Archive for July, 2012

Tahnik : Vaksinasi ala Rasulullah saw

kawan2 pernah ditahnik? atau bahkan sudah pernah mentahnik? atau jangan2 baru sekarang tahunya (sama seperti saya, baru tadi pagi). mungkin beberapa dari kawan2 pernah ditahnik, dan beberapa lagi tidak. memang agak kurang terkenal sepertinya, apalagi di negeri yang sangat mencintai adat seperti Indonesia ini. hehe. (adat kadang dinomorsatukan ketimbang syariat)

tahnik, dalam kamus islam ialah mengunyah kurma dan meletakkanya di mulut bayi, dan mengoleskannya pada langit-langit mulutnya. ingat, dikunyah, bukan diblender atau digerus, atau semacamnya. tahnik ini merupakan salah satu penanganan terhadap bayi yang baru lahir yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw selain adzan dan iqomat. dalam sebuah hadits disebutkan :

Dari Abu Musa, beliau berkata,

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.” (HR. Muslim)

ternyata tahnik in sangat luar biasa. dalam tinjauan ilmu kedokteran, tahnik dapat dikatakan sebagai sebuah vaksinasi awal. mekanismenya seperti ini :

di dalam mulut manusia dewasa terdapat bakteri yang sangat beragam. bakteri-bakteri tersebut akan masuk dalam kurma yang telah dikunyah dalam dosis tertentu dan dimasukkan ke dalam mulut bayi. inilah yang dikatakan sebagai salah satu bentuk introduksi atau vaksinasi yang telah kita kenal sekarang, yaitu memberikan sistem kekebalan yang bersifat aktif dalam tubuh anak, sehingga sistem kekebalannya bisa terbentuk sejak dini.

dalam anjuran Islam, diutamakan agar yang melakukan tahnik adalah orang yang memiliki keutamaan, dikenal sebagai orang yang baik, berilmu dan sholeh. karena diharapkan ia dapat mendo’akan kebaikan (barakah) bagi bayi tersebut.

wallaahu a’lam. 🙂

sumber :
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/06/22/tahnik-sebagai-vaksinasi-awal/
http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/2964-hadiah-di-hari-lahir-1-mengunyah-kurma-tahnik-ke-mulut-si-bayi.html

Advertisements

Soft-launching : Habs-Calligraphy

Seni kaligrafi islam merupakan salah satu produk budaya Islam yang patut dijaga dan diwariskan. Pengembangan dan peningkatan mutu juga diperlukan untuk memberi nilai tambah (added value) pada seni kaligrafi tersebut. Di dunia yang serba modern ini, tak ayal seni konvensional seperti kaligrafi islam perlahan mulai terkubur oleh mewahnya dunia desain digital. Oleh karenanya, Habs-Calligraphy hadir dengan mengusung konsep “harmony in difference”, yang memadukan antara dua kesenian berbeda, seni kaligrafi islam dan seni desain digital.

yang ingin disampaikan oleh Habs-Calligraphy adalah kesederhanaan dalam modernisasi, demi terciptanya keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan

produk pertama (yang (masih) sangat sederhana) dari Habs-Calligraphy

Habs-Calligraphy ini terbentuk karena hobi. Hobi saya adalah seni rupa dan desain. Jika melihat masa kecil saya, dari kecil saya suka menggambar, ketika SMP saya mulai belajar kaligrafi islam, dan sekarang saya mulai menyukai dunia desain. Akhirnya, daripada tidak terlampiaskan, saya lampiaskan saja ke sini. Bikin merek. Dan jadilah Habs-Calligraphy ini. Semoga Habs-Calligraphy bisa menghasilkan banyak karya dan menyentuh hati para penikmatnya. 🙂 (hbb)

Jalan2 : Wisata Cirebon (2)

(lanjutan Teknologi Djaman Doeloe vs Teknologi Modern)

hubungan Internasional

teknologi lain yang ga kalah maju di jaman dulu, yaitu aplikasi dari ilmu Hubungan Internasional, orang2 menyingkatnya HI. kenapa begitu? ternyata kerajaan Cirebon berhubungan sangat baik dengan tiga negeri besar. negeri pertama ialah negeri India, yang mayoritas orang-orangnya beragama Hindu. kedua ialah negeri Cina, yang mayoritas orang-orangnya beragama Budha. ketiga ialah negeri Mesir, yang mayoritas orang-orangnya beragama Islam. hal ini tergambar (eh, terukir) di salah satu bagian kereta Singabarong, tepatnya bagian kepala.

pertama kali melihat, terasa aneh. ini hewan atau siluman? kepalanya seperti naga tapi ada belalainya, terus punya sayap seperti burung. lehernya juga kaya leher kebo *bingung kan? setelah dijelaskan sedikit oleh abdi dalemnya, saya baru tahu bahwa disitulah komponen filosofisnya. kepala dan tanduk naga melambangkan hubungan dengan negeri Cina, karena Cina identik dengan naga. Belalai dan gading melambangkan hubungannya dengan negeri India, karena di India banyak gajah. Sayap burung elang melambangkan hubungannya dengan negeri Mesir, tau kan negara2 timur tengah beberapa benderanya terdapat gambar elang. that’s it! ilmu HI memang berguna.

ilmu Seni Rupa Murni

beralih ke objek lain. kali ini lukisan Prabu Siliwangi. sebelum tahu rahasianya, lukisan ini terlihat biasa saja. potret prabu siliwangi dengan wajah menghadap ke depan dan mata melotot sambil ditemani seekor harimau. tidak ada yang spesial. setelah abdi dalem (lagi-lagi) bercerita tentang lukisan itu, ternyata ada yang unik. salah satu kaki dari prabu  mengikuti kita ke arah manapun kita bergerak. jadi, kita ke kiri, kita akan melihat kakinya menghadap ke kita. begitu pula jika kita bergeser ke arah kanannya *jadi bingung nih, pasti ada teknik tersendiri dari ilmu seni. terus kata beliau lagi, lukisan ini hidup. tapi orang boleh percaya, boleh tidak. 😀

kesimpulan

kesimpulannya, kita tidak boleh minder dengan negara lain yang kita lihat teknologinya jauh di atas kita (bangsa Indonesia). memang sih. tapi lihatlah bahwa jaman dahulu kala bangsa kita sudah sangat cerdas dengan teknologi semacam itu. artinya, jadikanlah ini cambuk agar kita bisa mengembangkan potensi diri kita lebih jauh lagi, agar expert di bidang kita masing-masing. apalagi kita punya banyak potensi alam yang butuh tangan2 orang-orang expert dalam penanganannya. tujuan akhir, Indonesia Mandiri. *amiin

semoga bermanfaat. 😀

Jalan2 : Wisata Cirebon (1)

tanggal 15 Juli adalah rencana kami (anak2 PD ITB) untuk kemping sampe tanggal 16 Juli. rencana awal ada 2 opsi tempat : Curug Malela, atau Curug Muarajaya. sebelumnya beberapa dari kami survei ke Curug Malela. karena cukup jauh dan jalannya sangat jelek, maka diputuskanlah secara musyawarah, akhirnya kemping dilaksanakan di Curug Muarajaya, Majalengka. padahal ini lebih jauh, cuman jalannya bersahabat. 🙂

kami lewat Cirebon. kota yang katanya masih lumayan kental dengan budaya kekeratonan. karena kami sampai Cirebon pas siang hari, maka kami sholat dhuhur di masjid depan keraton (lupa namanya apa). konon masjid ini dulu digunakan sebagai tempat orang berdiam diri (i’tikaf-red) untuk beribadah pada Allah swt.

Masjid ini tergolong unik. Antara tiang-tiang penyangga atap dan lantai jaraknya cukup pendek. Tidak mencapai 2 meter bahkan. Di bagian dalamnya terdapat banyak sekali kayu2 yang bertautan satu sama lain, saling mengokohkan bangunan masjid ini. yang membuat saya kagum adalah, pastinya masjid ini sudah berusia sangat tua, sejak jaman Sunan Gunung Jati, tapi kayunya masih utuh tanpa keropos sedikitpun *subhanallaah. Pintu utamanya sangat kecil, tingginya kurang lebih hanya 1.5 meter, dengan lebar tidak sampai satu meter. Orang-orang harus mengatur badannya sedemikian rupa untuk bisa masuk ke bagian dalam. tidak seperti masjid modern yang ada sekarang, masjid ini terlihat kecil dan sederhana jika dilihat dari luar. terpancar siratan bahwa penampilan luar itu tidak terlalu penting, megah tidak megah itu bukan masalah, asalkan fungsinya sebagai masjid terpenuhi. *toh, tetep rame meskipun ga megah2 amat.

Teknologi Djaman Doeloe vs Teknologi Modern

ayo kita sebutkan teknologi jaman sekarang apa aja. Android, mobil ramah lingkungan, robot manusia, apa lagi? dan kawan2 lah. di jaman yang teknologi informasi dan komunikasi sudah mantep dan perkembangan peradaban yang cepat.

dulu? listrik belum ada, mekanika belum dipelajari, apalagi termodinamika. teori tentang statika belum sampe ke Indonesia, begitu pula mekanika fluida. jurusan Teknik Mesin dan Desain Produk belum lahir di Indonesia. tapi manusia2 Cirebon bisa menghasilkan kereta yang membuat saya sangat takjub (ini tidak lebai). ya, kereta Singa Barong. selain tiap2 sudut kereta ini memiliki nilai filosofi, tiap lekuknya juga menyimpan teknologi tersembunyi yang sekarang sudah dipakai di seluruh dunia.

teknologi dari Desain Produk, Teknik Lingkungan, dan Teknik Industri, khususnya ilmu ergonomi, dan Teknik Mesin

teknologi ini diterapkan pada bentuk poros roda kereta yang tidak biasa *sayang saya tidak ambil fotonya. ujung poros roda agak miring x derajat dari sumbu horizontal. membuat roda yang terpasang miring sebesar x derajat pula dari sumbu vertikal. rada aneh awalnya. tapi ini ada tujuannya. bukan cuma unik dan menarik, tapi model poros semacam ini bisa mencegah tubuh kereta kotor karena cipratan air dari roda. ketika jalan becek, air yang terciprat dari roda kereta akan otomatis terciprat menjauhi tubuh kereta, dan orang di dalam keretapun aman. “ergonomis”. ketika kereta tidak gampang kotor, maka akan jarang dicuci, hemat air. “cinta lingkungan”. dan desainnya yang unik itu lho. “ilmu desain produk”. meskipun poros miring, tapi jalannya kereta tetap stabil, ini ilmu statika. “anak mesin punya”. hhe. ^^

selain keempat cabang ilmu di atas, ada juga ilmu lain yang sudah diaplikasikan di jaman dahulu kala. penasaran? tunggu cerita selanjutnya.

Prihatin : Pedagang Main Petak Umpet

peraturan baru. mungkin itu yang membuat ibu2 ini nekat melakukan hal yang (menurut saya rada) tidak wajar. mereka bersembunyi di bawah bangku penumpang kereta api, atau bahasa jawanya “ndelik ning ngisor bangku sepur”, atau (lagi) bahasa osingnya “sengidan nong ngisore bangku sepur”. adakah dari teman2 yang pernah melihat kejadian ini, atau malah bangku teman2 sendiri yang dipake sembunyi? *ehehe.

ketika salah satu ibu2 ini ditanya mengapa mereka melakukan itu, beliau menjawab : “sing penting aku gak maling mas,.. ” kurang lebih begitu. terjemahnya : “yang penting saya tidak mencuri, mas,..” hmm.. ya masuk akal menurut saya, tapi cukup memprihatinkan. dan pasti beberapa dari anda masih bingung, prolog di atas sedang membicarakan apa. kalau nggak, ya alhamdulillaah. 😀

kejadian ini saya alami ketika saya pulkam dari Bandung naik kereta api. peristiwa ini terjadi di kereta Lempuyangan-Banyuwangi, yaitu kereta Sritanjung. saya bersama Angga, teman saya, yang kebetulan juga pulang ke Banyuwangi dari Jogja pada tanggal yang sama. oke, naiklah kita ke kereta Sritanjung gerbong 3. perjalanan dimulai.

awalnya sih oke-oke saja. seakan semua lancar aman terkendali. ketika kami hampir sampai di stasiun Madiun, beberapa ibu “menggeruduk” mendekati tempat kami duduk (bangku kami), begitu kata Angga. “Le, nunut ndelik ya..”, kata ibu2 itu. terjemahan : “nak, ikut sembunyi ya..”. ??? si Angga yang nggak tahu apa2 awalnya bingung, naon ieu tah? sampai kemudian kereta berhenti di stasiun Madiun. sesaat sebelum kereta berhenti, ibu2 itu sudah tidak terlihat lagi. *sakti juga ya, haha. ya, mereka masuk ke bawah kolong bangku kami dan mengatur sedemikian rupa agar semua badannya masuk dan tidak terlihat dari luar.

beberapa petugas keamanan (atau semacam itu) pun masuk kereta, dan memeriksa apakah ada asongan yang berkeliaran di dalam kereta, padahal seharusnya tidak boleh. mereka melewati kami, dan benar-benar seperti tidak melihat ada asongan di sini. sampai semua lewat. ketika kereta sudah mulai berangkat lagi, saya yang waktu itu terbangun (makanya kenapa saya sebut Angga yang ngomong, karena saya sedang tidur, hehe) dari tidur, kaget. bagaimana tidak, tiba-tiba ada tangan keluar dari bawah bangku, dan berteriak rada lirih “mas tolong bantu keluar mas..” wih, apa ini? setelah saya diamkan, oooh…ternyata orang. ibu2. pikir saya, waduh bu2, ngapain juga sembunyi sih, kalo susah keluarnya. ckckck. nah, barulah ceritanya seperti di bait2 awal tadi.

gambar : ibunya sedang keluar dari bawah bangku, tepat di depan saya. ini nih, yang bikin saya kaget pas baru bangun tidur. tangannya tiba2 muncul dari bawah bangku dan berteriak minta tolong..

fiuhh. saya yakin rezeki tiap2 orang telah diatur semuanya oleh Allah swt, bahkan telah tertulis di lauhun mahfuzh, bersama dengan ajal, dan takdir baik-buruk. perbedaannya, tiap orang mendapatkan rezekinya dengan jalan yang berbeda-beda. yang saya masih bingung, peraturan yang dibuat oleh PT. KAI ini apakah sudah membawa keadilan bagi beberapa pihak yang mungkin terlibat? saya tidak berani mengkritisi karena saya tidak tahu pasti peraturannya seperti apa. selama ini yang saya rasakan, sangat menyenangkan bagi penumpang, penumpang kini bisa merasa lebih nyaman, aman, dan terjamin. PT. KAI mungkin juga demikian, dengan peraturan baru ini, lebih mudah dalam mengontrol penumpang dan pelaksanaan layanan jasa perkereta apian lainnya. bagaimana dengan para pedangan asongan yang sedari dulu sangat bebas keluar masuk kereta api untuk mencari nafkah, yang sekarang tiba2 terbatas aksesnya. pedagang hanya boleh berkeliling saat kereta api berhenti atau saat perjalanan antar stasiun kecil saja. seharusnya, saat kereta bertolak dari stasiun Madiun, sudah tidak ada pedagang asongan lagi, alias mereka sudah turun di stasiun. tapi kenyataannya tidak selalu demikian.

Allah mahatahu apa yang sedang terjadi. semoga Allah membuka pintu hidayah untuk mereka semua, sehingga tidak ada lagi permainan “petak umpet-edisi kereta api” seperti ini lagi. sesungguhnya Allah lah sebaik-baik pemberi rezeki. 🙂

 

Album : Wisata Sejarah Cirebon

Ini tentang #Waktu

Allah berfirman dalam kitab-Nya :

demi masa, sesungguhnya manusia mengalami kerugian. kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, dan saling menyeru pada kebenaran dan kesabaran.

aku tidak ingin ini terulang kembali, aku tak ingin kehilangan masa mudaku, aku tak ingin waktuku terbuang hanya untuk sesuatu yang sia-sia, karena waktu itu sangat berharga, sangat tak ternilai.

waktu tidak bisa kembali, tak bisa pula direkayasa kapan datangnya. waktu bisa menjadi pedang, atau uang. waktu bisa menebas kita kapanpun, juga bisa memanjakan kita di saat yang kita mau.

waktu.. waktu.. oh waktu. dirimu sungguh abstrak. menyentuhmu aku tak bisa, merasakan gulirmupun kadang aku tak sanggup.

menjagamu begitu sulit. tak semudah menjaga rusa yang terikat pada tali kekang.

oke.. kini aku tak peduli kemana engkau bergulir. aku lakukan saja kebaikan yang bisa kulakukan, agar gulirmu tidak sia-sia. aku syukuri saja apa yang terjadi padaku, agar tumbuh makna disetiap gulirmu.

terakhir, aku berdoa pada Rabbku, yang menjadikan semua kesempatan itu menjadi mungkin. untuk menjauhkan aku dari sikap membuang-buang waktu dan dari mereka yang senang membuang-buang waktu. untuk menghindarkan aku dari sifat malas dan putus asa. dan untuk memberikan aku semangat, semangat untuk berbuat banyak kebaikan.

waktu.. oh waktu.. hanya orang lengah dan lemah yang tidak menyadari kau sedang bergulir.

KKNT2012 : Tim Marketing

10 tahun lagi kawan, kita lihat perubahan apa saja yang terjadi di sana.. 🙂 semoga nilai kesederhanaannya tidak hilang..

– [9 Juli 2022] buka time capsule yang dititipin ke Aa Unus –

KKNT2012 : The Power of Smile

[6 Juli 2012] masih di Cihurip, Garut

Tak terasa sudah tinggal beberapa hari lagi kami (tim marketing) harus meninggalkan desa ini. Tugas bakti kami selama dua pekan hampir berakhir. Sekarang tanggal 6 Juli, dan jatah kami hanya sampai tanggal 9 Juli *sedih…*. Tapi meski begitu kami tidak menangis, masih ada tim koperasi dari kloter ketiga yang akan meneruskan perjuangan (baca : jihad) kami untuk membangun perekonomian desa ini. Tetap semangat #kknt!!!

Terima tongkat estafet kami…

Hari ini kami kebetulan berkesempatan bertemu dengan salah satu perwakilan dari tim koperasi, yaitu Elfida EL ’10. Jadi pagi ini agenda kami ialah ngebriefing Elfida mengenai apa yang telah kita perbuat lakukan selama hampir dua pekan ini, sekaligus memberi arahan tentang langkah ke depannya. Intinya, kami telah banyak membuat konsep tentang Administrasi, Kebendaharaan, Sistem Penggajian, Sistem Perputaran Modal, Sistem Pemasaran, dan Penentuan Harga Produk di pasaran. Kami juga sudah melakukan survey untuk mendapat data analisis pasar sebanyak-banyaknya demi keberterimaan dan kelayakan produk kami untuk dijual ke kalangan masyarakat menengah ke atas. Tambahan lagi, kami juga membuat label kemasan dan poster promosi untuk produk olahan pangan Desa Cihurip ini.

Nah, Koperasi kloter ketiga bertugas – selain masih – sebagai fungsi pemasaran produk, juga optimasi kerja para Ibu2 yang bekerja dalam Industri. Mungkin dalam hal ini controlling sangat penting, karena tim Industri kloter ketiga sudah tidak ada dan Industri harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang telah direncanakan. Perputaran modal bisa berlangsung lancar dan ada nilai tambah ekonomisnya di setiap produksi. Tujuan utama kami ialah (dari awal) untuk membuat masyarakat mandiri dalam meningkatkan mutu perekonomiannya masing-masing. Dan itulah tujuan akan dibuatnya koperasi di desa ini. *doakan ya… semoga berhasil dan lancar dalam keberjalanannya*

Semangat koperasi kloter ketiga!!!

Melintasi tiga negeri

Kami sebenarnya mau rapat seperti biasa. Tapi karena hari ini ada bule di kampung kami, ya kami sekalian ajak bulenya ikut rapat. Kebetulan mereka sedang ada program summer school dan kebetulan ITB yang ngurusin perjalanannya. Jadi hari ini, pas giliran mereka ke Cihurip ini. Sebelumnya mereka telah melakukan kunjungan dibeberapa industry, berwisata ke tangkuban perahu, dan lain-lain.

Oke, ternyata bule yang datang untuk ikut rapat ada tiga orang. Ketiganya berasal dari Negara berbeda. Satu orang dari Iran, namanya Ali. Satu lagi dari Jepang, namanya Shoutaro, panggilannya Shouta. Ini yang kata anak2 cewek ganteng *hehe, hayoo ketahuan lo…*. Satu lagi dari Pakistan, namanya Alex.

Kalo dibilang rapat sih bukan, malah terlihat seperti audiensi ke bule-bulenya *lho?..*. Awalnya si Kak Ridwan presentasi tentang Label yang telah kami buat. Tujuannya sebenarnya untuk mencari pendapat si bule aja. Bla… bla… bla… mereka memberikan beberapa advices, dan… overall, sudah lumayan bagus katanya. Alhamdulillaah… 😀

“What’s the next topic we’ll discuss?”, kata Ali.

Waduh, bingung nih, mau ngomongin apa lagi. Cting! Kak Ridwan akhirnya mempresentasikan tentang Salary System dalam Industri yang telah kami rancang sebelumnya. Bla… bla… bla… mereka tanya2, kami jawab, dan hmmm… (mereka paham). Lalu mereka kasih saran… Bla… bla… bla… Oke, thank you very much, dan… selesailah agenda “audiensi” kami siang ini.

Well, bukan cuma itu saja. Satu persatu dari mereka juga sempat menceritakan keadaan mengenai Negara mereka. Ali bercerita sangat banyak tentang Iran, termasuk teknologi nuklirnya. Shouta menceritakan mirisnya Jepang. Dan Alex menceritakan perkembangan Pakistan.

Ali –> Iran merupakan salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar. Jumlah penduduk muslim di Iran bisa mencapai 90% dari total penduduknya. Karena di Iran berlaku hukum Islam, maka semua wanita di Iran harus memakai hijab ke kemanapun mereka pergi, tidak boleh memakai celana pendek, apalagi rok mini, dari ujung rambut sampai ujung kaki harus tertutup, kecuali yang biasa tampak seperti wajah dan telapak tangan. Di Iran juga tidak ada sistem yang membuat kaum pria dan wanita bercampur dalam satu kondisi. Misalnya saja sekolah. Semua sekolah di sana memiliki tempat duduk siswa laki-laki dan perempuan yang terpisah satu sama lain. Interaksi antar lawan jenis sangat terjaga. Para wanita dilarang keras shaking hand (ind : jabat tangan) dengan pria yang bukan mahramnya. Di Iran, sangat dominan Syiah, sisanya Sunni. Tapi meski begitu, mereka tetap hidup rukun tanpa masalah berarti. Hebatnya, Iran memiliki teknologi nuklir sendiri. Bukan dari Amerika atau negara lain, tapi milik sendiri *wih, mantap lah yang ini*. Satu lagi, presiden Iran tidak serta merta diangkat karena menang suara saat pemilu, tapi harus ada persetujuan dari dewan ulama’, istilahnya. Jadi jika dewan ulama’ tidak mengijinkan presiden diangkat, maka presiden tidak akan diangkat.

“Kalian beruntung bisa tinggal di negara yang aman seperti Indonesia. Di Iran, sangat mudah terjadi masalah. Kadang2 cuma gara2 hal kecil orang bisa berantem,” kata Ali kepada kami

“Saya sangat kagum dengan orang Indonesia yang sangat murah senyum. Saya lihat senyum bisa membawa banyak kebaikan. Bahkan saat terjadi kecelakaan kecil lalu lintas pun, saya lihat hanya dengan senyum, masalah bisa terselesaikan di tempat. Berbeda dengan di Iran yang orangnya mudah emosi saling pukul”, lanjutnya

“Saya akan senang menceritakan ini (murah senyumnya orang Indonesia) pada siapapun”, lanjut Ali lagi

Begitulah, sepertinya pelajaran penting yang didapat Ali di sini adalah tentang senyum. J

Shoutaro –> Satu cerita dari Jepang. Jepang termasuk negara yang sibuk, apalagi di bagian ibukotanya, Tokyo. Meski liburan, Tokyo tetap sibuk dengan kegiatannya. Nothing to improve in Tokyo. Itu kalimat kunci kedua yang saya dapat. Tokyo sudah maju dan juga tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Berbeda halnya dengan China dan Korea yang saat ini sedang berkembang. *sedih sekali* Dia juga bercerita tentang wanita-wanita Jepang yang egois, selama mereka bisa hidup sendiri, mereka tidak membutuhkan suami, dan tidak pula ingin punya anak. *yang ini lebih sedih* 😦

Alex –> Pakistan hampir mirip dengan India, paras orang-orangnya. Bedanya di Pakistan populasi muslim adalah yang terbesar. Hampir seluruh masyarakatnya muslim, itu sebabnya nilai-nilai islam sangat kental di sini. Dalam 10 tahun terakhir, Pakistan juga mengalami peningkatan yang bagus. Kata Alex : “nice growing”. Yang menyebalkan adalah saat Amerika membuat masalah di sana. *huh* bersyukurlah, kalian di Indonesia tidak ada yang seperti itu.

*tuh, banyak bersyukur pren..^_^*

And we also passed 10 others

Malam harinya, kami kumpul bareng warga dan bule. Di sana ketigabelas bule datang kecuali satu, bule dari Singapura. Oke, ini nama2 bule yang saya ingat (nama sesuai dengan yang saya dengar) :

  • Willy dari Singapura
  • Jeny dari Hongkong
  • Sony dari Vietnam, katanya dia suka wajit
  • Lauk dari Vietnam *hihi*, di bahasa sunda, lauk itu artinya ikan
  • Patcman dari Iran
  • Kamal dari Singapura, ini bule yang da datang
  • Weiwei dari Vietnam
  • Ali dari Iran
  • Syahril dari Malaysia
  • Alex dari Pakistan, dan
  • Shoutaro dari Jepang
  • Nah 2 orang lagi saya lupa, maaf ya…*hehe*

Yah, intinya mereka senang datang ke Desa Cihurip ini, ada yang bilang masakannya enak-enak, orangnya ramah-ramah, dan ini akan menjadi memori yang indah bagi mereka. so sweet lah pokoknya.. 😀 *haha*

See you at the next story >>

KKNT2012 : Dijewer Polisi

[30 Juni 2012] di Cipanas, Garut

Ternyata produk kami terlalu bagus untuk dijual di pasar biasa. Kemasan, OKE. Dimensi tiap produk, hmm.. masih kurang. Harga, cocok untuk toko oleh-oleh di sekitar tempat pariwisata. *kalo dijual di pasar, pasti ga laku karena kemahalan*

Saya, Sebo dan Aceng yang berangkat untuk survei dan memasarkan produk industri. Pas sampai di daerah Cikajang, kami lupa kalo motor Aa Furqon ga ada plat nomornya. Sedangkan kami mau lanjut ke Garut, daerah Tarogong, untuk berburu toko oleh-oleh. Karena anak Industri (Sebo dan Aceng) juga ada agenda belanja, yasudah, jadinya Aceng dan Aa Furqon yang belanja, saya dan Sebo lanjut ke Garut pake motor Sebo. Lumayan susah karena kami membawa dua kardus yang isinya produk yang mau kami pasarkan, harus dijaga keaslian dan keteraturan bentuknya.

Kami menuju Tarogong. Teman saya, anak Garut, di Tarogong ada banyak toko oleh-oleh. Tarogong terletak di dekat Cipanas. *tau Cipanas?* Cipanas adalah salah satu kawasan wisata di Garut. Liburan gini, jangan tanya ramenya, macet cet cet dari jalan masuk ke Cipanas sampe pemandian apa gitu *lupa*, dengan kecepatan gerak mobil kira2 3 meter per menit. Untung kami pake motor. Oiya lupa, dalam pencarian toko oleh-oleh ini kami ditemani Monita, anak Industri kloter 1 yang rumahnya di Garut. Sebo yang minta tolong untuk mengantar kami ke Tarogong.

Kami masih berkutat dengan kemacetan, sambil menyelinap mencari jalan. Pas kami melewati salah satu angkot yang terlihat melanggar lalu lintas, karena mendahului depannya sehingga menutup kedua arah jalan, kami melihat ada satu polisi yang menghampiri angkot itu dan… *kalian pasti tahu* ditilang. Tapi tilang bukan sembarang tilang, polisi ini menilang dengan menjewer telinga pak sopir angkot. Yang kami lihat, sopir angkotnya ketawa-ketiwi gitu pas dijewer. *hehe.. geli kali yah* Kayaknya yang ada di pikirannya pak Polisi,

“udah gede kok masih ngelanggar aja sih pak, kaya anak kecil aja, sini bapak jewerr aja deh… emmh… nakal…”

*haha* Lucu lah kalo ngeliat langsung, sayangnya ga sempat saya foto. Kalo ada fotonya pasti lebih terlihat nyata.

Setelah kami lelah menyelinap di tengah2 kemacetan, akhirnya nyampe juga di ujung macetnya. Alhamdulillaah… jalan lancar lagi. Tak lama, akhirnya kami menemukan toko oleh-oleh yang cukup besar. Kamipun masuk dan tanya-tanya mbaknya. Langsung taruh barang? Ternyata belum bisa, kami harus mengobrol dulu sama ibu pemilik toko oleh-oleh ini. Karena ibunya juga sedang keluar, jadi kami langsung ke spot selanjutnya saja. Kami diberi kartu nama dan nomor ibu pemilik toko.

Dari survei di toko ini, ada beberapa pelajaran yang kami dapat :

–          Dimensi produk dalam satu kemasan harus sama semua

–          Ada ijin dari Departemen Kesehatan RI

–          Kemasan menarik dan berlabel

–          Harga harus bisa bersaing dengan produk serupa di toko yang sama

–          Harga ranginang kami terlalu mahal

–          Kremes, boleh deh, bersaing

–          Kerupuk lele, jangan dulu deh

–          Wajit, sepertinya lebih laku yang kiloan, tapi bisa lah

Maksimal jam 3 kami sudah harus balik ke Cihurip. Untung survey selesai jam setengah 3an dan mampir dulu ke rumah Monita sampe sekitar jam 3. Jam 3 kami pamit. Ternyata prediksi kami benar. Di perjalanan pulang, kabut mulai turun, dan cukup menghalangi pandangan. Jarak pandang mungkin hanya sekitar 100 meter *mengerikan juga karena tidak ada lampu jalan*. Sebo terus menerobos kabut-kabut ini, hingga sampai di warung Sawung Asri dan kami berhenti. Di sinilah akhirnya kami menitipkan produk2 SARI CIHURIP, hasil olahan warga desa Cihurip, desa Binaan KKN Tematik ITB *cieeh*. Ada kremes, ranginang, dan wajit. Di situ kami beristirahat sejenak sekalian sholat maghrib.

Semakin malam. Kami pulang jam 6 lebih sedikit. Akhirnya sampai juga di gerbang kecamatan Cihurip. Di sinilah petualangan yang sebenarnya *haha*. Melewati hutan tak berlampu, selain lampu motor. Jalannya begitu menggoda, menuntut kami untuk selalu waspada. Belum lagi ancaman binatang buas dan hantu-hantu yang berkaliaran *ah, yang ini ngaco*. Grudak… Grudak… ngggrenggg… ya gitulah suara motor Sebo pas di hutan menuju desa Cihurip. Mengerikan tapi asik di jalannya. Alhamdulillaah, akhirnya kami melihat rumah pak Ohi (tempat tinggal Sebo) sekitar hampir jam 7 malam. Perjalanan yang sangat super. Setelah isya’, saya pulang ke rumah dan istirahat. 🙂

See you at the next story | #kknt

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"