Yang Ringan tapi Berat

pernah timbang berat badan? kapan terakhir? (*apa? pas balita? ga lah ya..)

saat timbang berat badan, di situ muncul angka-angka yang menginformasikan berat badan kita. ya, berat badan secara fisik yang terukur, yakni total dari berat tulang, daging, lemak, dan apapun yang menempel di tubuh kita, termasuk pakaian. biasanya kalo anak kecil berat badannya agak lebih dari anak-anak seukurannya, orang tua seneng tuh, anaknya sehat. tapi kalo orang tua, misal tiba-tiba berat badannya lebih gede dari orang seumurannya, bingung tuh biasanya, gimana cara nuruninnya. (*haha. just kidding..)

oke, timbangan ini berbeda sekali dengan timbangan yang Allah janjikan untuk kita di akhirat kelak. bukan timbangan berat badan lagi, tapi timbangan amal kebaikan dan kejelekan kita selama di dunia. tiap-tiap manusia akan ditimbang, tidak dengan bekal apapun kecuali buah dari amal-amalnya semata. siapa yang timbangan kebaikannya lebih berat, akan masuk surga, jika timbangan kejelekannya yang lebih berat, Allah akan memasukkannya ke dalam neraka. (*na’uudzu billaah)

amal-amal kebaikan itu sangat banyak (*orang jawa: buuanyak) macamnya, bisa yang berbentuk ritual maupun tidak. nah, salah satu ibadah nonritual itu ialah berdzikir, yakni banyak mengingat Allah swt. CMIIW

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13 : 28)

sebagai pembawa wahyu Allah, rasulullah saw. sangat menganjurkan kita untuk banyak berdzikir, terutama berdzikir melalui lisan. di antaranya tersurat dalam hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Busr ra., bahwasanya ada seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam yang saya terima itu lebih banyak, kemudian beritahukanlah kepada saya tentang sesuatu yang benar-benar harus saya pegang baik-baik.” Beliau bersabda: “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berzikir kepada Allah.” (HR. Turmudzi)

baginda Rasulullah saw. telah mencontohkan berbagai macam kalimat dzikir, salah satunya adalah dua kalimat di bawah ini. kalimat-kalimat yang amat ringan di lisan, namun berat di timbangan amal. 🙂

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

”Dua kalimat yang ringan pada lisan, berat pada timbangan amal, di sukai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu SUBHAANALLAAH WABIHAMDIHI, SUBHAANALLAAHIL ’AZHIIM (Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya; Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” (HR. Bukhari dan Muslim)

ada juga yang bahkan seperti memenuhi ruang antara langit dan bumi. (*wah, seluas apa tuh?)

Dari Abu Malik Al Asy’ariy ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda :

“Bersuci adalah sebagian dari iman, ALHAMDULILLAH memenuhi amal dan SUBHAANALLAAH WAL HAMDULILLAAH memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (HR. Muslim)

yang ini pahalanya bisa membuat kita menyaingi orang-orang sebelum kita, serta tidak terkalahkan oleh orang-orang sesudah kita, kecuali yang beramal seperti ini pula. (*subhaanallaah..)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya orang-orang dari sahabat Muhajirin datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: ”Orang orang kaya telah memperoleh derajat yang tinggi dan kebahagiaan yang abadi, dimana mereka salat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, mereka mempunyai kelebihan harta sehingga dapat menunaikan haji, umrah, berjuang dan bersedekah.” Rasulullah saw. bersabda:

“Maukah kalian aku ajari sesuatu yang dapat mengejar pahala orang-orang yang telah mendahului kamu dan juga orang-orang yang sesudah nanti serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kamu, kecuali orang yang berbuat seperti apa yang kalian perbuat?”

Mereka menjawab: ”Mau wahai Rasulullah”. Beliau bersabda:

”Yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali.” Abu Shalih orang yang meriwayatkan hadis ini dari Abu Hurairah ra. berkata: “Ketika beliau ditanya tentang bagaimana mengucapkannya, beliau bersabda: SUBHAANALLAAH, ALHAMDULILLAH dan ALLAAHU AKBAR, masing-masing dari tiga kalimat itu dibaca tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam riwayat Muslim terdapat tambahan: Kemudian orangorang fakir Muhajirin datang lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Setelah saudara-saudara kami yang kaya itu mendengar apa yang kami kerjakan, maka mereka mengerjakan seperti yang saya kerjakan.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: ”Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”

dan masih buuanyak lagi bentuk dzikir yang lain. bisa browsing sendiri di kitab Riyaadhush-shoolihiin, Al-Adzkaar, dan kitab-kitab hadits yang lain. mungkin beberapa bisa diperoleh di sini. semoga tulisan ini -meskipun sangat sederhana- bisa menjadi motivasi dan nasihat untuk kita semua, agar selalu mengingat Allah dalam segala kondisi. baik senang maupun susah. tanggal muda maupun tua. bulan-bulan kuliah maupun UTS. 😀 (hbb)

wallaahu a’lam bish-showaab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s