KKNT2012 : The Power of Smile

[6 Juli 2012] masih di Cihurip, Garut

Tak terasa sudah tinggal beberapa hari lagi kami (tim marketing) harus meninggalkan desa ini. Tugas bakti kami selama dua pekan hampir berakhir. Sekarang tanggal 6 Juli, dan jatah kami hanya sampai tanggal 9 Juli *sedih…*. Tapi meski begitu kami tidak menangis, masih ada tim koperasi dari kloter ketiga yang akan meneruskan perjuangan (baca : jihad) kami untuk membangun perekonomian desa ini. Tetap semangat #kknt!!!

Terima tongkat estafet kami…

Hari ini kami kebetulan berkesempatan bertemu dengan salah satu perwakilan dari tim koperasi, yaitu Elfida EL ’10. Jadi pagi ini agenda kami ialah ngebriefing Elfida mengenai apa yang telah kita perbuat lakukan selama hampir dua pekan ini, sekaligus memberi arahan tentang langkah ke depannya. Intinya, kami telah banyak membuat konsep tentang Administrasi, Kebendaharaan, Sistem Penggajian, Sistem Perputaran Modal, Sistem Pemasaran, dan Penentuan Harga Produk di pasaran. Kami juga sudah melakukan survey untuk mendapat data analisis pasar sebanyak-banyaknya demi keberterimaan dan kelayakan produk kami untuk dijual ke kalangan masyarakat menengah ke atas. Tambahan lagi, kami juga membuat label kemasan dan poster promosi untuk produk olahan pangan Desa Cihurip ini.

Nah, Koperasi kloter ketiga bertugas – selain masih – sebagai fungsi pemasaran produk, juga optimasi kerja para Ibu2 yang bekerja dalam Industri. Mungkin dalam hal ini controlling sangat penting, karena tim Industri kloter ketiga sudah tidak ada dan Industri harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang telah direncanakan. Perputaran modal bisa berlangsung lancar dan ada nilai tambah ekonomisnya di setiap produksi. Tujuan utama kami ialah (dari awal) untuk membuat masyarakat mandiri dalam meningkatkan mutu perekonomiannya masing-masing. Dan itulah tujuan akan dibuatnya koperasi di desa ini. *doakan ya… semoga berhasil dan lancar dalam keberjalanannya*

Semangat koperasi kloter ketiga!!!

Melintasi tiga negeri

Kami sebenarnya mau rapat seperti biasa. Tapi karena hari ini ada bule di kampung kami, ya kami sekalian ajak bulenya ikut rapat. Kebetulan mereka sedang ada program summer school dan kebetulan ITB yang ngurusin perjalanannya. Jadi hari ini, pas giliran mereka ke Cihurip ini. Sebelumnya mereka telah melakukan kunjungan dibeberapa industry, berwisata ke tangkuban perahu, dan lain-lain.

Oke, ternyata bule yang datang untuk ikut rapat ada tiga orang. Ketiganya berasal dari Negara berbeda. Satu orang dari Iran, namanya Ali. Satu lagi dari Jepang, namanya Shoutaro, panggilannya Shouta. Ini yang kata anak2 cewek ganteng *hehe, hayoo ketahuan lo…*. Satu lagi dari Pakistan, namanya Alex.

Kalo dibilang rapat sih bukan, malah terlihat seperti audiensi ke bule-bulenya *lho?..*. Awalnya si Kak Ridwan presentasi tentang Label yang telah kami buat. Tujuannya sebenarnya untuk mencari pendapat si bule aja. Bla… bla… bla… mereka memberikan beberapa advices, dan… overall, sudah lumayan bagus katanya. Alhamdulillaah… 😀

“What’s the next topic we’ll discuss?”, kata Ali.

Waduh, bingung nih, mau ngomongin apa lagi. Cting! Kak Ridwan akhirnya mempresentasikan tentang Salary System dalam Industri yang telah kami rancang sebelumnya. Bla… bla… bla… mereka tanya2, kami jawab, dan hmmm… (mereka paham). Lalu mereka kasih saran… Bla… bla… bla… Oke, thank you very much, dan… selesailah agenda “audiensi” kami siang ini.

Well, bukan cuma itu saja. Satu persatu dari mereka juga sempat menceritakan keadaan mengenai Negara mereka. Ali bercerita sangat banyak tentang Iran, termasuk teknologi nuklirnya. Shouta menceritakan mirisnya Jepang. Dan Alex menceritakan perkembangan Pakistan.

Ali –> Iran merupakan salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar. Jumlah penduduk muslim di Iran bisa mencapai 90% dari total penduduknya. Karena di Iran berlaku hukum Islam, maka semua wanita di Iran harus memakai hijab ke kemanapun mereka pergi, tidak boleh memakai celana pendek, apalagi rok mini, dari ujung rambut sampai ujung kaki harus tertutup, kecuali yang biasa tampak seperti wajah dan telapak tangan. Di Iran juga tidak ada sistem yang membuat kaum pria dan wanita bercampur dalam satu kondisi. Misalnya saja sekolah. Semua sekolah di sana memiliki tempat duduk siswa laki-laki dan perempuan yang terpisah satu sama lain. Interaksi antar lawan jenis sangat terjaga. Para wanita dilarang keras shaking hand (ind : jabat tangan) dengan pria yang bukan mahramnya. Di Iran, sangat dominan Syiah, sisanya Sunni. Tapi meski begitu, mereka tetap hidup rukun tanpa masalah berarti. Hebatnya, Iran memiliki teknologi nuklir sendiri. Bukan dari Amerika atau negara lain, tapi milik sendiri *wih, mantap lah yang ini*. Satu lagi, presiden Iran tidak serta merta diangkat karena menang suara saat pemilu, tapi harus ada persetujuan dari dewan ulama’, istilahnya. Jadi jika dewan ulama’ tidak mengijinkan presiden diangkat, maka presiden tidak akan diangkat.

“Kalian beruntung bisa tinggal di negara yang aman seperti Indonesia. Di Iran, sangat mudah terjadi masalah. Kadang2 cuma gara2 hal kecil orang bisa berantem,” kata Ali kepada kami

“Saya sangat kagum dengan orang Indonesia yang sangat murah senyum. Saya lihat senyum bisa membawa banyak kebaikan. Bahkan saat terjadi kecelakaan kecil lalu lintas pun, saya lihat hanya dengan senyum, masalah bisa terselesaikan di tempat. Berbeda dengan di Iran yang orangnya mudah emosi saling pukul”, lanjutnya

“Saya akan senang menceritakan ini (murah senyumnya orang Indonesia) pada siapapun”, lanjut Ali lagi

Begitulah, sepertinya pelajaran penting yang didapat Ali di sini adalah tentang senyum. J

Shoutaro –> Satu cerita dari Jepang. Jepang termasuk negara yang sibuk, apalagi di bagian ibukotanya, Tokyo. Meski liburan, Tokyo tetap sibuk dengan kegiatannya. Nothing to improve in Tokyo. Itu kalimat kunci kedua yang saya dapat. Tokyo sudah maju dan juga tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Berbeda halnya dengan China dan Korea yang saat ini sedang berkembang. *sedih sekali* Dia juga bercerita tentang wanita-wanita Jepang yang egois, selama mereka bisa hidup sendiri, mereka tidak membutuhkan suami, dan tidak pula ingin punya anak. *yang ini lebih sedih* 😦

Alex –> Pakistan hampir mirip dengan India, paras orang-orangnya. Bedanya di Pakistan populasi muslim adalah yang terbesar. Hampir seluruh masyarakatnya muslim, itu sebabnya nilai-nilai islam sangat kental di sini. Dalam 10 tahun terakhir, Pakistan juga mengalami peningkatan yang bagus. Kata Alex : “nice growing”. Yang menyebalkan adalah saat Amerika membuat masalah di sana. *huh* bersyukurlah, kalian di Indonesia tidak ada yang seperti itu.

*tuh, banyak bersyukur pren..^_^*

And we also passed 10 others

Malam harinya, kami kumpul bareng warga dan bule. Di sana ketigabelas bule datang kecuali satu, bule dari Singapura. Oke, ini nama2 bule yang saya ingat (nama sesuai dengan yang saya dengar) :

  • Willy dari Singapura
  • Jeny dari Hongkong
  • Sony dari Vietnam, katanya dia suka wajit
  • Lauk dari Vietnam *hihi*, di bahasa sunda, lauk itu artinya ikan
  • Patcman dari Iran
  • Kamal dari Singapura, ini bule yang da datang
  • Weiwei dari Vietnam
  • Ali dari Iran
  • Syahril dari Malaysia
  • Alex dari Pakistan, dan
  • Shoutaro dari Jepang
  • Nah 2 orang lagi saya lupa, maaf ya…*hehe*

Yah, intinya mereka senang datang ke Desa Cihurip ini, ada yang bilang masakannya enak-enak, orangnya ramah-ramah, dan ini akan menjadi memori yang indah bagi mereka. so sweet lah pokoknya.. 😀 *haha*

See you at the next story >>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s