10 or 20 Years Later

Kawan, kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita pada 10 atau 20 tahun yang akan datang. Kita tidak akan pernah tahu sampai kita benar-benar mengalaminya. Mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita sudah berhasil menggapai semua impian kita, semua impian yang sering kita gembar-gemborkan ketika tengah malam di lantai atas markas kita. Atau mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita akan jatuh tersungkur, terpuruk, terkalahkan oleh kerasnya kehidupan.

Kita tidak pernah tahu, mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kehidupan beralih memihak kepada kita. Tidak ada lagi kelaparan di akhir bulan. Tidak ada lagi malam malam penuh kegalauan memikirkan pasangan, apalagi hasil ujian. Tidak ada lagi itu semua kawan.

Kawan, aku berharap 10 atau 20 tahun yang akan datang, ketika kita membaca ini semua, aku sedang berada di tribun VIP stadion Old Trafford. Duduk bersebelahan dengan Sir Alex Ferguson, yang saat itu sudah memutuskan pensiun, sembari melihat Manchester United merayakan gelar Premier League untuk yang kesekian kalinya. Dan kalian? Kalian mungkin sedang berada di Jepang, Amerika, Mekkah, Prancis, Papua, Borneo, atau tempat tempat indah lainnya di dunia ini. Sedang merajut menggapai semua mimpi.

Kawan, percayalah ketika 10 atau 20 tahun yang akan datang, saat kalian mulai jenuh dengan segala aktivitas kalian, bukalah tulisan tulisan ini. Sempatkanlah waktu untuk membacanya. Maka kalian akan tersenyum, tersipu, dan tertawa membayangkan kehidupan kita kala remaja. Kalian akan menyadari betapa ‘awesome’nya masa masa remaja kita. Betapa indahnya masa masa remaja kita. Betapa bodohnya masa masa remaja kita. Dan betapa beruntungnya kita bisa memiliki masa masa remaja seperti itu.

Kosan 24, tempat berbagi, tempat bermimpi

Teruslah menulis kawan, karena di saat kita sedih, galau, bimbang, sebuah tulisan akan sedikit menghibur dan menentramkan.

Teruslah menulis kawan, karena sebuah tulisan yang sarat akan makna memiliki kekuatan untuk mengubah masa depan.

Teruslah menulis kawan, karena di sini adalah tempat kita berbagi kabahagiaan 😀

Terakhir, aku ingin mengutip salah satu omongan teman kita. “Kelak, istriku akan berterima kasih kepada kalian karena sebagian besar kedewasaan suaminya terbentuk di sini”. lupa siapa yang ngomong.

By : Galih Rakasiwi GL’10

One thought on “10 or 20 Years Later

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s