Keras!

Tahukah, kawan, bagaimana rasanya saat hati menjadi keras?

Itulah yang kawan2 rasakan

saat kebaikan-kebaikan mulai tergantikan oleh maksiat, saat kesempatan berbuat baik banyak diabaikan,

saat tilawah mulai ditinggalkan, saat hafalan mulai hilang perlahan,

saat sholat mulai ditunda-tunda, dan thagut lebih diutamakan,

saat nggosip lebih menenangkan jiwa daripada berdzikir, saat ngurusi urusan orang lain lebih disenangi daripada instrospeksi terhadap diri sendiri,

saat tertawa lebih banyak daripada menangis, saat kita banyak makan dan lupa bahwa banyak orang yang masih kelaparan,

saat kita lebih memilih pilihan kita sendiri dibandingkan pilihan Allah swt, saat kita lupa bahwa segala pertolongan selama ini datangnya dari Allah semata,

saat kita banyak harta tapi enggan “mengeluarkannya”, harta menjadi raja,

saat dosa-dosa kecil diabaikan, dan saat semua yang kita lakukan berujung pada kehinaan.

Lupakah kita, bahwa hati ini perlu dijaga? Sudah sejauh mana kita menjaga hati kita kawan? Beristighfarlah karena pasti lebih banyak kesalahan yang tidak kita sadari dibandingkan dengan kebaikan yang kita sadari padahal belum tentu pahalanya… Astaghfirullaahal-‘azhiim…

“Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu”.

karena,

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. al-Bukhari).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s