Archive for August, 2012

Love Canal: Berkaca untuk Bangsa

Mungkin baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang cerita pilu dibalik bencana Love Canal, salah satu bencana lingkungan terbesar di Amerika Serikat, atau mungkin di dunia. Sebuah kanal di kitaran Sungai Niagara yang dibangun oleh seorang bernama William T. Love pada 1980 ini gagal diluncurkan sebagai salah satu monumen di kota yang direncanakan menjadi model kota sempurna. Konflik pemerintahan ditambah teknologi kelistrikan yang minim pada saat itu membuat kanal ini akhirnya tidak dapat beroperasi dan menjadi seonggok lahan kosong dengan luas 24.000 m2 bekedalaman hingga 40 meter.

Sekitar 50 tahun kemudian, Hooker Chemical, sebuah perusahaan kimia, membeli kanal tersebut untuk membuang limbah yang mereka hasilkan sebagai hasil samping produksi parfum, pelarut, pewarna, dan lainnya. Izin didapatkan dari pemerintah dan Kanal Cinta tersebut berubah fungsi sebagai penimbunan limbah yang kemudian diketahui mengandung (sebagian besar) dioksin dan benzena, dua zat yang karsinogenik dan amat beracun bagi makhluk hidup. Penimbunan ini pun penuh dan ditutup dengan pasir, tanah liat, serta vegetasi rerumputan pada tahun 1953.

Bencana mulai terjadi ketika pemerintah mendukung pembelian Love Canal oleh salah satu pihak sekolah, 99th Street School, yang putus asa mencari lahan pendidikan mereka karena mau tidak mau mereka harus memperluas lahan untuk mengimbangi penduduk yang mulai berdatangan. Satu dollar adalah harga yang akhirnya diberikan oleh Hooker Chemical untuk seluruh lahan pembuangan setelah sebelumnya mereka mewanti-wanti pihak pembeli akan bahaya yang akan dihadapi. Akhirnya perusahaan kimia tersebut mengibarkan bendera putih atas argumennya dengan satu syarat: ia bebas dari segala tuduhan bila ada kejadian buruk kedepannya.

Penggalian fondasi bangunan, penggunaan tanah liat pelapis limbah untuk pembangunan bangunan sekolah, dan berbagai hal lain yang dikenakan pada Love Canal membuat lahan yang harusnya tersegel itu terekspos pada alam. Air hujan mulai membanjiri kanal yang kemudian membawa aliran zat kimia berbahaya menuju sekolah dan perumahan di sekitarnya. Di beberapa tempat limbah bahkan terekspos sebagai genangan dan mirisnya dipakai bermain oleh anak-anak tak berdosa.

Bom Waktu

Leukimia, epilepsi, keguguran, mutasi genetik adalah hal yang biasa ditemui di Love Canal kemudian hari. Miris, sebuah kota dengan populasi yang terus meningkat harus menghadapi masa depan tersuram dalam sejarah kesehatan Amerika Serikat. Penelitian beberapa reporter yang dimulai pada 1976 memberikan fakta menakutkan tentang kualitas lingkungan yang amat buruk. Kucing bermata satu hingga bayi dengan sebaris gigi tambahan adalah fakta menakutkan yang membayangi semua orang di sekitar Love Cana. Pemerintah bergeming sesaat, kalap, menyangkal bahwa bencana tersebut datang dari limbah Hooker Chemical. Sementara itu, fakta lapangan terus berkata lain: 58% bayi mengalami kelainan saat dilahirkan, 33% tingkat kerusakan kromosom, dan angka-angka mengejutkan lain membuat pemerintah akhirnya menyegerakan  evakuasi yang diutamakan untuk anak di bawah usia dua tahun serta ibu hamil. Kota tersebut perlahan mati, ditutup, dan sebagian properti yang ada dihancurkan.

Kitaran Love Canal kini hanyalah kota mati. Seperti dilansir pada sebuah media yang ditulis Dr. Elizabeth Whelan, ‘a public health time bomb‘ telah benar-benar meledak dan menimbulkan bencana yang mengerikan. Bencana kesehatan yang bermuara pada satu hal: musnahnya sebuah ekosistem kota.

Kanal berbahaya tersebut saat ini telah dikubur dengan plastik tebal, tanah liat, dan pasir. Lahan tersebut disegel dan dibatasi oleh pagar kawat untuk keamanan lebih lanjut. Bencana Love Canal menjadi kisah pilu yang seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak pihak; sebuah contoh nyata bahwa bumi memiliki kapasitas untuk menampung limbah yang dihasilkan manusia.

Berkaca untuk Bangsa

Love Canal mungkin sudah ditutup, namun kanal-kanal kecll rupanya tumbuh berkembang di Indonesia tanpa diketahui oleh masyarakat sekitar. Beberapa kasus terkuak ketika kondisi sudah memburuk: bau busuk, keracunan air tanah, dan kerusakan lainnya. Oknum-oknum penimbunan limbah berbahaya di negeri ini rupanya tak diapat di hitung jari. Tak hanya pihak industri, pihak ketiga dengan slogan penyedia jasa pengolahan limbah pun bermain belakang dengan diam-diam menimbun umpan mereka sendiri. Sebuah potret menyedihkan yang amat tidak bijak. Ribuan peraturan yang dibuat tentang perlimbahan rupanya tak mampu mengukung para pihak terkait untuk mematuhi, bahkan dengan ganjaran yang telah dilipatgandakan.

Mungkin tragedi Love Canal mampu menjadi cermin bagi bangsa ini; atau bagi siapapun yang merasa memiliki andil dalam produksi limbah. Bumi memiliki kapasitas yang bukan berbentuk asimtot. Ada batasan tertentu dimana ia mampu dengan sukarela menampung apapun yang kita sia-siakan. Setelah itu? Bumi hanyalah lahan untuk dipijak yang harus dirawat. Butuh waktu yang panjang bagi planet biru ini untuk mengembalikan kapasitasnya dan kitalah yang bertanggungjawab untuk menyediakan waktu tersebut. Bukanlah fakta yang menyenangkan bila tragedi Love Canal kedua terjadi  di negeri ini. Melirik tragedi Bandung Lautan Sampah dan penuhnya TPST-TPST di Indonesia (bonus beberapa ledakan), bukan tidak mungkin hal itu terjadi. Harus ada upaya untuk mengembalikan bumi pada kapasitasnya semula.

Teknologi semakin berkembang dan dunia mulai sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Cleaner productionwaste treatment, hingga carbon footprintsudah dimulai bagi kalangan menengan ke atas dan pihak industri. Memilah sampah,recyclereuse, dan efektivitasi dengan mudah bisa dilakukan semua pihak. Mereka ada untuk diikuti, bukan untuk diketahui tanpa diaplikasikan. Banyak cara untuk mulai menghargai lingkungan dan membuat bumi kembali meregenerasi kapasitasnya sebagai penjaga keseimbangan alam, masihkah pantas kita beralasan untuk lalai?

Mari budayakan sikap peduli terhadap lingkungan.

Sumber : http://green.kompasiana.com/limbah/2010/08/30/love-canal-berkaca-untuk-bangsa/

Advertisements

Beberapa Wejangan | #silaturrahmi

ketika bersilaturrahmi kepada sanak saudara dan keluarga, saya mendapat banyak cerita tentang nasab dan kisah2 klasik para orang tua jaman dulu, namun ketika bersilaturrahmi kepada asaatidz, kami mendapatkan yang berbeda. kami mendapat banyak sekali ilmu agama dan beberapa wejangan sebagai oleh-oleh untuk kami. alhamdulillaah, beberapa ustadz yang kami kunjungi di antaranya Habib Umar Assegaf, Ust. Fakhrul Wathon, Ust. Mujib, dan Habib Syech Maulakhaila.

peliharalah ilmu dan akhlak

wejangan pertama yang kami dapat dari guru2 kami ialah agar kami menuntut sebanyak-banyaknya ilmu agama, menjaga, dan mengamalkannya, serta berakhlak mulia.

tuntutlah ilmu, karena ia adalah cahaya, dan kebodohan adalah kegelapan. tuntutlah ilmu karena ia adalah warisan para Nabi dan Ulama’ untuk kita. tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina, begitu pesan Rasulullah saw. seberat apapun perjuangan dalam menuntut ilmu, insya Allah ilmu yang didapat masih lebih baik baginya daripada beratnya perjuangan. tuntutlah ilmu, karena derajat kita akan diangkat oleh Allah karenanya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

jagalah ilmu, karena ia satu2nya yang pasti bisa kita wariskan kepada anak-cucu kita. jagalah ilmu karena ilmu akan menjaga kita dengan kekuasaanNya. muliakan ilmu, Allah akan memuliakan kita dengan ilmuNya.

dalam kitab Ad-Darimi disebutkan :

Ali radliallahu ‘anhu berkata: “Hendaklah kalian belajar, jika sudah kalian pelajari, pertahankanlah, dan janganlah kalian mengotorinya dengan banyak tertawa dan senda gurau, karena hal itu mematikan hati”.

amalkanlah ilmu, karena keberkahan ilmu itu bukan karena banyaknya, tapi karena ia diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. sedikit ilmu yang diamalkan insya Allah lebih baik daripada banyak ilmu namun tidak diamalkan. tanpa amal, ilmu bagaikan pohon yang tak berbuah. pohon yang tak berbuah, tak ada gunanya melainkan hanya sebagai tempat istirahat yang rindang.

tapi setinggi apapun ilmu kita, tidak akan ada cahaya di dalamnya kecuali diiringi dengan akhlak yang mulia. seorang ahli ibadah yang tidak berbakti kepada orangtua tak ubahnya seperti Al-Qomah, yang tertunda ajalnya karena tidak ada ridho dari ibunya. pun sebaliknya, orang yang penuh santun namun tidak berilmu, sia-sialah sebagian berkah hidupnya.

Imam Ja’far ash-Shadiq as. berkata, “Siapapun yang tidak memiliki ilmu dan akhlak mulia adalah seperti anak yatim piatu yang kehilangan kedua orangtuanya.”

akhlak, bukan sesuatu yang mudah untuk diasah, karena ia berasal dari hati. bersihkan hati, mantapkan iman, kepada Allah, malaikat, rasul, kitab, hari akhir, dan ketentuan baik dan buruknya. insya Allah dengan hati yang bersih dan iman yang mantap, kita akan lebih mudah dalam meneladani Rasul kita, Muhammad saw.

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam : 4)

kunci sukses

wejangan lain yang kami peroleh ialah ttg kesuksesan. bahwa kesuksesan itu tidaklah hanya sebatas kita kaya, bahagia, istri cantik, usaha berkembang, dapat meraih beasiswa luar negeri, atau kita bisa naik haji beberapa kali. tapi makna kesuksesan yang sebenarnya ialah yang ada di dalam do’a kita sehari2.

“Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar”

kesuksesan hakiki ialah ketika kita mendapatkan kebaikan untuk urusan di dunia, apapun bentuknya, juga kebaikan untuk urusan akhirat, apapun bentuknya, dan berujung pada terbebasnya kita dari api neraka. sungguh karunia yang luar biasa ketika kita bisa mendapatkannya. aamiin. ^^

ada 3 kunci untuk meraih kesuksesan menurut yang beliau kisahkan. pertama ialah mencari rezeki dengan cara yang halal. dalam hal ini terdapat firman Allah :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

dalam salah satu hadits arba’iin juga disebutkan, intinya, do’a seseorang yang makan dari penghasilan haram, berpakaian darinya pula, tidak akan diterima oleh Allah swt. nah, ketika do’a tidak diterima, bagaimana seseorang itu bisa meraih kebaikan di dunia dan akhirat?

kedua, senang berkumpul dengan para ahli ilmu. dalam hadits nabi disebutkan :

Dari Anas bin Malik ra ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi Muhammad: ”kapankah hari kiamat itu, ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah bertanya: “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” Dia menjawab: “Aku tidak mempersiapkan untuknya dengan memperbanyak shalat, puasa, dan sedekah. Tetapi aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Maka beliau pun berkata: “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” (Muttafaqun Alaih)

di jaman sekarang, mungkin ketika kita senang bergaul dengan para profesor dan ahli, maka kita akan mudah untuk meraih kebaikan2 di dunia, seperti jaringan ke perusahaan, proyek2, inovasi teknologi, beasiswa dan lain-lain. begitupula, ketika kita senang mengikuti majelis2 ilmu dan berkumpul dengan para ulama’, niscaya kita dengan mudah mendapatkan berbagai macam ilmu yang sangat berguna untuk meraih kebaikan di akhirat.

dan ketiga shalat bersama jama’ah. sudah banyak buku yang menyebutkan keutamaan shalat berjamaah. di antaranya dalam nilai-nilai sosial. ketika kita shalat berjamaah, maka kita bertemu dengan saudara kita yang lain, sehingga tali silaturrahmi menjadi erat dan terjaga. dengan tali silaturrahmi dan persaudaraan yang erat, maka insya Allah akan banyak kebaikan baik dunia dan akhirat yang akan kita raih. 🙂

cita2 bukan tujuan utama

“apapun yang kalian cita-citakan, atau apapun yang kalian jalani sekarang, jadikan itu sebagai sarana untuk mendakwahkan islam di atas muka bumi.”

setidaknya itu pesan inti yang saya peroleh dari Habib Syech Maulakhaila pada kami. beliau adalah pengasuh pondok pesantren Habibullah ketika kami nyantri di sana. dan saat ini beliau mnendirikan pondok pesantren sendiri, Nurut-tauhid yang terletak di desa Labanasem, Kec. Kabat, Banyuwangi.

ashabi bersama Al-Habib Syech Maulakhaila di depan Masjid Nurut-Tauhid

beliau menghimbau kami agar bisa menjadi profesional yang religius, yang menjunjung tinggi kalimat Laa Ilaaha Illal-laah Muhammadun-Rasuulullaah dalam setiap aktivitas kita.

it’s simple. untuk yang pengin jadi polisi, jadilah polisi yang baik : jujur, amanah, dan bekerja dengan penuh rasa ikhlas untuk kesejahteraan dan keamanan masyarakat. untuk yang jadi guru, jadilah guru yang baik : menjadi teladan yang baik, bertanggungjawab, dan sabar terhadap murid2. untuk yang jadi pengusaha, jadilah pengusaha yang baik : jangan lupa bahwa rezeki itu Allah yang mengatur, sabar, dan tekun. dan lain-lain. saya kira teman2 sudah paham apa yang saya maksudkan. 🙂

beliau juga mengingatkan agar kita selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah. karena itu yang akan menjadi penuntun jalan kita untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat.

Telah kutinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaituKitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad)

demikianlah, wejangan2 yang saya dapatkan ini semoga bukan hanya sekedar untaian kata2 yang saya share di sini, tapi juga bisa saya dan teman2 pembaca amalkan dalam kehidupan sehari-hari. insya Allah dengan begitu kita akan dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat bersama2. aamiin. 

semoga bermanfaat kawan. 🙂 (hbb)

Menemukan Silsilah | #silaturrahmi

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

memang benar, banyak hikmah di balik anjuran untuk “silaturrahmi”, khususnya kepada anggota keluarga dan kerabat. sesuatu ini saya rasakan sepanjang hari2 lebaran. mulai dari silaturrahmi kepada tetangga, keluarga dekat, keluarga jauh, kerabat, guru2 SMA, hingga asaatidz saat nyantri dulu. dari beliau2, banyak sekali pelajaran dan ilmu yang saya dapatkan. mulai dari pohon silsilah hingga ilmu agama dan kehidupan.

silsilah, saya dapatkan ketika bersilaturrahmi ke rumah bu Juwariyah. beliau adalah anak perempuan dari kakak perempuan tertua yang seayah-seibu dari kakek saya dari ibu. huft. beliau kebetulan tinggal bersama anak perempuannya yang bisa dibilang setingkat dengan saya, bedanya beliau sudah memiliki cucu (artinya sama seperti cucu saya, waw).  namanya mbak Tati. beliau inilah yang banyak bercerita tentang silsilah yang berawal dari buyut saya (buyut = bapaknya kakek).

setelah diurut2 silsilahnya, ternyata eh ternyata, mayoritas tetangga rumah saya adalah keluarga saya juga. bukan dari kakek tapi dari buyut. semoga dengan begini kita jadi lebih mengenal nasab dan bisa belajar menjadi anggota keluarga yang baik. 🙂

selain ketemu dengan cucu, saya juga bisa bertemu dengan sepuh2 di keluarga saya. dari jalur ayah, maupun jalur ibu. ketemu sepupu, keponakan, pak dhe, bu dhe, pak lik, bu lik, saudara dari jalur ini, saudara dari jalur itu, subhaanallaah banyak sekali anggota keluarga yang saya temui. sayangnya belum bisa ketemu calon mertua, hehe. 😛

ayah dan saya. gantengan yang mana hayoo..? 😛

pesan yang ingin saya sampaikan, jangan malas dan segan silaturrahmi kepada saudara2 kita, teman, guru, ustadz, apalagi keluarga. mau kan jalan rezeki teman2 dilancarkan dan usia teman2 menjadi barokah? mari sambung tali silaturrahmi, mari meraih berkah dari setiap detik umur kita. ^^

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”

semoga bermanfaat. (hbb)

333 dalam Cerita | kisah cinta 10 hari

Big Idea from The Small

sesuatu yang tumbuh besar, pasti berawal dari sesuatu yang kecil. begitu pula ide untuk mengadakan acara “buka bersama dan santunan 333 anak yatim, piatu, dan dhu’afa” ini.

ide awal ialah buber alumni IA2 (Archapada) bersama anak yatim di panti asuhan. saya sendiri alumni IA3. detik demi detik ide berkembang, dan terus berkembang, hingga menjadi “buber dan santunan 333 anak yatim, piatu, dan dhu’afa” yang cakupannya bukan lagi sepanti asuhan, tapi sekota Banyuwangi dan sekitarnya.

bismillaah ya.. ^^

beberapa panitia dan pembina, pak Cahyo

Berapapun, Kami Terima

suatu acara tidak akan berjalan tanpa dana, begitu teori umumnya. hehe. begitu pula acara kami ini. setelah kami hitung2 kebutuhan, ternyata dana yang kami butuhkan tidak sedikit. ya, panitia kecil ini membutuhkan dan tidak kurang dari 15 juta rupiah. wah2.

kami punya ide. dana segar yang kami butuhkan kami rencanakan berasal dari hasil penjualan voucher dan donasi langsung. voucher dijual mulai harga IDR20000 hingga IDR100000, mulai harga pelajar hingga VIP. dana juga kami kumpulkan dari donasi langsung. tim sponsorship dibantu oleh teman2 panitia yang lain mencari donasi ke beberapa donatur besar, perorangan maupun lembaga. tidak lepas pula guru2 SMA, teman kuliah, dosen, bahkan anggota keluarga dan tetangga menjadi “incaran” kami. bukan masalah, berapapun rupiah yang mereka donasikan. berapapun kami terima, asal ikhlas. 🙂

alhamdulillaah, sistem voucher seperti ini terbukti efektif. dari voucher ini (saja) diperoleh dana sekitar 1/3 dari total kebutuhan. sedangkan dana dari donasi langsung, hampir mencukupi 2/3 sisanya. #super lah.

18 Juta dalam Sepekan

angka yang sesungguhnya sekitar 18 juta rupiah. angka yang harus kami penuhi dalam waktu kurang dari 10 hari, semenjak panitia kami resmi “bergerak”. ini adalah dana minimal untuk menjamin acara ini dapat berlangsung.

alhamdulillah, dengan kerjakeras dan kerjasama antarpanitia di bawah koordinasi tim sponsorship, 18 juta ini dapat tercapai juga. bahkan, mendekati hari H, donasi langsung dari para donatur masih saja bertambah. sampai2 kami bisa menambah nominal untuk santunannya. Allaahu akbar. pertolongan Allah selalu di saat yang tepat. ^^

Dahsyat!

mengutip komentar2 beberapa orang, menurut mereka acara ini tergolong dahsyat. dari segi persiapan, memang tergolong mendadak. acara ini fix akan dijalankan dalam waktu kurang dari 2 pekan. tanpa trackrecord, dan tanpa pengalaman khusus dari para panitia. alhamdulillaah pada akhirnya acara ini dapat berjalan sesuai rencana.

333 anak kami undang dari beberapa lembaga dan wilayah di kota banyuwangi dan sekitarnya

pondasinya adalah ini. acara ini dibangun atas optimisme kami (para panitia) yang tinggi. hehe. kami selalu optimis, tidak peduli orang mau percaya atau tidak dengan organisasi baru ini. moving forward, go ahead, let our vision comes true, itulah yang terngiang2 di kepala kami. kami selalu percaya usaha kami ini tidak akan sia2 dan kami yakin pertolongan Allah selalu menyertai kami. 🙂

323 dari 333

kami optimis mendatangkan 333 anak. tapi tidak menyangka 323 di antaranya bisa datang. dengan izin Allah, semua ini terjadi.^^ ternyata anak2 yang kami undang, baik dari lembaga (panti) maupun nonlembaga, sangat antusias untuk mengikuti acara kami. kami sempat pesimis di awal acara karena tidak semuanya datang secara bersamaan. ada yang menyusul pada jam 2, jam stgh 3, bahkan ada yang pada sore harinya. setelah LO kami menghitung, alhamdulillaah hanya selisih 10 orang dari yang kami targetkan. terimakasih kami ucapkan untuk Pak Ipung, yang ikut membantu dalam mengumpulkan anak2 yatim, piatu, dan dhu’afa ini. 🙂

senyuman mereka, kebahagiaan kami

Pertama dalam Sejarah

dikutip dari kata orang juga : acara “buber dan santunan 333 yatim, piatu, dan dhu’afa” ini tergolong kegiatan santunan pertama yang diselenggarakan oleh mahasiswa banyuwangi. semoga bisa menjadi acara rutin tiap tahun, dan bisa menjadi inspirasi bagi terbentuknya kegiatan lain yang lebih produktif.^^

Tentang IAPB

Baru, dan Independen

IAPB atau Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi (penginnya) merupakan organisasi yang independen, tidak berada di bawah “bayang2” organisasi lain. IAPB (harapannya) berisi para mahasiswa, alumni pelajar dari SMA manapun di Banyuwangi. ups! bagaimana dengan teman2 kita yang SMAnya bukan di banyuwangi? baiklah, yang penting para alumni yang peduli pada daerahnya.^^ organisasi ini berencana mengusung visi dan misi strategis untuk mewujudkan generasi muda Banyuwangi yang gemilang di masa depan.

karena belum resmi, kami para alumni dari bagian Banyuwangi timur (bukan pendiri lho) mengajak kawan2 alumni sekolah lain (Banyuwangi barat, selatan, dan utara) untuk bergabung. minimal kita bisa membantu adik2 kita yang baru lulus SMA untuk pergi kuliah di luar sana. maksimalnya, tak terbatas. karena kita ingin Banyuwangi maju, semaju-majunya. terutama oleh generasi mudanya, seperti kita. 🙂

yang masih semangat angkat tangan!!! ^^

Who supported 333

terimakasih kami ucapkan kepada :

Pak Heru Baskoro, selaku owner Pondok Wina. beliau telah membantu kami dalam pengadaan tempat dan sarana-prasarana untuk acara. hall and sound system. terimakasih pak Heru.^^

Khotmil Qur’an Adz-Zikr, sebagai donatur terbesar untuk acara ini. terimakasih pak Wahyudi, pak Heru, dan seluruh pengurus majelis ta’lim ini.^^

Untag Banyuwangi, teman2 dari universitas ini, telah membantu pengadaan spanduk dan backdrop, serta menghadirkan nutri sari sebagai penyedia minuman takjil. #lumayan. terimakasih mas Awi, dan kawan2nya.^^

Remas Masjid Agung Baiturrahman, kalian telah memberi kita banyak pelajaran berharga, tentang kerjasama dan pentingnya silaturrahmi. terimakasih habib mustafa, bang aden, mas surip, dan ali. terimakasih juga kepada iklima, sebagai pengisi tilawah di acara kami.^^

(hbb)

333 : dari Alumni untuk Banyuwangi

“Ramadhan Penuh Cinta”

Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi dengan bangga mempersembahkan acara “Buka Bersama dan Santunan 333 Anak Yatim, Piatu, dan Dhu’afa” yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2012 atau bertepatan dengan 27 Ramadhan 1433 H, bertempat di Hall Pondok Wina Banyuwangi.

Konten dari acara ini antara lain : buka puasa bersama anak yatim, piatu, dan dhu’afa, motivation training, games, dan kajian Ramadhan, dan santunan.

Acara ini tercetus atas rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak yatim, piatu, dan dhu’afa yang ada di wilayah kota Banyuwangi dan sekitarnya. Dihadiri oleh sekitar 333 anak yatim, piatu, dan dhu’afa, dan ratusan pemuda sebagai peserta, acara ini merupakan yang pertama sebagai buah dari kolaborasi antar mahasiswa sebagai alumni pelajar Banyuwangi.

Ayo dukung dan hadiri acaranya!!! Dukungan bisa melalui donasi langsung atau pembelian voucher santunan. Voucher sekaligus tiket peserta untuk mengikuti acara ini.

Bagi kawan2 yang sudah berada di Banyuwangi, bisa membeli Voucher-nya di agen2 kami :
Yudha Dwi Laksono 085746536586 dan
Setia Wulandari 085236581432

dengan Jenis Voucher yang kami sediakan ialah :
Pelajar Rp20.000,00
Mahasiswa Rp30.000,00
Umum Rp50.000,00
VIP Rp100.000,00

atau jika masih berada di luar Banyuwangi, dapat pula melakukan pemesanan voucher secara online dengan menghubungi :
Galuh Dewi Lestari
HP. 085785409000

Adapun donasi berupa uang dapat dikirimkan melalui :
Bank Mandiri
a.n. Galuh Dewi Lestari
No. Rek. 1430010166831

Bank BNI
a.n. Habibi Alisyahbana
No. Rek. 0232039160

Dan konfirmasi pengiriman ke :
Galuh Dewi Lestari
HP. 085785409000

Terimakasih banyak. Semoga Allah swt senantiasa membalas dukungan dan niat baik Anda. Aamiin.

BELI VOUCHER = DONASI, DONASI = VOUCHER KE SURGA (insya Allah)

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

CP : Habibi Alisyahbana 085746772058

10 or 20 Years Later

Kawan, kita tidak pernah tahu ke mana takdir akan membawa kita pada 10 atau 20 tahun yang akan datang. Kita tidak akan pernah tahu sampai kita benar-benar mengalaminya. Mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita sudah berhasil menggapai semua impian kita, semua impian yang sering kita gembar-gemborkan ketika tengah malam di lantai atas markas kita. Atau mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kita akan jatuh tersungkur, terpuruk, terkalahkan oleh kerasnya kehidupan.

Kita tidak pernah tahu, mungkin 10 atau 20 tahun yang akan datang kehidupan beralih memihak kepada kita. Tidak ada lagi kelaparan di akhir bulan. Tidak ada lagi malam malam penuh kegalauan memikirkan pasangan, apalagi hasil ujian. Tidak ada lagi itu semua kawan.

Kawan, aku berharap 10 atau 20 tahun yang akan datang, ketika kita membaca ini semua, aku sedang berada di tribun VIP stadion Old Trafford. Duduk bersebelahan dengan Sir Alex Ferguson, yang saat itu sudah memutuskan pensiun, sembari melihat Manchester United merayakan gelar Premier League untuk yang kesekian kalinya. Dan kalian? Kalian mungkin sedang berada di Jepang, Amerika, Mekkah, Prancis, Papua, Borneo, atau tempat tempat indah lainnya di dunia ini. Sedang merajut menggapai semua mimpi.

Kawan, percayalah ketika 10 atau 20 tahun yang akan datang, saat kalian mulai jenuh dengan segala aktivitas kalian, bukalah tulisan tulisan ini. Sempatkanlah waktu untuk membacanya. Maka kalian akan tersenyum, tersipu, dan tertawa membayangkan kehidupan kita kala remaja. Kalian akan menyadari betapa ‘awesome’nya masa masa remaja kita. Betapa indahnya masa masa remaja kita. Betapa bodohnya masa masa remaja kita. Dan betapa beruntungnya kita bisa memiliki masa masa remaja seperti itu.

Kosan 24, tempat berbagi, tempat bermimpi

Teruslah menulis kawan, karena di saat kita sedih, galau, bimbang, sebuah tulisan akan sedikit menghibur dan menentramkan.

Teruslah menulis kawan, karena sebuah tulisan yang sarat akan makna memiliki kekuatan untuk mengubah masa depan.

Teruslah menulis kawan, karena di sini adalah tempat kita berbagi kabahagiaan 😀

Terakhir, aku ingin mengutip salah satu omongan teman kita. “Kelak, istriku akan berterima kasih kepada kalian karena sebagian besar kedewasaan suaminya terbentuk di sini”. lupa siapa yang ngomong.

By : Galih Rakasiwi GL’10

Banyuwangi, Sebuah Contoh Perubahan

Kawan2 mengenal kota yang satu ini? Belum? Oke, Banyuwangi ialah sebuah kabupaten di ujung timur pulau Jawa, yang diapit oleh tiga kabupaten dan satu selat. Bagian timur berbatasan langsung dengan selat Bali, bagian barat adalah Kabupaten Jember dan Bondowoso, bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, dan bagian utaranya berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo. Di dalamnya terdapat kota kecil bernama Banyuwangi, kota tempat saya dilahirkan, dan tempat keluarga saya tinggal.

Peta Kabupaten Banyuwangi

Letak Banyuwangi secara geografis berada di ujung pulau. Meski begitu, Banyuwangi memiliki potensi yang tak kalah besarnya dibandingkan kabupaten lain di sekitarnya. Mulai dari potensi pariwisata, industri, hingga potensi ekonomi. Tidak heran, kenapa Kang Anas, bupati Banyuwangi sekarang, berani membuat julukan untuk Banyuwangi ini The Sunrise of Java, atau “Matahari Terbit nya Pulau Jawa”. #wiiih

Wait! Ternyata tidak semudah membalik telapak kaki menjuluki Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java, semacam visi yang terlalu berat. Memang benar. Pada awalnya, saya sendiri merasa aneh, karena yang saya ketahui Banyuwangi belum cukup bagus dari segi infrastruktur waktu itu. Masih banyak pembangunan infrastruktur yang belum rampung, infrastruktur lama yang belum diperbaiki, dan rencana pembangunan beberapa infrastruktur baru yang belum terealisasikan. Namun seiring berjalannya waktu, Banyuwangi mulai berbenah.

we have already changed

Perubahan pertama yang saya lihat ialah TMP. Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, dulunya terlihat gelap, kumuh, dan kurang teratur karena banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Sekarang terlihat begitu berbeda. Tidak ada lagi pedagang liar seperti tahun-tahun sebelumnya, warung remang2, atau apapun yang mengganggu pangdangan mata. Kini di bagian depan, sudah ada tamannya, yang sudah terang benderang, dan sudah diperbarui rumput, dan jalannya. Dihiasi pula dengan beberapa pohon palem yang tertata sangat rapi dan satu gazibu agak besar. Masyarakat tidak merasa angker lagi. Mereka “sangat” bisa bermain2 di taman ini bahkan saat malam hari. Apalagi tersedia hotspot di gazibunya. #wah mantap. Perubahan yang cukup dahsyat.

TMP sekarang, dilihat dari depan

Masjid Agung Baiturrahman, alhamdulillaah,akhirya selesai juga renovasinya sejak beberapa tahun yang lalu (saya lupa). Kini Masjid ini terlihat lebih hidup dan menjadi pusat kegiatan keislaman terbesar di sini. Selain berperan sebagai penyelenggara agenda2 keislaman rutin dan insidental, masjid ini juga berperan dalam pelayanan informasi untuk seluruh ummat muslim di Banyuwangi khususnya, melalui media elektronik seperti radio Baiturrahman FM dan TV Baiturrahman. Desain masjidnya yang megah, dan suasana interior yang teduh dan nyaman, membuat para jama’ah semakin senang untuk datang dan beribadah di masjid ini. Sungguh menyenangkan.

Masjid Agung Baiturrahman yang telah direnovasi

Tak mau kalah dengan MA Baiturrahman yang telah selesai renovasinya. Taman Sritanjung pun dibenahi. Maklum, taman pusat kota ini terletak persis di depan MA Baiturrahman. Bagaimana mungkin suatu alun-alun (pusat kota) dengan masjid bagus, tapi tamannya sangat jelek dan mengerikan? Pertanyaan ini langsung terjawab oleh action yang diterapkan oleh pemerintah Banyuwangi. Taman Sritanjung benar-benar seperti kamar tidur anak2 yang penuh dengan mainan berserakan, kemudian dibereskan dan dirapikan mainannya sehingga berada di tempat yang semestinya. Dulu, taman ini begitu tertutup dengan pagarnya, terlihat tidak rapi karena selain tamannya tidak terawat, banyak pula pedagang kaki lima yang mangkal di pinggir jalan. Yang terjadi ialah jalan menjadi tempat parkir pembeli dan ini sangat mengganggu. Belum lagi lampu taman banyak yang mati sehingga taman menjadi gelap dan menjadi tempat favorit orang pacaran (bergelap-gelapan). And now… really different! 

Yang dulunya tertutup, sekarang terbuka, siapapun bisa masuk dari arah manapun.

Taman Sritanjung di depan Masjid Agung Baiturrahman

Yang dulunya pohon2 tidak terawat sehingga menjadikan tamannya terlihat gelap, sekarang diganti dengan tanaman2 hias yang indah. Pandangan menjadi terang. Jalan2 yang dulu tidak jelas karena sudah hampir tertutup tanah, sekarang terlihat jelas, bersih dan luas sehingga sangat nyaman bagi pejalan kaki, baik yang muda maupun yang tua. #mantap lah.

Jalan setapak di Taman Sritanjung

Yang paling mengesankan, para pedagang tidak berserakan seperti mainan lagi. Kini ada spot khusus di tepi selatan taman yang khusus digunakan sebagai tempat berjualan makanan. Semacam food court. Sehingga … terlihat awsome! 😉

Food Court di Taman Sritanjung

Rapi bukan? #haha. Menurut saya ini sudah sangat bagus untuk sebuah perubahan. Alhamdulillaah.

Dan masih banyak lagi perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun ini, yang tidak bisa saya ceritakan semuanya. Di antaranya ialah bandara Blimbing Sari yang sudah mulai beroperasi, perbaikan beberapa ruas jalan, dan pembangunan ruko dan perumahan yang menandakan perekonomian Banyuwangi sudah mulai berkembang.

Itulah kawan. Sedikit kisah tentang Banyuwangi. Sebuah kota kecil yang mampu berubah secara mandiri. Kota kecil yang membuat saya semakin merasa memiliki dan mencintai potensi negeri ini. Ini ceritaku, mana ceritamu? (hbb)

“I love this city, and I love it’s change”

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"