KKNT2012 : Brain Storming, Integrating

Konsolidasi

Oke. Hari kerja pertama. “Aku siap”, begitu kata Sponge Bob *halah*. Rapat pagi hari merencanakan agenda harian di rumah Aul, Shinta, dan Indah. Mmmm… ada yang janggal. Seharusnya rapat seperti ini tidak dilakukan di hari H, tapi malam harinya, agar bisa bener-bener siap di keesokan harinya. *nanti diperbaiki, santai*

Masih butuh listrik

Kami sudah membuat janji dengan anak industry sebelumnya, kita akan mengobrol jam 10. Sedangkan kami selesai rapat pagi sekitar jam 9 kurang. Sambil menunggu jam 10, diprakarsai oleh ide cemerlang Kholis, kami akhirnya berencana main ke tempat PLTMH. Ternyata tidak cukup jauh dari perkampungan warga, cukup 10 menitan. Tapi rasanya, turunnya sih enak, butuh ati2 aja. Naiknya, lumayan butuh effort lebih, dengkul harus kuat, nafas teratur, dan konsentrasi. Oke, challenge accepted!

Hasil kerja kelompok PLTMH tahun lalu tergolong cukup bagus. Rumah-rumah RT 1 sudah hampir semuanya listriknya disuplai dari PLTMH. Wargapun bisa menyalakan lampu dan televisi. Tapi saying, satu hal yang membuat kami prihatin, yaitu lampu masjid jami’ *ga tau nama masjidnya apa* masih redup. Berbeda jauh dari rumah depan masjid yang terang benderang. Pertanyaannya, apakah warga Cihurip memang senang beribadah di tempat remang-remang seperti ini atau bagaimana? Masalahnya, di masjid RT 2 lampunya juga redup. *Nah lo*

Integrating (1)

Jam 10, kami langsung ke rumah produksi tempat anak industry nongkrong (baca : basecamp). Kami disuguhi penjelasan tentang progress industry A oleh salah seorang kloter 1, Dimas. Bla.. bla.. bla.. . kami juga dijelaskan mengenai diagram kerja Industry dan PJ2 dari kalangan Ibu2nya. Bla.. bla.. bla.. .

Setelah puas, kami sedikit diberitahu tentang cara2 pembuatan produk (wajit, kremes, ranginang, baso lele, krupuk lele, dan abon lele). Cukup lama mendengarkan, akhirnya penjelasan selesai. Kami pindah tempat dan menggerombol di ruang belakang dan berdiskusi sendiri. Masih berhubungan dengan hasil diskusi kita tadi, dalam diskusi ini yang kami bahas ialah penentuan PJ untuk hubungan dengan anak2 industry. Alhamdulillaah, akhirnya terpilih beberapa PJ yang cukup amanah dalam menjalankan tugasnya. J

Kepercayaan

Dalam proses KKNT ini, kami melibatkan warga, ga sopan dong kalo ga saling kenal dengan warganya? Setelah dhuhur, kami bersama anak Industri berjalan2 keliling kampung sambil bersilaturahmi dan berkenalan dengan warga sekitar. Warga cukup menyambut baik maksud kunjungan kami. Kamipun juga optimis dengan warga. Ya, semoga proyek ini bisa dijalankan secepatnya dengan kepercayaan antara kami dan warga. *aamiin*

Brain stroming

Diskusi ini dilaksanakan di rumah pak Amin, rumah yang ditinggali oleh Luhur, Satrio, dan Aqso. Kami mendiskusikan kira2 kegiatan social apa yang akan kami persembahkan untuk desa ini. Karena di desa ini banyak anak2, maka kami memutuskan yang menjadi obyek kegiatan sosial kami adalah anak2.

Diskusi ini dipimpin oleh PJ Sosial kelompok kami, Wilsen dan sangat hidup karena hasil brain storming  kami yang aneh2. Kami mencatat semua hal yang kami pikirkan, misal : ngajar matematika dan bahasa inggris, ngajar silat *wew*, cerita motivasi, main2 bareng, lomba bikin puisi, dan hal keren lainnya. Diskusi semakin hidup ketika suasana mulai sangat cair dan penuh dengan ketawa-ketiwi sana-sini. Tokoh utamanya si Kholis nih. Diem.. diem.. tiba-tiba ikut ketawa.. *haha, canda Lis* Setelah capek ketawa, ternyata kami masih mampu menyusun strategi.

“Oke, nanti sore kita mulai pergerakan, pas anak2 mulai ngumpul di deket2 masjid. Siapkan juru Tanya (yang bisa bahasa sunda) dan juru tulis.”

Kami sangat optimis anak2 akan menerima maksud baik kami. Nice.

“Kalian mau apa? We are here for you”

IPA!!! Kata beberapa anak yang mengaku masih SD. Bahasa Inggris!!! Kata beberapa anak yang sudah SMP. *Kami belum menemui satupun anak SMA di sini. Entah kenapa pemuda2 desa yang pernah kami tanya menjawab “teu sekolah, kak..” atau “tos gawe, kak..”.*

Oke, kami menangkap maksud kalian, “kenapa kalian minta diajarin bahasa Inggris?” Ada yang menjawab, “gurunya jarang masuk kak, ngajarnya sebulan sekali..” *kurang lebih seperti itu, cukup mengkhawatirkan*. Berbeda dengan jawaban saat kami tanya kenapa mereka pengin belajar IPA. Jawaban mereka, “pengin aja kak..” *nah, yang ini baru super*. Saya jadi terharu.

Akhirnya kami beritahu mereka (hanya beberapa, dan kami suruh mengabari temannya yang lain), bahwa besok sore kumpul di pesantren di RT 2 untuk berkenalan dengan kami, sambil sedikit main2 dan belajar bahasa Inggris. Dari raut mukanya, kami menilai, jawaban mereka : “YA, KAKAK!”

See you at the next story | #kknt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s