantangannya, gantungan2 kunci yang kami bawa harus habis terjual, kumaha we carana. Ada yang merayu2, ada yang senyum2 tapi tak dibalas, ada yang mengejar2, mencegat, menggoda anak2, dan lain-lain. Di sini kreativitas, keberanian, dan kejelian terhadap konsumen benar2 diuji. Dan terbukti! Ternyata skill akhowat Mata’ lebih diakui keandalannya dibandingkan Ikhwannya (untuk kasus ini , ya, hehe). Laju keterjualan gantungan kunci  oleh akhowat jauh lebih besar dibandingkan oleh Ikhwan yang hampir bergradien negatif dan tidak steady state. Hmm.. Okelah, kita mengalah, mungkin untuk hal lain kita bisa lebih dahsyat!

Kata kak Haris, harga minimum penjualan gantungan kunci ini adalah 3000 rupiah. Yang beli, boleh banget ngasih lebih, kalo mau. Wkwkwk. Dan ternyata banyak yang mau. 😀

Orang pertama yang kami hampiri untuk ditawari gantungan kunci adalah seorang nenek2. Entah atas motif apa kami mendekati nenek2 ini. Kalo hanya dilihat dari segi minat terhadap gantungan kunci, sepertinya kami salah besar. Jaman nenek2 ini, kan belum ada gantungan kunci, apalagi yang ada gambarnya kaya gini, hehe.

Seperti instruksi, kami menawarkan dengan harga 3000. Boleh lebih, kami bilang. Kami optimis si nenek akan member lebih karena sepertinya sangat tertarik dengan kampanye ini. Sampe bilang, “bagus ini posternya..” hehe.

Nah.. sayangnya si nenek uangnya cuma 2500 rupiah. Waduh, gimana ini? Kami panik sejenak. Karena kami orangnya santai, jadi.. “okelah bu, gapapa 2500 aja”. Mungkin beliau segan, akhirnya beliau cuma mau ngasih uangnya aja 2500 tanpa gantungan kunci. Eits, ingat! Integritas. sebagai pedagang, integritas dibuktikan dengan berdagang, bukan mencari sumbangan. Betul? Jadi otomatis ga kami terima. “pokoknya gantungan kuncinya harus dibawa sama ibu.. gapapa 2500 juga..”, kata salah seorang dari kami. masalah selesai.

“ooh.. makasih ya dek ya.. bagus ini kegiatannya..” sekali lagi si nenek memuji kegiatan kampanye ini. “iya, alhamdulillaah bu..”

Setelah itu kami malah foto2 sama neneknya. Eh, saya doang ding yang foto. Haha. Kelompok lain sudah jauh di depan. Kami harus segera mengejar. “bu.. hatur nuhun ya.. assalamu’alaikum..” kira2 itulah kata2 terakhir dari kami kepada si nenek. Si Nenek hanya tersenyum. “waalaikumsalam..”

***

Perjalanan terus berlanjut seperti biasa, sampai di kilometer tertentu kami berhenti sejenak untuk sholat dhuha. kami berharap setelah sholat dhuha ini, semakin terbuka jalan rezeki kami, minimal untuk menjual habis gantungan kunci ini dulu.

Setelah sholat dhuha, kami berjalan lagi, sampai kami bertemu dengan gerombolan kelompok lain. Kemudian tiba2 saya dengar kabar, konon katanya ada rezeki sebesar 50000 dari seorang ibu2 pas di perjalanan tadi. Wah, saya heran, kan. Mana ada gantungan kunci seharga 3000 dibeli sampe 50000. Uangnya utuh lagi, biru. Akhirnya saya kroscek, tanya2. Ternyata uang itu  dikasih oleh si ibu karena ada salah seorang akhwat yang menemukan HPnya yang jatuh di jalan. Kebetulan titik jatuhnya masih belum jauh dari si Ibu, jadi bisa kami kembalikan. Bisa2nya sih, ngasih 50000? Ya.. itulah yang sudah diatur oleh Allah. Si Ibu, sengaja disetting HPnya jatuh, lalu ditemukan anak Mata’, anak Mata’nya baik sehingga segera mengembalikan HP ibu yang jatuh, dan ibu memberi imbalan.

Memang rezeki Allah kadang tak terduga datangnya. Kami jadi tidak sedikitpun merasa menyesal atau bodoh karena menjual gantungan kunci dengan harga 2500 padahal seharusnya 3000. Ya.. itung2 500 nya kita sedekahkan, apa salahnya. Toh, Allah tahu semua amal baik kita, dan Dialah yang Maha Membuat Perhitungan. Saya baru sadar kalau 50000 rupiah itu 100 kali lipat dari 500 rupiah. Subhaanallaah.. Tidak meleset apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261)

Demikianlah. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini, dan semoga bermanfaat. (hbb)

*Boleh dishare ke kawan2 yang lain*

Advertisements

Kaprodi Super

Suatu hari, saya sholat dhuha di mushola lantai 2 di Labtek X. sebelum mengambil air wudhu’, tentu saja saya melepas sepatu dan kaos kaki. saya tahu di depan mushola terdapat rak sepatu dan di atasnya ada tulisan “alas kaki mohon di simpan di rak”, tapi (entah kenapa) saya tidak menyimpan sepatu saya di situ. hehe.. 😛

*** beberapa menit berlalu ***

setelah saya sholat beberapa raka’at, betapa kagetnya saya ketika saya melihat Kaprodi Teknik Kimia ITB, Pak Walmiki, sedang berdiri di depan pintu mushola dengan tangan bersedekap, seolah beliau menunggu saya selesai sholat. wajah beliau datar, tidak ada senyum sedikitpun. wah.. aya naon ieu teh? pikir saya dalam hati. #panik

saya memberanikan diri menyapa, “pak.. 🙂 ” saya menyapa Pak Walmiki dengan sedikit senyum, seperti tanpa dosa.

bukannya membalas senyum, malah bapaknya berkata, “nah.. lain kali, kalau kamu sholat di sini, sepatunya disimpan di rak ya.. biar rapi”, dengan wajah masih datar, tapi tegas. benar2 menusuk apa yang beliau sampaikan.

sayapun jadi salah tingkah, “oh, iya pak.. :)” betapa bodohnya saya. seakan tidak bisa membaca tulisan yang ada di atas rak. padahal font-nya gede.

setelah menasehati saya dengan beberapa patah kata tadi, Pak Walmiki segera bergegas meninggalkan saya. seperti sudah ada urusan lain yang harus ditangani. saya jadi berpikir,

jangan2, dari tadi Pak Walmiki berdiri di depan mushola hanya untuk menunggu saya selesai sholat, lalu menasehati saya agar menyimpan sepatu di rak, padahal di sisi lain beliau memiliki banyak urusan yang harus ditangani. wah, maafkan saya pak, sudah menyita waktu bapak.

astaghfirullaah.. inilah nasihat paling menyentuh yang pernah saya alami dari seorang kepala lembaga. langsung, aktual, dan empat mata. saya tidak menyangka dengan kedudukannya sebagai kaprodi, beliau mau mengorbankan banyak menit waktu “sibuk”nya hanya untuk menanamkan sebuah nilai kedisiplinan untuk seorang Habibi Alisyahbana yang waktu itu sedang tidak disiplin. bayangkan! hanya untuk satu orang. saya. dan hanya untuk sepasang sepatu yang tergeletak di lantai karena terlihat tidak rapi. astaghfirullaah..

begitulah. I appreciate much his responsibility as a major leader. pangkat tinggi, tidak membuat beliau melewatkan hal2 sederhana seperti ini. sederhana memang, namun berdampak besar. dan saya pikir justru dengan seperti ini orang2 kecil seperti saya jadi merasa memiliki seorang pemimpin yang pantas diandalkan. semoga kawan2 yang saat ini menjadi pimpinan, bisa meneladani beliau. 🙂

terimakasih ya Allah.. menganugerahkan saya pemimpin yang baik. semoga beliau bisa istiqomah dalam menebar nilai2 kebaikan di Prodi Teknik Kimia ini. dan akhirnya, mulai sekarang saya berjanji : meletakkan sepatu di rak ketika sholat di mushola Labtek X lantai 2, dan lantai 4. kawan2 Tekkim, ingatkan saya kalau saya lupa. hehe. 😀

terimakasih, Pak Walmiki.

Kuliah #Yoghurt (bagian 2-end)

hari itu sangat cerah, sehingga obrolan kami terasa seru, asik, dan tidak kawatir akan terjadi hujan. dalam obrolan ini, saya banyak bertanya sehingga saya peroleh beberapa cerita mengenai produk yoghurt bermerk “manger” ini. oya, ketika itu saya sempet penasaran dengan kata “manger” ini. ketika saya tanya, masnya menjawab bahwa kata ini berasal dari bahasa Perancis, nah, sayangnya saya lupa artinya apa. hehe..

Yoghurt. seperti yang kita tahu, ia adalah produk hasil fermentasi dari susu sapi, yang telah diperlakukan sedemikian rupa sehingga bisa ada yoghurt yang asem, ada juga yang uuaasem (baca: sangat asem), tergantung selera. keasamannya ini tergantung seberapa lama ia diinkubasi, semakin lama akan semakin banyak asam yang dihasilkan. itu sekilas pengantar. lalu, bagaimana cara membuatnya?

kurang lebih seperti ini yang diceritakan oleh masnya :

1. susu sapi pilihan dipanaskan terlebih dahulu pada suhu 80 C (kalo ga salah) selama selang waktu tertentu untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme yang (barangkali) hidup di sana. di kuliah (formal) Teknologi Pemrosesan Pangan yang saya ikuti, teknik ini disebut Pasteurisasi.

2. setelah susu dipasteurisasi, susu didinginkan terlebih dahulu sampai mencapai suhu kamar. hal ini bertujuan agar nutrisi yang ada di dalam susu tidak rusak oleh panas. di TPP juga, teknik ini dinamakan cooling. jadi dalam proses pasteurisasi ada heating, holding, dan cooling. secara lengkap, pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan sistem dari suhu awal hingga mencapai 80C, setelah itu membiarkannya selama selang waktu tertentu, dan terakhir mendinginkan sistem hingga mencapai kondisi normal.

3. setelah suhunya turun, barulah ditambahkan gula. gula bukan sembarang gula, tapi gula rafinasi. kata masnya, gula rafinasi itu lebih murni dari gula yang kita makan sehari-hari. harga? yaa, rada mahal lah. –> mungkin ini juga yang membuat yoghurt ini harganya jadi rada mahal.. tapi emang enak sih.. hehe. gula harus diaduk sedemikian rupa sehingga benar-benar merata dalam satu tangki.

4. memasukkan bakteri fermentasi. maaf, saya lupa nama bakterinya apa. intinya, bakteri dimasukkan dalam suatu takaran tertentu yang masnya sendiri tidak tahu, karena yang melakukan tahap ini adalah bosnya. bakteri ini juga harus diaduk agar tersebar merata.

5. susu+gula+bakteri siap diinkubasi dalam lemari dengan kondisi tekanan, temperatur, dan cahaya sekian-sekian-sekian, sudah diatur. lama inkubasi ini ialah 7 jam. keasaman yoghurt yang didapat akan seperti yang saya rasakan hari Ahad kemarin.

6. terakhir, yoghurt dalam tanki besar dibagi2 ke dalam tangki2 kecil untuk diberi rasa. ada rasa strawberry, melon, jeruk, leci, mocca, blueberry dan durian. kata dosen saya, pemberian rasa seperti ini penting dalam membuat produk pangan, untuk memenuhi selera konsumen. selain itu, juga perlu didukung dengan pemberian pewarna makanan, agar lebih menarik. tentunya yang sesuai dengan rasanya. misal untuk rasa strawberry, warna yoghurtnya dibuat rada pink, melon -> rada kehijauan, mocca -> rada kecoklatan, dll.

7. ternyata ada lagi, packaging. ini wajib! siapa coba mau beli yoghurt yang ga ada wadahnya. packagingnya menurut saya pribadi tergolong sederhana. yaitu dengan cup plastik berdiameter sekitar 8 cm dan tinggi sekitar 6 cm yang banyak di pasaran. tutupnya juga menggunakan tutup cup standar yang bergambar buah2an, lalu diberi sticker kertas bertuliskan rasa yoghurtnya. tidak ada merk, komposisi, label halal, netto, apalagi nomer ijin dari Dinkes atau BPOM. ya, se-der-ha-na. 🙂

tapiii, efeknya maksimal. yoghurt ini ternyata sudah memiliki banyak pelanggan tetap di seluruh penjuru Bandung Raya, bahkan ada juga yang di luar kota. pasarnya sudah lumayan luas. dampaknya, penjualan rata2 bisa mencapai 500-800 cup perharinya. termasuk yang dikirim2 ke luar kota seperti surabaya, jakarta, dll. sungguh pencapaian yang luar biasa untuk industri sederhana seperti ini.

dan berikut fakta2 lain dari industri penghasil yoghurt ini :

  • pasokan susu sapi diperoleh dari peternakan sapi yang ada di lembang. harga per liternya sekitar Rp4000,00, dan industri ini mampu memproduksi 400 liter susu untuk dijadikan yoghurt tiap harinya. subhanallaah, mantap.
  • pemilik usaha ini (si bos dan istrinya) ternyata adalah alumni ITB yang anaknya sekarang juga kuliah di ITB. *keluarga ITB yaa.. pekerjaan utamanya adalah sebagai eksportir kayu ke luar negeri. jadi yang ini, (mungkin) sekunder.
  • omzetnya, saya yakin lumayan. masnya aja senyum2 pas saya tanya. hehe.. canda, mas.. 😛

oke, begitulah isi kuliah yang saya dapatkan dari mas2 penjual yoghurt. sekarang, apakah kawan2 tertarik memiliki industri seperti ini? tidak usah malu menjawab, saya juga pengin. hehe.. aamiin..

semoga bermanfaat. (hbb)

Kuliah #Yoghurt (bagian 1)

pagi ini saya sengaja ke Saraga, atau tepatnya menyengajakan diri ke sana. dua orang teman saya ternyata minta tutorial latihan PD yang saya berikan ke mereka Sabtu sore kemarin. #mantep. sesuai kesepakatan, kita mau latihan di saraga Ahad pagi. makanya saya ke sini. sekalian lari juga beberapa keliling. 🙂

trek lari SARAGA. setelah lari, beli yoghurt. segarnyaaa..

bukan itu inti ceritanya, itu hanya motif saya pergi ke saraga. hehe. setelah kami latihan dan berkeringat, kami pulang. dua orang teman saya bareng pulangnya, jalan kaki. saya sendirian karena saya pake motor. baru saja keluar dari gerbang saraga, tepatnya di pertigaan (ke kanan sanggar,  ke kiri keluar), saya melihat seorang penjual Yoghurt dan langsung saya datangi. bukannya tertarik dengan standnya yang eye-cathing, atau kemasan Yoghurtnya yang keren, tapi saya tertarik dengan Yoghurt yang ada dalam kemasan itu. kalo boleh kasi deskripsi nih, mas pedagang yang saya lihat tidak pake stand, hanya duduk di atas motor, dengan jaket yang digantung di setir, lalu di depannya ada kursi plastik yang di atasnya diletakkan box styrofoam (yang biasanya dipake ngawetin ikan) berisi serutan es sepertinya, dan di atas box itu terdapat beberapa kemasan Yoghurt yang diletakkan di atas nampan berwarna mencolok. jadi tidak ada yang menarik dari segi marketingnya. #jiah, berani ngomong marketing sekarang. sst, gatau bener gatau salah. hehe..

back to topic. saya datangi, dan saya tanya, “harganya berapa mas?”

“tujuh ribu” | “wah, kok mahal mas? kirain lima ribu. hehe.. (sambil cengengesan) mm.. yaudah deh pak, saya beli satu.”

“mau rasa apa dik?” | “mm.. apa ya, leci deh.”

masnya langsung ngambilin sedotan dan kresek, Yoghurtnya pun dibungkus. | “eh, nggak usah dibungkus deh pak, paling juga saya minum sini.” saya bayar, parkir motor di depan motor masnya, ngatur duduk (sama seperti duduk masnya) di atas motor, lalu ngobrol.

to be continued. >>

Planning The Future

future, I'm coming...

future, I’m coming…

selesai latihan PD dan menyambut adik2 baru angkatan 2012, saya langsung pulang ke kosan. ngidupin laptop, colok modem, dan tiba2  ingin menulis di sini beberapa dari mimpi2 saya ke depan. gapapa, kan, ya? mumpung gratis. ingat, kan, kata kakak2 motivator? nulis mimpi harus jelas dan spesifik. ingat juga hukum LOA (Law Of Attraction)? kita kudu yakin seyakin-yakinnya, mimpi itu bisa terwujud dengan izinNya. sekarang, ijinkan saya belajar melakukannya. mari merancang masa depan!

  • mulai merintis usaha sejak kuliah .. pas lulus, lanjut | #belajar jadi pengusaha

jujur nih, jadi sekarang saya belajar dagang (baca: ngejualin) barang2 orang, entah tas, sweater, buku, kaos, dan kawan2nya. rada ga jelas emang ini usaha apa. tapi saya pikir saya akan belajar banyak bagaimana memahami kondisi pasar, marketing, inovasi, dan bekerjasama dengan orang. for me, it’s well. seru! ^^

  • lulus bulan Juli 2014 dengan IPK di atas 3.5 | #optimis

alhamdulillaah, sekarang IPK saya 3.__ sekian. *kasi tau ga ya? semoga bisa seperti yang saya targetkan saat lulus dari ITB nanti. ngomong2, kenapa saya harus lulus tepat waktu? ya, tebakan anda salah! *hehe. jadi yang bener, karena jatah beasiswa saya cuman 4 tahun, ga boleh lebih. lebih, bayar sendiri. meskipun saya ga yakin ketika lulus saya tertunda saya tetep ga punya uang buat bayar kuliah. yang penting 4 tahun dulu targetnya. insya Allah bisa!

  • menjadi chemical engineer di industri pangan dan energi di nusantara | #100% Indonesia

bukannya saya tidak mau segera kaya dengan bergabung ke perusahaan multinasional atau LN. hanya satu kalimat, saya cinta Indonesia. so sweet ga? saya ingin memperbaiki negeri ini dulu saja, daripada memperbaiki negeri orang. lebih baik saya membuat perubahan besar untuk bangsa saya sendiri daripada terus menguntungkan bangsa orang tanpa peduli dengan bangsa kita sendiri. (saya tidak bilang orang yang kerja di perusahaan multinasional atau LN tidak peduli bangsa ya. *hehe).

intinya, sebagai lulusan Teknik Kimia ITB, harus bisa dong jadi engineer? karena itulah, agar engineer bisa berkarya, butuh wadah untuk melukis. di kehidupan nyata, saya harus pernah terjun ke satu atau beberapa industri, khususnya industri pangan, umumnya ya energi, karena saat ini saya fokus ke teknologi pangannya. tujuannya apa? tidak lain adalah untuk belajar, bagaimana mengelola situasi, memecahkan masalah, membangun jaringan, dan mengasah softskill serta kepribadian.

  • memiliki usaha kreatif

boleh jadi saya menulis ini, karena memang hobi saya senirupa. karena sudah tercatat di sini, jadi ga saya hapus. boleh lah ya, ntar kapan2 punya industri kreatif sendiri. bikin apa kek, konveksi, design, printing, boleh semua lah. 😛

  • memiliki usaha makanan | #produk pangan berkualitas

pengin nih, punya produk olahan pangan sendiri. pengin menemukan inovasi baru. mungkin makanan sekarang, yang penting enak, tekstur di mulut mantap tapi minim zat gizi. mungkin produk saya beda : selain lezat, bergizi_agar sehat, dan tentunya ramah lingkungan (irit energi, minim atau tanpa limbah) dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsinya. 🙂

  • memiliki investasi

sepertinya bisnis ini cukup menjanjikan. asalkan usaha yang kita tanami invest berpeluang mendapat untung besar dalam keberjalanannya. simple menurut saya, bikin persetujuan, serahkan investasi, udah. tinggal menunggu persen keuntungan perusahaan yang kita tanami investasi. tentunya dengan jumlah yang jauh lebih besar dari yang kita investasikan. #tergantung perusahaannya, sih. hehe.

  • membangun perpustakaan untuk anak2 di desa tertinggal

saya sempat terpikir untuk membuat perpustakaan di desa tertinggal. entah mau siapa yang baca, anak2 atau bapak2nya, intinya saya ingin di bumi pertiwi ini tidak ada yang buta informasi, buta teknologi, apalagi buta huruf. saya pikir, kalo anak2 hanya menghabiskan sebagian waktunya untuk bermain, itu terlalu wajar. apa yang ingin saya lakukan dengan fasilitas ini? ya, mengubah kebiasaan mereka. ga wajar lagi, kan, anak SD yang notabene suka banget main kelereng, pas pulang ke rumah, abis sholat maghrib dan ngaji, membaca ensiklopedi hewan2 laut. #wuuiiih. atau anak TK yang biasanya mencoret2 dinding rumah, kini bisa melukis di atas buku gambar A3 yang ia dapatkan di perpustakaan. #waaaw #lebai ah. memang ini tidak wajar, tapi luar biasa!

  • ketemu dengan orang2 “sukses” level nasional | #minimal

ga afdhol dong, katanya pengin jadi entrepreneur tapi kuper (kurang pergaulan)? atau kupeng (kurang pengalaman)? sepertinya semuanya sama efeknya. entah kurang pergaulan, atau kurang pengalaman. makanya saya bermimpi suatu saat bisa bertemu dengan orang2 “sukses” level nasional atau internasional untuk bisa belajar banyak dari mereka. ketika pergaulan kita kurang, mungkin nasehat mereka bisa membuka jalan. atau ketika pengalaman kita kurang, kita bisa belajar dari pengalaman mereka.

  • hafal qur’an minimal 5 juz

tunggu, ini hanya simbolis. artinya, seberapa pantas diri kita yang sudah “sukses” ini di hadapanNya. apakah kita biasa2 aja? tidak adakah satu kebaikanpun yang kita persembahkan untuk yang Maha memberi rezeki kita selama ini? kebacut, kang. *haha

amalan2 seperti sedekah, sholat dhuha, tahajjud, itu bisa jadi sarana kita untuk bisa memantaskan diri di hadapanNya. kata pak ippho nih ya, ada kalanya kita juga harus pantas (dulu) sebelum dipertemukan dengan pasangan hidup kita. jadi ada kemungkinan, ketika kita ga ketemu2 dengan jodoh, berarti kita masih belum pantas untuk dia. jangan pacaran. Allah Mahatahu rencana yang terbaik untuk kita. ^^

  • naik hajikan ortu, atau bareng ortu

saya selalu menangis, ketika pulang kampung, lalu malam atau siang hari berkumpul di ruang keluarga, dan orang tua bercerita tentang keinginannya untuk segera ke tanah suci sebelum “waktu” mereka tiba. sungguh mengharukan. di sisi lain terlihat aneh, keluarga saya pas-pasan, di sisi lain cita2 ini juga memberi semangat pada saya untuk terus berusaha. makanya saya ingin menjadi entrepreneur “sukses” agar bisa menghajikan sekaligus haji bareng orang tua. aamiiin.

  • membangun usaha bareng dan untuk ortu

penginnya ada usaha ternak lele, atau apapun yang bisa dipasok ke pihak hilir, jadi kita hulunya, yang punya produk mentah. misal ke industri pembuatan abon lele untuk dipakai sebagai bahan baku. meskipun sekarang belum ada sih.

  • menikah pada usia maks 25 tahun +- beberapa bulan

namanya juga bermimpi. nikah usia 24 pun boleh-boleh saja. tapi target saya tetap maksimal 25 +- beberapa bulan. tambah ga spesifik ya? oke. kenapa gitu? di saat ayah-ibu kita mungkin masih berpikiran bahwa untuk menikah itu harus punya kerjaan tetap dulu, rumah, mobil, dan lain-lain, saya ingin membuktikan bahwa dengan menikah, pintu rezeki akan semakin terbuka, dan tentunya hidup menjadi lebiiiiiiiiih indah ketika kita sudah didampingi pasangan halal kita. 🙂

  • memiliki pasangan hidup sholihah

siapa yang ga pengin? ya, selain sholihah juga harus pandai mengelola bayi, bisa nyebokin kalo misal pas buang air, bisa nyuapin, dan bisa memotivasi bayi untuk jadi lebih sukses dari bapaknya. lho, kok? *haha. intinya agar bisa saling menjaga. ketika suami (saya) salah, ada yang mengingatkan. ketika istri (?) salah, bisa saya ingatkan. selain saling menjaga, juga saling menguatkan, serta menyempurnakan satu sama lain.

  • memiliki rumah dan mobil sendiri

pasti lah ya, semua orang pengin. masa mau tinggal di rumah ortu terus? penginnya bisa bikin rumah sendiri, yang deket dengan ortu. jangan sampe luar negeri maksudnya. 😀 mobil, untuk beraktifitas, mungkin juga akan menjadi barang kebutuhan saya sehari-hari. saya bahkan pernah membayangkan punya rumah di Kahyangan Residence (kalo ga salah), di Banyuwangi sana. saya pikir, perumahan ini cukup keren untuk ditinggali keluarga saya nanti. yaa.. tulis di sini dulu deh. beberapa tahun lagi dicek, apakah terlaksana. 🙂 asumsi : kalo hidupnya di Banyuwangi.

  • mati dengan husnul-khaatimah

yang ini lebih pasti lagi. semoga kita semua dipower off-kan oleh Allah melalui malaikat Izrail dalam kondisi yang mulia di hadapanNya. tidak langsung di pencet tombol powernya, tapi di shut down dulu. *hehe. semoga kita diberikan kehidupan dunia yang baik, dan kehidupan akhirat yang baik pula. aamiiin. 😉

sekian. tulisan ini saya tulis, kadang dengan senyum2 sendiri, kadang dengan goyang2 kaki, kadang berhenti sejenak (baca : ngantuk). ditulis tanggal : 08 September 2012, di kamar B1 yang hanya ada saya saja dan Allah yang mengawasi saya. kadang2 teman saya ngintip dari pintu, ya saya biarkan. (-_-“)

baik, ini mimpiku kawan, apa mimpimu?

NB : semoga dalam kurun waktu 10 tahun lagi, blog ini tidak hilang atau terhapus. karena berisi arsip penting tentang mimpi.

Aku Harus Bisa Kaya

ketika orang terdekatku sakit, sedangkan ia tidak memiliki biaya untuk berobat, maka aku ingin sekali membantunya…

ketika kita tertawa dalam kecukupan, sedangkan banyak orang masih kekurangan, maka aku ingin mengentaskannya…

ketika dunia ini sudah penuh dengan orang2 bermental pengemis, maka aku ingin membuat perubahan…

Ya Allah, aku ingin kaya…

ketika aku kaya, maka aku akan membahagiakan orang tuaku, mereka berdua ingin naik haji, sama seperti saudara2nya yang lain | aku selalu iri melihat orang-orang yang dengan kemampuannya sendiri bisa melaksanakan ibadah haji dan umroh, bahkan beberapa kali

ketika aku kaya, maka aku akan bisa lebih banyak bersedekah kepada sesama | aku selalu iri dengan orang-orang kaya yang sangat gemar bersedekah, ringan tangan dalam membantu sesama, gampang nraktir, mbayari duit angkot, simple

ketika aku kaya, maka aku akan bisa lebih banyak membantu orang-orang dalam biaya : sekolah, kuliah, pengobatan | aku selalu iri dengan para donatur yang banyak mengucurkan hartanya untuk memberikan beasiswa bagi para penuntut ilmu negeri ini

ketika aku kaya, maka aku akan bisa berinvestasi, untuk dunia . . untuk akhirat | membangun lembaga pendidikan, perpustakaan, rumah tahfizh, pesantren, aduh #pengin

ketika aku kaya, tak henti2nya aku bersyukur pada yang Mahakaya, dan menjaga amanah kekayaan ini dengan sebaik-baiknya | semoga aku tidak menjadi orang yang lalai

kenapa aku ingin kaya?

bukannya takut miskin, tapi kaya itu lebih penting, lebih bermakna, dan lebih dahsyat! sholeh-kaya, lebih dipercaya daripada sholeh-miskin. ganteng-kaya lebih didengar daripada ganteng-miskin. itu contoh kasarnya. kalo saya simpulkan, intinya semakin kita kaya, probabilitas kita untuk bisa membuat perubahan itu akan semakin besar. maka kaya itu katalis, mempercepat perubahan.

pasti ada tantangan. orang kaya harus lebih berhati2 dengan hartanya. h-a-t-i-h-a-t-i. kata orang jawa “titen”. sama juga seperti orang miskin, kudu hati-hati menghadapi dunianya yang serba pas-pasan. ketika orang kaya lalai, di akhirat sana akan ditagih pertanggungjawabannya. di kemanakan hartanya? itu yang akan ditanya. sama juga, ketika orang miskin lalai, bisa goyah imannya. Tuhan itu Mahakaya, tapi mengapa aku tetap miskin juga, mana yang katanya Tuhan itu Mahaadil? #na’uudzubillaah

jadi kaya itu pilihan kawan. mau dipilih atau dibiarkan mengalir begitu saja?

so, mari kita belajar menjadi kaya dari sekarang, mumpung ada kesempatan. karena belum benar-benar kaya, berusaha seperti orang kaya saja. sifat orang kaya itu banyak syukur, banyak sedekah, banyak membantu orang, senang memotivasi pada orang lain, dan selalu bersemangat. tidak mudah mengeluh, dan selalu yakin Allah sudah mengatur rezeki masing2 orang.

aku ingat ada namanya teori ketertarikan, ketika kita memancarkan energi positif untuk sesuatu yang baik di depan kita, niscaya alam akan mendukung agar sesuatu itu terwujud. itu yang dikatakan para filsuf2 kuno. sedangkan kita? kita punya Allah yang Maha mendengar dan mengabulkan segala macam mimpi, dan doa2 kita. kurang apa lagi?

Cukuplah Allah untuk kita, yang mendengarkan curhat2 dan impian2 kita. cukuplah Allah tempat kita mengadu, memohon, dan berlindung. hanya Allah lah pemilik kekayaan yang haq, pemilik kebenaran mutlak, dan pemilik kekuatan mahadahsyat. hanya dengan kemurahan-Nya dunia ini masih berputar, dan dengan ketentuan-Nya segalanya bisa menjadi nyata.

Ya Allah, aku ingin sekali kaya… 🙂

Pasangan Hidup | #kutipan2

membaca buku karya Ridwansyah Yusuf Ahmad (Kang Ucup) pagi ini – Inspiratia Flava, lumayan memberi saya inspirasi. kebetulan saya membaca bagian belakangnya saja. di tulisannya yang berjudul “Ini Mimpiku Kawan”, saya mendapat suatu kesimpulan, bahwa salah satu “zat” di muka bumi ini yang bisa memberikan kita semangat hidup adalah “pasangan hidup kita”. 🙂

ada beberapa kutipan yang tertulis di sana tentang pasangan hidup, wanita. membuat saya ingin menuliskannya di sini agar dibaca oleh teman2 wanita, khususnya.

“wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan di manapun dia berada.” (Abdullah Gymnastiar)

“tanpa wanita takkan ada bangsa manusia. Tanpa bangsa manusia takkan ada yang memuji kebesaranMu.” (Pramoedya Ananta Noer)

“wanita tercipta bukanlah dari tulang ubun-ubun, sejatinya agar ia tidak menjadi tinggi (hati). dia juga tidak tercipta dari tulang tumit kaki, agar tidak diinjak-injak (harga dirinya). namun ia tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri, di dekat hati, agar ia dicintai … dan terletak di dekat tangan, sejatinya agar ia dilindungi …” (Novel 5 cm) —> ini yang paling keren

“wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia, umpama kacamata yang bersinar-sinar, tetapi tidak melihat apa-apa.” (anonim)

begitulah. wanita diciptakan untuk para pria, dan pria diciptakan untuk para wanita. berpasang2an. untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.

kami sangat sadar bahwa pernikahan bukan sekedar untuk menerima kelebihan dan kekurangan, lebih dari itu untuk saling menutupi kekurangan dan menguatkan kelebihan. (Ridwansyah Yusuf Ahmad)

Bila Nyawa telah Didownload

Masih ingat, kan ketika kita berdiskusi ttg usia beberapa waktu yang lalu? ya, hanya Allah yang Mahatahu semua itu. kita hanya bertugas mempersiapkan “data” apa saja yang nanti akan di”reinstall” oleh-Nya di akhirat sana. so, mulai sekarang, kita jangan pernah menyia-nyiakan waktu lagi, kita jadikan setiap detik dan detak kita adalah manfaat. tidak boleh lagi menunda-nunda kebaikan, apalagi malas. malas ngaji, malas kuliah, malas bersedekah, dan malas2 yang lain. #ini juga nasihat untuk diri saya sendiri.

semoga bermanfaat. 🙂

Coretan Imam Santoso

Ada yang menarik ketika BJ Habibie menjelaskan tentang kepergian istri tercintanya, Ibu Ainun, dalam buku terbarunya. Dia menjelaskan dengan istilah-istilah teknologi, ciri bapak yang satu ini banget. Habibie menggambarkan ketika Ibu Ainun meninggal sejatinya Tuhan telah “mendownload” nyawa (roh) nya. Habibie mengatakan bahwa manusia itu seperti komputer yang terdiri atas hardware dan software(Operating System). Hardware-nya adalah tubuh dan software-nya adalah roh atau nyawa.

View original post 487 more words

Bersyukur dengan Apa yang Ada

hari ini, tepatnya tadi siang, saya iseng ke BEC. penginnya sih jalan2, sambil cari2 cerita buat ditulis di sini. eeh, pas jalan2 kebetulan inget, pengin nambah RAM laptop. sudah lama saya memimpikannya. dari 2 giga, pengin saya tambah jadi 4 giga. oke! saya cari dealer ASUS yang ada di BEC. muter… muter… ternyata tidak hanya ada satu yang saya temui, tapi beberapa. saya datangi satu2, tanya berapa  saya harus mengeluarkan gocek untuk upgrade RAM dari 2 giga jadi 4 giga. inilah obrolan saya di masing2 toko.

“kalo jadi 4 giga sih 200 mas, kalo jadi 6 giga 300…” kata mas2 di toko pertama. saya pikir2 dulu. coba cek toko lain deh.

di toko kedua…

“4 giga ya, 250 mas…”. waduh, tambah mahal. saya pindah ke lantai atasnya (lupa lantai berapa), berharap ada yang lebih murah.

“kalo di sini sih 275 mas…” kata masnya di toko ketiga. waduh, kok tambah mahal. akhirnya saya coba menghampiri satu toko terakhir. berharap bisa lebih murah dari toko2 yang sebelumnya. it’s the last!

“laptopnya tipe apa?” masnya nanya. saya jawab, “X44C mas, rada jadul emang..”.

“coba saya cek dulu deh, ada slotnya apa nggak, takutnya RAMnya onboard..” masnya nawarin, mbuka bagian bawah laptop untuk ngeliat apakah ada slotnya atau nggak. saya juga awalnya ga paham.

onboard itu maksudnya apa, mas?” saya baru denger kata ini, makanya nanya. belum sempet masnya njawab, saya tanya lagi, “oya, kalo di sini nambah jadi 4 giga gitu berapa mas?”

onboard itu artinya RAMnya langsung terpasang di mainboard, jadi ga bisa dilepas. kalo harga 175..” jawab masnya.

waaah.. tepat sekali, lebih murah dibandingkan yang sebelumnya.. #mbatin. semoga bisa pasang di sini. hihihihi. belum lama saya senyum2 sendiri, tiba2 masnya berkata,

“ooo.. ini RAMnya onboard dik, ga bisa diganti atau ditambahi, jadi tetap 2 giga aja.. memang setahu saya tipe ini maksimal 2 giga RAMnya..”

… #terdiam

“wah, sayang sekali. padahal pengin bisa lebih cepet laptopnya, apalagi kalo pas main game Corel Draw dan Adobe Photoshop.. makasih mas..”

sayapun pulang dengan tertunduk. beginilah akibatnya jika berangkat dengan pikiran kosong. pulangnya dengan tangan kosong. 😛 tapi gapapa, ada hikmahnya.

saya jadi mikir. begitu hinanya seorang hamba yang telah diberi suatu nikmat, tapi tidak bersyukur. sedangkan adzab Allah itu sangat pedih, untuk mereka yang tidak mau bersyukur atau kufur. astaghfirullah. ingat firman Allah.

“la-in syakartum la-aziidannakum, wa la-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid..”

pesan saya : disyukuri saja segala sesuatu yang teman2 miliki. sekurang-kurangnya, pasti ada yang lebih kurang lagi. punya laptop dengan RAM 2 giga, kudu disyukuri, untung ga 1 giga. betul tidak? masih banyak juga kan, saudara kita yang bahkan belum punya laptop.

terimakasih ya Allah sudah mengingatkan hambaMu yang hina ini, jadikan hamba orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan pada hamba.  dan jadikan pula hamba termasuk orang yang bersabar. aamiin. :’)

#meaningful

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"