Beberapa Wejangan | #silaturrahmi

ketika bersilaturrahmi kepada sanak saudara dan keluarga, saya mendapat banyak cerita tentang nasab dan kisah2 klasik para orang tua jaman dulu, namun ketika bersilaturrahmi kepada asaatidz, kami mendapatkan yang berbeda. kami mendapat banyak sekali ilmu agama dan beberapa wejangan sebagai oleh-oleh untuk kami. alhamdulillaah, beberapa ustadz yang kami kunjungi di antaranya Habib Umar Assegaf, Ust. Fakhrul Wathon, Ust. Mujib, dan Habib Syech Maulakhaila.

peliharalah ilmu dan akhlak

wejangan pertama yang kami dapat dari guru2 kami ialah agar kami menuntut sebanyak-banyaknya ilmu agama, menjaga, dan mengamalkannya, serta berakhlak mulia.

tuntutlah ilmu, karena ia adalah cahaya, dan kebodohan adalah kegelapan. tuntutlah ilmu karena ia adalah warisan para Nabi dan Ulama’ untuk kita. tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina, begitu pesan Rasulullah saw. seberat apapun perjuangan dalam menuntut ilmu, insya Allah ilmu yang didapat masih lebih baik baginya daripada beratnya perjuangan. tuntutlah ilmu, karena derajat kita akan diangkat oleh Allah karenanya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

jagalah ilmu, karena ia satu2nya yang pasti bisa kita wariskan kepada anak-cucu kita. jagalah ilmu karena ilmu akan menjaga kita dengan kekuasaanNya. muliakan ilmu, Allah akan memuliakan kita dengan ilmuNya.

dalam kitab Ad-Darimi disebutkan :

Ali radliallahu ‘anhu berkata: “Hendaklah kalian belajar, jika sudah kalian pelajari, pertahankanlah, dan janganlah kalian mengotorinya dengan banyak tertawa dan senda gurau, karena hal itu mematikan hati”.

amalkanlah ilmu, karena keberkahan ilmu itu bukan karena banyaknya, tapi karena ia diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. sedikit ilmu yang diamalkan insya Allah lebih baik daripada banyak ilmu namun tidak diamalkan. tanpa amal, ilmu bagaikan pohon yang tak berbuah. pohon yang tak berbuah, tak ada gunanya melainkan hanya sebagai tempat istirahat yang rindang.

tapi setinggi apapun ilmu kita, tidak akan ada cahaya di dalamnya kecuali diiringi dengan akhlak yang mulia. seorang ahli ibadah yang tidak berbakti kepada orangtua tak ubahnya seperti Al-Qomah, yang tertunda ajalnya karena tidak ada ridho dari ibunya. pun sebaliknya, orang yang penuh santun namun tidak berilmu, sia-sialah sebagian berkah hidupnya.

Imam Ja’far ash-Shadiq as. berkata, “Siapapun yang tidak memiliki ilmu dan akhlak mulia adalah seperti anak yatim piatu yang kehilangan kedua orangtuanya.”

akhlak, bukan sesuatu yang mudah untuk diasah, karena ia berasal dari hati. bersihkan hati, mantapkan iman, kepada Allah, malaikat, rasul, kitab, hari akhir, dan ketentuan baik dan buruknya. insya Allah dengan hati yang bersih dan iman yang mantap, kita akan lebih mudah dalam meneladani Rasul kita, Muhammad saw.

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam : 4)

kunci sukses

wejangan lain yang kami peroleh ialah ttg kesuksesan. bahwa kesuksesan itu tidaklah hanya sebatas kita kaya, bahagia, istri cantik, usaha berkembang, dapat meraih beasiswa luar negeri, atau kita bisa naik haji beberapa kali. tapi makna kesuksesan yang sebenarnya ialah yang ada di dalam do’a kita sehari2.

“Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar”

kesuksesan hakiki ialah ketika kita mendapatkan kebaikan untuk urusan di dunia, apapun bentuknya, juga kebaikan untuk urusan akhirat, apapun bentuknya, dan berujung pada terbebasnya kita dari api neraka. sungguh karunia yang luar biasa ketika kita bisa mendapatkannya. aamiin. ^^

ada 3 kunci untuk meraih kesuksesan menurut yang beliau kisahkan. pertama ialah mencari rezeki dengan cara yang halal. dalam hal ini terdapat firman Allah :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

dalam salah satu hadits arba’iin juga disebutkan, intinya, do’a seseorang yang makan dari penghasilan haram, berpakaian darinya pula, tidak akan diterima oleh Allah swt. nah, ketika do’a tidak diterima, bagaimana seseorang itu bisa meraih kebaikan di dunia dan akhirat?

kedua, senang berkumpul dengan para ahli ilmu. dalam hadits nabi disebutkan :

Dari Anas bin Malik ra ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi Muhammad: ”kapankah hari kiamat itu, ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah bertanya: “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” Dia menjawab: “Aku tidak mempersiapkan untuknya dengan memperbanyak shalat, puasa, dan sedekah. Tetapi aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Maka beliau pun berkata: “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” (Muttafaqun Alaih)

di jaman sekarang, mungkin ketika kita senang bergaul dengan para profesor dan ahli, maka kita akan mudah untuk meraih kebaikan2 di dunia, seperti jaringan ke perusahaan, proyek2, inovasi teknologi, beasiswa dan lain-lain. begitupula, ketika kita senang mengikuti majelis2 ilmu dan berkumpul dengan para ulama’, niscaya kita dengan mudah mendapatkan berbagai macam ilmu yang sangat berguna untuk meraih kebaikan di akhirat.

dan ketiga shalat bersama jama’ah. sudah banyak buku yang menyebutkan keutamaan shalat berjamaah. di antaranya dalam nilai-nilai sosial. ketika kita shalat berjamaah, maka kita bertemu dengan saudara kita yang lain, sehingga tali silaturrahmi menjadi erat dan terjaga. dengan tali silaturrahmi dan persaudaraan yang erat, maka insya Allah akan banyak kebaikan baik dunia dan akhirat yang akan kita raih. 🙂

cita2 bukan tujuan utama

“apapun yang kalian cita-citakan, atau apapun yang kalian jalani sekarang, jadikan itu sebagai sarana untuk mendakwahkan islam di atas muka bumi.”

setidaknya itu pesan inti yang saya peroleh dari Habib Syech Maulakhaila pada kami. beliau adalah pengasuh pondok pesantren Habibullah ketika kami nyantri di sana. dan saat ini beliau mnendirikan pondok pesantren sendiri, Nurut-tauhid yang terletak di desa Labanasem, Kec. Kabat, Banyuwangi.

ashabi bersama Al-Habib Syech Maulakhaila di depan Masjid Nurut-Tauhid

beliau menghimbau kami agar bisa menjadi profesional yang religius, yang menjunjung tinggi kalimat Laa Ilaaha Illal-laah Muhammadun-Rasuulullaah dalam setiap aktivitas kita.

it’s simple. untuk yang pengin jadi polisi, jadilah polisi yang baik : jujur, amanah, dan bekerja dengan penuh rasa ikhlas untuk kesejahteraan dan keamanan masyarakat. untuk yang jadi guru, jadilah guru yang baik : menjadi teladan yang baik, bertanggungjawab, dan sabar terhadap murid2. untuk yang jadi pengusaha, jadilah pengusaha yang baik : jangan lupa bahwa rezeki itu Allah yang mengatur, sabar, dan tekun. dan lain-lain. saya kira teman2 sudah paham apa yang saya maksudkan. 🙂

beliau juga mengingatkan agar kita selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah. karena itu yang akan menjadi penuntun jalan kita untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat.

Telah kutinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaituKitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

demikianlah, wejangan2 yang saya dapatkan ini semoga bukan hanya sekedar untaian kata2 yang saya share di sini, tapi juga bisa saya dan teman2 pembaca amalkan dalam kehidupan sehari-hari. insya Allah dengan begitu kita akan dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat bersama2. aamiin. 

semoga bermanfaat kawan. 🙂 (hbb)

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"

Musyrifah

Berani, Belajar, dan Bersabar

%d bloggers like this: