Ketika Dua Masa Bertemu | #ReuniPDITB

[12 Juni 2012] Reuni Perisai Diri ITB 2012

Boleh jadi ini acara terbesar UKM Perisai Diri ITB pada tahun kepengurusan 2011/2012 ini. Acara yang diadakan di Aula Timur ITB Ganesa ini, (sekarang pake kata Ganesa, soalnya ada ITB Jatinangor, hehe) kurang lebih dihadiri oleh 40 orang alumni dari berbagai jaman. Dari jaman awal berdiri, hingga era 2000an. Dari pendiri hingga anggota-anggota unit yang aktif sekarang.

Kami bersyukur karena acara ini mendapat respon begitu positif dari para alumni. Alumni2 lama, dan orang-orang penting yang kita undang, alhamdulillaah datang dalam keadaan yang sehat wal-afiyat. Pak Both Sudargo, pendiri PD ITB pada tahun 1965, yang selama ini namanya hanya saya kenal di artikel sejarah PD ITB dan Bandung, datang. Dan kami semua sempat mengobrol dengan beliau. Beliau merupakan salah satu pendekar jebolan ITB selain Pak Nanang Soemindarto dan Pak Sigit Prakoso. Ah, namanya jadi kesebut.

Pak Nanang Soemindarto, Ketua Kelatnas Perisai Diri Indonesia, juga datang. Kebetulan beliau adalah ayahanda dari pelatih kami di ITB, Mbak Tarita Kamardi, makanya agak mudah mengundangnya. Dalam acara ini Pak Nanang mengisi acara diskusi teknik.

Satu lagi, Pak Sigit Prakoso, “sang pendekar pernapasan” – saya menjuluki beliau, apalagi. Beliau datangnya di menit2 awal. *super sekali, haha. Beliau yang mengisi acara inti dalam rangkaian acara Reuni PD ITB ini selain Pak Nanang. Beliau banyak mengajarkan kepada kami tentang ilmu pernapasan untuk kebugaran tubuh, dan efisiensi tenaga dalam beladiri.

Selain beliau bertiga, alumni2 lain dari tahun 60an sampe 2000an juga tak kalah aktif di dalam rangkaian acara Reuni PD ITB ini.

Kami turut senang melihat para orang-orang tua bertemu dengan kawan-kawan lamanya. Melihat mereka bernostalgia, bercanda dengan candaan mereka dulu, tertawa, membuat kami semakin bersemangat melanjutkan perjuangan para pendahulu kami. Apalagi mereka masih menaruh banyak harapan pada unit Perisai Diri ITB ini agar menjadi unit yang terus berkembang dan jaya.

Inilah hari ketika dua masa bertemu. Mau tidak mau ada transfer pengalaman di dalamnya. Cerita demi cerita mengalir dari kaum2 tua ke kawula2 muda. Indera penglihatan, pendengaran, perasa, semua berubah menjadi begitu peka. Inilah hari ketika banyak wajah harus dilihat dan diingat, banyak ilmu harus didengar dan diserap, dan banyak cerita harus dirasa dan dihayati.

Kami sangat bersyukur acara ini telah berlangsung dengan lancar. Semoga acara ini tidak menjadi acara yang lewat begitu saja, tapi mampu menjadi batu loncatan untuk tercapainya silaturrahmi yang kuat antar punggawa Perisai Diri ITB segala masa dan pemicu semangat berPerisai Diri ITB dalam setiap langkah ke depannya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s