Prihatin : Pedagang Main Petak Umpet

peraturan baru. mungkin itu yang membuat ibu2 ini nekat melakukan hal yang (menurut saya rada) tidak wajar. mereka bersembunyi di bawah bangku penumpang kereta api, atau bahasa jawanya “ndelik ning ngisor bangku sepur”, atau (lagi) bahasa osingnya “sengidan nong ngisore bangku sepur”. adakah dari teman2 yang pernah melihat kejadian ini, atau malah bangku teman2 sendiri yang dipake sembunyi? *ehehe.

ketika salah satu ibu2 ini ditanya mengapa mereka melakukan itu, beliau menjawab : “sing penting aku gak maling mas,.. ” kurang lebih begitu. terjemahnya : “yang penting saya tidak mencuri, mas,..” hmm.. ya masuk akal menurut saya, tapi cukup memprihatinkan. dan pasti beberapa dari anda masih bingung, prolog di atas sedang membicarakan apa. kalau nggak, ya alhamdulillaah. 😀

kejadian ini saya alami ketika saya pulkam dari Bandung naik kereta api. peristiwa ini terjadi di kereta Lempuyangan-Banyuwangi, yaitu kereta Sritanjung. saya bersama Angga, teman saya, yang kebetulan juga pulang ke Banyuwangi dari Jogja pada tanggal yang sama. oke, naiklah kita ke kereta Sritanjung gerbong 3. perjalanan dimulai.

awalnya sih oke-oke saja. seakan semua lancar aman terkendali. ketika kami hampir sampai di stasiun Madiun, beberapa ibu “menggeruduk” mendekati tempat kami duduk (bangku kami), begitu kata Angga. “Le, nunut ndelik ya..”, kata ibu2 itu. terjemahan : “nak, ikut sembunyi ya..”. ??? si Angga yang nggak tahu apa2 awalnya bingung, naon ieu tah? sampai kemudian kereta berhenti di stasiun Madiun. sesaat sebelum kereta berhenti, ibu2 itu sudah tidak terlihat lagi. *sakti juga ya, haha. ya, mereka masuk ke bawah kolong bangku kami dan mengatur sedemikian rupa agar semua badannya masuk dan tidak terlihat dari luar.

beberapa petugas keamanan (atau semacam itu) pun masuk kereta, dan memeriksa apakah ada asongan yang berkeliaran di dalam kereta, padahal seharusnya tidak boleh. mereka melewati kami, dan benar-benar seperti tidak melihat ada asongan di sini. sampai semua lewat. ketika kereta sudah mulai berangkat lagi, saya yang waktu itu terbangun (makanya kenapa saya sebut Angga yang ngomong, karena saya sedang tidur, hehe) dari tidur, kaget. bagaimana tidak, tiba-tiba ada tangan keluar dari bawah bangku, dan berteriak rada lirih “mas tolong bantu keluar mas..” wih, apa ini? setelah saya diamkan, oooh…ternyata orang. ibu2. pikir saya, waduh bu2, ngapain juga sembunyi sih, kalo susah keluarnya. ckckck. nah, barulah ceritanya seperti di bait2 awal tadi.

gambar : ibunya sedang keluar dari bawah bangku, tepat di depan saya. ini nih, yang bikin saya kaget pas baru bangun tidur. tangannya tiba2 muncul dari bawah bangku dan berteriak minta tolong..

fiuhh. saya yakin rezeki tiap2 orang telah diatur semuanya oleh Allah swt, bahkan telah tertulis di lauhun mahfuzh, bersama dengan ajal, dan takdir baik-buruk. perbedaannya, tiap orang mendapatkan rezekinya dengan jalan yang berbeda-beda. yang saya masih bingung, peraturan yang dibuat oleh PT. KAI ini apakah sudah membawa keadilan bagi beberapa pihak yang mungkin terlibat? saya tidak berani mengkritisi karena saya tidak tahu pasti peraturannya seperti apa. selama ini yang saya rasakan, sangat menyenangkan bagi penumpang, penumpang kini bisa merasa lebih nyaman, aman, dan terjamin. PT. KAI mungkin juga demikian, dengan peraturan baru ini, lebih mudah dalam mengontrol penumpang dan pelaksanaan layanan jasa perkereta apian lainnya. bagaimana dengan para pedangan asongan yang sedari dulu sangat bebas keluar masuk kereta api untuk mencari nafkah, yang sekarang tiba2 terbatas aksesnya. pedagang hanya boleh berkeliling saat kereta api berhenti atau saat perjalanan antar stasiun kecil saja. seharusnya, saat kereta bertolak dari stasiun Madiun, sudah tidak ada pedagang asongan lagi, alias mereka sudah turun di stasiun. tapi kenyataannya tidak selalu demikian.

Allah mahatahu apa yang sedang terjadi. semoga Allah membuka pintu hidayah untuk mereka semua, sehingga tidak ada lagi permainan “petak umpet-edisi kereta api” seperti ini lagi. sesungguhnya Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki. 🙂

 

2 thoughts on “Prihatin : Pedagang Main Petak Umpet

    1. ya mil. lebih mantep sekarang sebagai penumpang. 🙂
      itu fotonya pas orangnya sedang keluar dari bangku depanku. udah setengah keluar, aku telat ngidupin kamera HP nya. hehe. untung masih dapet.
      yang serem tuh pas tangannya doang yang keluar ndorong2 kardus barang punya orang depanku yang disimpen di bawah bangku. haha 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s