Archive for May, 2012

Klasifikasi Hadits

Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yakni bermulanya ujung sanad, keutuhan rantai sanad, jumlah penutur (periwayat) serta tingkat keaslian hadits (dapat diterima atau tidaknya hadits bersangkutan).

Berdasarkan Ujung Sanad

Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu’ (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu’ :

  • Hadits Marfu’ adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi MuhammadSAW.
  • Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa ada tanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu’. Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara’id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar, Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: “Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah”. Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti “Kami diperintahkan..”, “Kami dilarang untuk…”, “Kami terbiasa… jika sedang bersama rasulullah” maka derajat hadits tersebut tidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu’.
  • Hadits Maqtu’ adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi’in (penerus). Contoh hadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirin mengatakan: “Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimana kamu mengambil agamamu”.

Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lain seperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat penting mengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan para sahabat maupun tabi’in dimana hal ini sangat membantu dalam area perdebatan dalam fikih (Suhaib Hasan, Science of Hadits).

Berdasarkan Keutuhan Rantai/Lapisan Sanad

Berdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati’, Mu’allaq, Mu’dal dan Mursal. Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secara waktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur diatasnya.

Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi’in) > penutur 1(Para sahabat) > Rasulullah SAW

  • Hadits Musnad, sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki hadits tersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkan terjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.
  • Hadits Mursal. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi’in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi’in (penutur2) mengatakan “Rasulullah berkata” tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkan kepadanya).
  • Hadits Munqati’ . Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3.
  • Hadits Mu’dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
  • Hadits Mu’allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: “Seorang pencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan….” tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).

Berdasarkan Jumlah Penutur + Kuantitas Hadits

Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad.

  • Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penutur pada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah sanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisan sanad). Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy (redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma’nawy (pada redaksional terdapat perbedaan namun makna sama pada tiap riwayat).
  • Hadits ahad, hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapai tingkatan mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain :
  1. Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanya satu penutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur.
  2. Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan.
  3. Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satu lapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.

Berdasarkan Tingkat Keaslian Hadits +Kualitas Hadits

Kategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulan terhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da’if dan maudu’.

1. Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Sanadnya bersambung.
  • Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
  • Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits .

2. Hadits Hasan, bila hadits yg tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.

3. Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal) dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.

4. Hadits Maudu’, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.

Semoga bermanfaat. 🙂

Sumber : http://www.fachrifaul.net/2011/04/klasifikasi-hadits.html

Waspadai Kejahatan di Kota Besar

Mungkin ini salah satu alasan, mengapa tiap2 dari kita setidaknya harus pernah dibekali ilmu #beladiri. Sekilas memang tidak terlalu penting karena kehidupan kita di kampus dan kosan yang aman dan nyaman (adem ayem). Baru terasa gunanya ketika “praktik” langsung di kehidupan nyata. Contohnya seperti cerita di bawah ini. Langsung dari temen saya, Kak Arriman yang menyaksikan kejadiannya di tempat. Check it Out!

Saya baru sampai di rumah setelah ada kejadian yang mengerikan di jalan. Yang mengalami bukan saya, tapi seorang teteh yang menjadi korban ‘kecelakaan’ di jalan. Kisah ini nyata, baru terjadi beberapa jam yang lalu. Saya bukan mau pamer akan apa yang saya lakukan, tapi saya justru ingin berbagi cerita kepada teman-teman sekalian, terutama yang perempuan. Laki-laki juga sebenernya juga berlaku, sih. Anyway… here it goes…

***

Saya baru mau pulang ke rumah dari arah Kopo, daerah selatan Bandung. Saat itu aku masih di daerah Kopo. Awalnya semua biasa saja, saya melewati McD Kopo, terus aja sampai dekat pintu gerbang tol. Sebenarnya jalannya bisa lurus, tapi jalannya memang ditutup dan dialihkan ke dekat pintu gerbang tol Kopo supaya bisa U-turn di situ dan kembali ke jalan utama. Tiba-tiba setelah U-turn di gerbang tol Kopo saya kembali ke jalan utama, tak jauh dari situ saya lihat beberapa meter di depan ada beberapa orang bermotor di tepi jalan dan terlihat ada keributan. Kira-kira ada sekitar 3-4 orang mengerubungi 1 orang. FYI waktunya kira-kira pukul 22.15. Awalnya saya kira itu hanya keributan biasa karena tabrakan motor. Saya juga tidak bisa melihat jelas karena gelap dan agak terhalang mobil yang di depan saya. Setelah saya makin dekat, mobil di depan saya menjauh, orang-orang bermotor itu terlihat sempat berkelahi, kemudian langsung kabur dan meninggalkan satu orang berlutut di depan motornya. Saya semakin dekat dan ternyata itu seorang teteh-teteh yang menangis dan teriak minta tolong. Akhirnya saya memutuskan untuk menepi, disusul oleh beberapa orang bermotor (bukan yang tadi).

Ketika saya keluar dari mobil dan menghampirinya, saya benar-benar kaget setengah mati… ternyata dia habis (nyaris) dirampok. Tangannya terbacok-bacok, bahkan pergelangan tangan yang kiri nyaris putus!! Saya dan orang-orang yang menepi di situ sempat shock, sementara dia teriak-teriak meminta tolong untuk menghubungi orang yang dia kenal. Akhirnya saya bilang “Immanuel! Immanuel! Saya bisa bawa dia ke Immanuel!” Kemudian ada tukang becak yang memberikan kain untuk sementara membalut tangan kirinya dan satu pengendara motor yang menghubungi orang terdekat dari si teteh tersebut. Setelah teteh itu dibantu masuk ke mobil yang saya kendarai, saya langsung melaju kea rah RS Immanuel. Hanya tempat itu yang ada di benak saya, karena saya pernah lewat RS itu beberapa kali…

Akhirnya saya tiba juga di IGD RS Immanuel. Sementara si teteh itu dibawa untuk treatment, saya menjelaskan kepada satpam di sana tentang kejadiannya dan mendaftarkan si teteh itu juga. Setelah menunggu beberapa lama, datanglah calon suami si teteh itu beserta kakaknya. Saya memutuskan untuk menunggu sampai ada keluarganya yang datang. Sekitar tengah malam, datanglah ayah dan kakak dari si teteh itu. Tentunya saya juga menjelaskan ke semua orang itu kronologis kejadiannya. Oya, si teteh itu sempat bilang juga bahwa dia merasa sudah diikuti preman-preman itu dari beberapa menit sebelumnya. Setelah itu barulah saya pamit kepada semuanya, termasuk si teteh itu.

Saya sebenarnya kesal pada diri sendiri karena tidak bisa melihat jelas kejadian tersebut dan tidak melihat plat nomor motor orang-orang biadab itu. Namun saya juga bingung dan sama sekali tidak terpikir bahwa kejadiannya ternyata separah itu. Saya hanya bisa mengantarkan korban ke RS terdekat dan menunggu hingga keluarganya tiba.

***

Maaf ya, saya bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi inilah kejadiannya. Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri dan sejak pulang dari RS Immanuel, yang ada di benak saya hanyalah “Pertama, shalat Isya. Kedua, langsung share ini ke teman-teman, ASAP, karena ini hubungannya dengan safety

Buat yang perempuan… kalau bisa pulang lebih cepat, pulanglah lebih cepat. Iya saya mengerti bahwa kegiatan di kampus memang banyak. Mungkin ada acara himpunan, menginap demi TA, dsb. Kalau sampai harus pulang malam, jangan sungkan-sungkan untuk meminta dijemput oleh keluarganya, sahabatnya… atau diantarkan oleh teman laki-laki yang ada di dekat situ.

Buat yang laki-laki… JAGA teman-teman perempuan kalian, baik pacar atau bukan. Ikhlaskan diri kalian buat mengantarkan mereka. Saat tiba di rumah/kost mereka, tunggulah sampai mereka benar-benar masuk ke dalamBe a gentleman… Memang betul, mungkin akan memakan waktu, biaya bensin, dan tenaga fisik. Tapi kalau teman-teman ikhlas, insya Allah kebaikan teman-teman akan dibalas dengan kebaikan juga, selama niatnya memang baik.

Terakhir… banyak-banyak baca doa, baik-baik sama orang lain. Yang Muslim, ingat untuk selalu shalat tepat waktu… karena kita tidak tahu kejadian apa yang akan menimpa kita nanti. Mohon perlindungan pada Tuhan, supaya selamat di perjalanan.

Yang mau sharerepost, dsb silakan. Khususnya buat para perempuan dan yang tinggal di daerah Kopo. Saya sangat, sangat menyarankan teman-teman untuk melakukan ini. Terima kasih…

===

Itulah cerita beliau, dan saran yang bagus untuk semuanya. Hendaknya kita tidak gampang menunda2 sholat, atau kebaikan lainnya, karena kita tidak tahu kapan tiba “waktu” kita. 🙂 Semoga kita dan keluarga kita senantiasa dilindungi oleh Allah swt di dalam kehidupan sehari2. Aamiin.

Niat itu #SUPER!

Siapa yang setiap akan melakukan perbuatan selalu diawali dengan niat? anda? wah itu #SUPER sekali, asal niatnya baik. kenapa saya bilang #SUPER? nabi saw. sendiri yang bersabda, bahwa niat itu mempengaruhi kualitas amal seseorang. dalam hadits disebutkan:

Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Naufal bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Mekkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya. (mekakukam hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidak diterima oleh Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

jadi jelas, ganjaran orang yang niatnya ikhlas karena Allah swt. dan yang tidak, beda, meskipun ada kemungkinan amal yang dilakukannya sama. ini yang pertama.

keunggulan lain yang membuat niat itu #SUPER, ialah yang tersirat dalam hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr ra., ia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak
memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.” (HR. Muslim)

artinya sehebat apapun perbuatan kita, amal kita, jika tidak kita niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. atau sekedar sarana untuk berbuat kebaikan, itu jadi tidak bernilai di sisi Allah swt. Allah melihat apa yang kita niatkan. itu yang kedua.

yang ketiga. baru berniat baik pun, kita sudah dapat pahala. dalam suatu hadits disebutkan:

Dari Abil Abbas Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib ra., ia berkata: Rasulullah SAW menjelaskan apa yang diterima dari Tuhannya, yaitu: “Sesungguhnya Allah SWT., sudah mencatat semua perbuatan baik dan buruk, kemudian Allah menerangkannya kepada para malaikat, mana perbuatan yang baik dan mana pula perbuatan buruk yang harus dicatat. Oleh karena itu, siapa saja bermaksud melakukan perbuatan baik, lalu tidak mengerjakannya, maka Allah mencatat maksud baik itu sebagai satu amal baik yang sempurna. Jika orang itu bermaksud melakukan kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat disisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, dan dilipat gandakannya lagi. Siapa saja yang bermaksud melakukan keburukan, lalu tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal baik yang sempurna. Apabila ia bermaksud melakukan keburukan kemudian mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

dalam hadits lain disebutkan:

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seseorang dengan berjamaah, lebih banyak
pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang
telah menyempurnakan wudhunya, kemudian pergi ke masjid dan hanya bertujuan untuk shalat, maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan shalat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan: “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats.” (HR. Bukhari dan Muslim)

satu niat baik, sudah dinilai sbg satu kebaikan yang sempurna. jika dilakukan, bisa diganjar 10 kali lipat dan bisa mencapai 700 kali lipat, dan masih dilipatgandakan lagi. subhanallaah. #SUPER.

beda dengan kejelekan. satu niat jelek, jika tidak jadi dilakukan, satu kebaikan yang sempurna. jika dilakukan pun, hanya diniliai sebagai satu kejelekan. sungguh Allah maha pemurah kepada hamba-hambaNya.

intinya, sangat terlihat perbedaan antara amal yang diawalai niat karena Allah, dan yang tidak. beda niat, selisih ganjarannya bisa mencapai 700 kali lipat atau bahkan lebih. tinggal kita yang milih, mau yang 10-700-unlimited atau ga dapet sama sekali, cuma cape beramal doang? *hehe.

jadi yuk mulai sekarang kita upgrade niat kita, perumpamaan antivirus, databasenya harus selalu update, *bener ga? karena gak akan #SUPER lagi kalo niatnya asal-asalan. jangan sampai amal-amal yang kita lakukan cape2, siang-malam, jadi sia2 gara2 salah niat. semoga amal2 kita selanjutnya selalu berbasis niat yang lurus karena Allah swt., karena ingin mendapatkan suatu kebaikan dunia dan akhirat. aamiin. 🙂

mari kita sama2 berubah, sama2 mengubah.

wallaahu a’lamu bish-showaab. semoga bermanfaat. (hbb)

Euforia Akhir Semester

Ya, hampir seperti euforia saat saya diterima di ITB. namun euforia ini beda, kalo dulu euforia karena satu hal, yang sekarang karena banyak hal.

Pertama, UAS sudah selesai, yeah. alhamdulillaah semua berjalan lancar dan wajar. semoga hasil UAS ini membuat hasil akhir yang jauh lebih baik dari semester lalu (baca: jaman jahiliyah). aamiin.. #optimis

Kedua, liburan panjaaang… *kenapa huruf “a” nya ada 3? ya, tepat sekali, karena liburnya 3 bulan. mantap ga? dari akhir Mei sampe akhir Agustus. wah mantap lah pokoknya. #mengingat tahun depan kayaknya ga libur karena ada KP.

Ketiga, Ramadhan. Ini yang tidak tergantikan. jarang2 bulan ramadhan pas liburan panjang seperti ini, rencana  ramadhan kali ini akan saya habiskan bersama keluarga tercinta di Banyuwangi. aamiin. 🙂

Keempat, ini belum pasti, tapi saya ingin memanfaatkan waktu libur saya sebelum ramadhan tiba. kemarin saya daftar KKN tematik. niatnya sih, pengin dapet pengalaman, banyak temen, kenalan sama masyarakat beda kampung, dan mencoba aplikasi keilmuan teknik kimia yang saya miliki. ya, semoga nait baik saya ini dilancarkan oleh Allah dan saya bisa ikut andil di dalamnya. insya Allah dari pertengahan Juni ini hingga akhir Juni.

Kelima, Kundus. apa itu kundus? kundus adalah singkatan dari kunjungan industri. Salah satu kegiatan tahunan di Teknik Kimia, tiap angkatan yang mengelolanya sendiri dibantu oleh Prodi dan Fakultas. Insya Allah tanggal 24 Mei ini. Semoga mendapat banyak pembelajaran nanti di industrinya. Sepertinya kami akan mengunjungi Unilever, Pupuk Kujang, dan satu lagi, lupa. 😛

Keenam, saya turun. Program-program persiapan dan pembekalan calon pengurus UKM Perisai Diri ITB telah dan sedang dilaksanakan. semoga ini akan menjadi masa transisi yang sangat baik bagi mereka, mengingat para ca-Pengurus masih angkatan 2011. *memang seperti itu kejadiannya di sini. Yang muda yang berkreasi. haha. Yang penting amanah itu akan berpindah kepada yang lebih berhak, yang saya harap bisa menjalankan fungsi unit ini sehingga kualitasnya lebih baik dari tahun kepengurusan saya. Aamiin.

Alhamdulillaah.. saya bersyukur telah banyak merasakan manis-pahit semester ini. Manisnya menyiku kaki orang dan pahitnya kepukul, telah saya rasakan. Yah, itu bukan sesuatu yang aneh di unit saya. Semoga pengalaman lainnya lebih banyak memberikan saya pelajaran hidup, dan pelajaran untuk bekal kematian.

Sekian, semoga liburan anda-anda sekalian juga membahagiakan. 😀

Review : Heat Transfer dan Kaderisasi

Pernah SMA kan? berarti pernah belajar fisika? kalo pernah berarti tau, dong tentang teori-teori perpindahan kalor. *ehehe #basa-basi

Judul ini saya pilih karena itu kesan pertama yang saya dapat setelah mengikuti TFT (Training for Trainers) Sabtu (12 Mei) pagi di sekitar sekretariat Himatek (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB). Ya, kami, angkatan 2010 disuguhi materi menarik mengenai pengantar kaderisasi oleh Kak Auzan, alumni Himatek yang bisa saya bilang masih “sangat cinta dan peduli” terhadap himpunan *ini subyektif dari saya sendiri. Maklum beliau adalah kahim pada jamannya.

Penyampaian beliau yang cukup padat dan tidak bertele-tele, menjadikan materi ini cukup enak dicerna. bahasanya pun mudah dipahami oleh orang-orang awam semacam saya. *wkwk

Yang paling menarik adalah ketika beliau menngaitkan materi ini dengan masalah perpindahan kalor. What?? Apa coba, hubungannya kaderisasi dan perpindahan kalor?

Berawal dari rumus sederhana Q = m.Cp.dT , ternyata banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sana. Beliau mengatakan, Q bisa diasumsikan sebagai fungsi kaderisasi. Fungsi kaderisasi berbanding lurus dengan m, Cp, dan delta T atau selisih temperatur.

Bagaimana rumus ini bekerja? Oke, rumus umumnya :

Q = m.Cp.dT

Faktor pertama dan yang paling penting dari proses perpindahan kalor adalah delta T, atau dalam teori sebenarnya harus ada selisih temperatur antar benda. yang kita tahu, panas berpindah dari benda bertemperatur tinggi ke benda bertemperatur rendah, *benar tidak? ternyata fenomena ini analog dengan kaderisasi. Kaderisasi (baca: penyampaian nilai) itu akan lebih efektif jika pengkadernya punya kapasitas lebih dibandingkan yang dikader. Kapasitas? boleh jadi wawasan atau pengalaman, atau teladan. Artinya apa? Kapasitas itu secara tidak langsung menentukan keshahihan nilai-nilai yang disampaikannya. Apalah fungsi kaderisasi, jika pengkader tidak melakukan apa yang dikatakannya. Sama saja jadinya seperti kalor, tidak ada beda temperatur, tidak akan ada perpindahan.

Faktor kedua yaitu m, atau massa. Kalau di rumus maksudnya massa benda, nah yang ini massa orang. Perpindahan kalor akan semakin besar jika massanya besar, karena ia sebanding. sama juga dengan kaderisasi. Kaderisasi tidak akan berjalan efektif kalau tidak ada massa yang bergerak secara terpadu didalamnya.

Lagi-lagi keefektifan yang harus diutamakan. Faktor terakhir yang juga sangat penting adalah Cp. Cp adalah kalor jenis benda, namun dalam kasus ini ialah metode. Tidak bisa dipungkiri lagi, kaderisasi butuh metode, taktik, dan strategi. Mau dibawa ke mana arah kaderisasi, mau jadi apa kader-kadernya, harus dapet apa saat kaderisasi, ada dalam metode. Intinya, kader dan pengkader harus bisa terkader dua-duanya.

Akhir kata, jangan terperangkap dengan istilah kaderisasi. Kaderisasi itu bukan hanya saat ospek jurusan, ospek unit, atau lainnya yang insidental. Tapi kaderisasi itu terjadi setiap hari dan setiap saat di sekitar kita. Sejauh mana kita mencari nilai-nilai kaderisasi itu, ya sejauh itu pula nilai-nilai kaderisasi yang bisa ktia dapatkan. Yang statis? Ya konstan. Hari ini dan kemarin mungkin sama saja, tidak ada nilai plus yang diperoleh tiap harinya. *meskipun saya masih seperti ini.

Saya harap proses kaderisasi Himatek atau PPAB tahun ini berjalan dengan lancar dan lurus sesuai petunjuk Allah swt. Ya Allah, mudahkan urusan kami ini, karena sesungguhnya segala urusan akan menjadi mudah di tangan-Mu.

“Allaahumma yassir lanaa umuuronaa wa laa tu’assir ‘alainaa, innaka muyassirun kulla ‘asiiriin.”

Semoga bermanfaat. (hbb)

Thanking Day (Hari Terima Kasih)

[Ahad, 6 Mei 2012]

pasti teman2 pernah mengalami satu saat di mana semua orang jadi baik. sepertinya saya juga pernah, barusan. saat tak ada satu masalah yang terlewatkan dan langsung selesai di tempat. Alhamdulillaah. saya jadi tahu ternyata orang-orang tak dikenal pun bisa berbuat baik pada kita. :’) *mengharukan.

satu kalimat yang membuat saya menulis posting ini adalah “terima kasih..” *frasa mungkin ya. CMIIW. yang penting, ada beberapa cerita yang membuat saya merasa sangat beruntung hari ini.

CERITA 1

berawal dari PD-night yang telah berlangsung tadi malam. karena acaranya bertempat di Hutan Kota Babakan Siliwangi, jadi saya putuskan untuk menitipkan motor saya di parkiran Saraga. malam2 saya ke Saraga, berharap menemui bapak satpam yang mengijinkan niat saya ini. akhirnya dengan sedikit basa-basi saya ketemu bapaknya. “tring!” “ya dek taruh aja tuh di sana bawah tribun ijo, di yang terang tapi..”. “terimakasih pak..” 😀 mission successful.

CERITA 2

pagi pun menjelang. acara PD-night semaleman telah usai. sudah beres2 dan tinggal pulang. akhirnya saya menuju parkiran saraga untuk mengambil motor yang semalam saya titipkan. tiba-tiba . . .

“jglek . . jglek . . ”

lho, tidak nyala. saya ulang berkali2 tetap tidak nyala sedikitpun. saya mencoba tetap tenang. “waduh, kayaknya mogok.” oke, daripada saya mengganggu pengguna motor lain yang mau parkir, lebih baik saya bawa keluar tribun dulu motornya. saya ulang lagi, dan motor saya tetap tidak ‘bangun’. tiba-tiba pak tukang parkir yang sedang bertugas memanggil. “businya itu dek..”. saya langsung menoleh. “oh, iya ya pak? saya kurang tahu sih pak.”

sambil tetap bergerak2 mengatur orang parkir motor dan mobil, bapaknya bilang: “di motor saya ada satu dek, sok aja diambil, ga dikunci kok joknya, kebetulan motornya sama, Grand.” saya berpikir sejenak. . . Allaahu akbar, pertolongan Allah memang tidak kemana. tanpa piki lebih panjang lagi, saya coba cari motor bapaknya dan melaksanakan instruksi. dapatlah 1 buah busi dan beberapa perkakas sederhana. “ini pak?” “ya, sok aja coba diganti sama punya saya..”. dengan baiknya bapak itu mengajari saya cara mengganti busi. setelah busi dipasang, “grengg… grengg… ” wah, nyala! saya teruskan saja memanasi mesinnya. “pak, ini saya ganti ya, pak?” bapaknya malah gamau. “udah, bawa aja dek..” dengan senyum dan sedikit mengangguk meyakinkan saya untuk membawanya. “nanti beli lagi yang baru buat cadangan”, lanjutnya. saya pun membalasnya dengan senyuman bahagia dan terima kasih. “oh, iya pak. maaf saya kurang paham hal beginian. terima kasih banyak, pak.” 🙂

semoga Allah yang membalas kebaikan budi bapak. akhirnya motor saya pun bisa jalan lagi, menuju gerbang saraga untuk keluar.

CERITA 3

tidak semudah itu keluar dari saraga ternyata. unfortunately.. ternyata karcisnya ilang. *nooooo… dan penjaga parkirnya yang pagi2 galak sekali. maklum lah ya, hari minggu gitu, saat semua orang berbondong2 mau olahraga di saraga, tiba2 ada anak ingusan ngambil motor pagi2 gapake karcis. percaya begitu aja? tidak. bapaknya terus mendesak, hingga akhirnya saya panggil pak satpam yang saya titipi tadi malam. eh, ternyata ga ada. yaudah, saya terus memaksa bapaknya untuk percaya. dan “bla.. bla.. bla.. “, “tring!”, “yaudah, sana, lain kali jangan ilang karcisnya, kalo ada pengunjung keilangan motor gimana?”. “wah.. terima kasih, pak..” Alhamdulillah, akhirnya bisa menjauh dari bapak2 galak tadi. ini juga jadi pelajaran buat saya biar tidak sembrono dalam menyimpan sesuatu.

CERITA 4

iseng2. saya ge gasibu. pasar tumpah tiap hari Ahad (pagi-siang doang bukanya) di depan gedung sate. wiiih, asli beneran macet. saya ke sini hampir ga punya niat apa2, eh tiba2 pas masuk ke dalem, ada keinginan untuk beli buah, jambu biji tepatnya. sudah lama ga makan buah. 😀

saya ketemu bapak2 penjual jambu biji yang baik hati. ternyata sekilonya 3rb aja. Yes, mantap lah. uang saya tinggal 7 ribu. dikurangi 3rb jadi 4 ribu. sipp lah, deal. pas pulang liat orang jualan susu. yang buatan KPBS Pengalengan. saya penasaran kan, calon insinyur Teknik Kimia bidang Teknologi Pangan harus merasakan produk pangan milik negeri. akhirnya saya beli, 3 ribuan juga. okelah, emang baru pertama dan sangat pengin, jadi deal. tinggal 1 ribu. pas buat parkir.

yang ini emang gara2 saya yang sok tahu. ternyata biaya parkirnya tuh 2 ribu. inna lillaahi. ga ada uang lain, lagi. bingung kan, akhirnya saya jujur, bagaimana tidak, sudah ga ada jalan keluar lagi. HIMATEK always Tells The Truth. “Pak saya cuma punya seribu nih pak, saya kira cuma seribu, gimana pak?” saya sih optimis bapaknya bakal baik hati. eh.. beneran, “yaudah gapapa atuh dek, santai aja..” kurang lebih begitu lah. Alhamdulillaah.. “Terimakasih banyak pak..”

masih ada rangkaian cerita lagi sebenarnya, mau ditulis semua, kebanyakan, hehe.

pelajaran yang saya dapat hari ini adalah, berhusnuzhzhon lah sama orang, jangan gampang suuzhzhon. karena kebaikan seseorang itu tidak bisa dilihat dari penampilan luar saja, tapi lebih dari itu, hatinya. sedangkan kita tidak tahu apa isi hati orang-orang di sekitar kita. dengan suuzhzhon artinya kita sudah mencap orang itu jelek, padahal kita juga belum tentu lebih baik dari dia. betul?

sekian saja, semoga menghibur, dan bermanfaat. (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"