Kisah Seorang Gadis Kecil

Malam Ahad, disaat banyak muda-mudi menikmati indahnya malam di taman yang ada tulisan D. A. G. O. dan sekitarnya, saya melihat dua gadis kecil sedang mondar mandir dengan keranjang kecil berisi beberapa bungkus kerupuk, menggantung di leher salah satu gadis yang terlihat lebih tua.

Pertanyaannya, mengapa saya malem Ahad ada di situ? (*ga penting) Nah, saat itu saya bersama kawan saya Amiril Pratomo, sedang menunggu kawan kami, Rizan, untuk ikut nebeng ke lapangan futsal (*nasib kalo ga punya motor sendiri). Karena Rizan mengantarkan kawan kami yang lain dulu ke Tubagus, jadi saya dan Amiril memilih untuk menunggu di lampu merah perempatan Dago.

kembali ke cerita awal. tanpa pikir panjang, saya menghampiri gadis kecil itu. dengan nada sok lembut (*padahal ga bisa) saya mulai bertanya.

kira-kira obrolannya seperti ini.

hbb (saya) : “Dik, ini kerupuknya dijual? harganya berapa?”

gk (gadis kecil) : “Ya Kak, 2000 sebungkus”

amiril langsung merogoh2 sakunya, dan dia membeli satu bungkus kerupuk. percakapanpun berlanjut.

hbb : “Adik asalnya dari mana?”

gk : “Dari Ciparay kak”

hbb : (ciparay? sok tahu) “Wah…jauh sekali, ke sini sama siapa? kelas berapa? itu adiknya? kelas berapa adiknya?” (*panjang banget nih)

gk : “Saya sama adik, yang cewek kecil tadi, kadang sama temen juga, saya kelas 4 SD Kak, adik saya masih kelas 2”

hbb : (kelas 2? ga tidur semaleman? hwaaaa… 😦 ) “jualan mulai jam berapa? pulang jam berapa?”

gk : (dengan wajah polos) “mulainya jam 10 pagi, terus pulang sampe rumah jam 5 pagi, sekolah, terus jualan lagi”

hbb : (gaya kaget) “hah? semaleman? lha, terus tidur di mana?”

gk : “ga tidur kak, kadang tidur pas jualan”

hbb : (dalam hati) wah, super! saya aja tidur semaleman kadang merasa kurang. astaghfirullaah.

anak sekecil ini, tidur hanya 1-2 jam dalam sepekan. bayangkan, hari-harinya hanya untuk sekolah dan jualan. hari ahad pagi libur sekolah, dia baru sempat tidur. itupun hanya 1-2 jam. subhanallaah.

hbb : “Ayah dan Ibu di rumah?”

gk : (dengan wajah polos) “iya. Ayah sedang sakit, dan ibu di rumah”

am : “Sehari dapat untung berapa dik?”

gk : “biasanya 30rb, biasanya 40rb”

hbb : “Wah, lumayan ya, itu dipakai apa aja? ditabung, atau gimana?”

gk : “mmm.. kan 30 ribu.. dikasihkan ke ibu 20 rb, ditabung 5 rb, dan 5rb untuk angkot”

am : “pernah dimintai uang sama preman gak?”

gk : “pernah. sekali. waktu itu dapet 30 ribu. terus diminta 20 ribu. terus aku kasih aja 20rb”

hbb : …*terdiam (semoga Allah selalu melindungimu nak)

dan akhirnya kami mulai bertanya tentang masa depan. :D/ (*berapi-api ini)

am : “adik cita-citanya ingin jadi apa nanti?”

gk : “apa aja boleh.. 🙂 (sambil tersenyum)” 🙂

hbb : “eh, nggak boleh bilang gitu.. harus punya cita-cita loh, emang mau jualan kaya gini terus? hayo..”

gk  : (agak sewot) “mmm… gag mau..”

am : “adik ingin jadi pengusaha?”

gk : “Enggak kaak…”

am : “nah, yang penting miliki cita-cita yang tinggi… bercita-cita gratis kan… sekarang yang penting rajin belajar dulu. kalo pinter bisa jadi orang yang sukses ntar”

hbb : “bla…bla…bla… (*dan nasehat-nasehat yang lain).. yaudah pokoknya harus rajin belajar, okeh? biar ga rugi udah jualan capek-capek kan”

pas, udah kehabisan pertanyaan dan kata-kata, Rizan datang.

hbb & am : “yaudah dik, kakaknya pamit dulu ya, yang rajin belajarnya biar jadi orang sukses”

gadis itupun cuma manggut-manggut dengan senyum kecil yang kini terpancar lebih cerah (*lebai). (*eh beneran) adiknya yang ga tau apa-apa, diam saja.

semoga hari-harimu menyenangkan, dan Allah selalu melindungi dan meluruskan jalanmu untuk jadi orang sukses. 🙂

Subhaanallaah.. semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian singkat ini.

  1. Syukur. bersyukur tidak hanya pas dapet kenikmatan. kalo itu, mah, harus. mulai dari yang kecil dan sederhana. sudahkah kita bersyukur dengan nikmat “berkedip” pada hari ini?
  2. Gigih. meskipun ditimpa masalah bertubi-tubi, gadis ini pantang menyerah. sudah 3 tahun dia lewati dengan berjualan. rela hanya tidur 1-2 jam sepekan hanya untuk mengobati ayahnya, membeli buku dan tas untuk sekolah. kita? kadang malas kuliah. astaghfirullaah.
  3. Sabar. emang ga gampang, tapi bisa dilatih. dan satu lagi : kesabaran itu tidak akan ada batasnya. kalo kita mikir sabar itu ada batasnya, berarti kita membatasi karunia Allah kepada hambaNya. bukankah Allah mencintai orang-orang yang sabar?
  4. Cita-cita. intinya kita harus punya cita-cita, visi ke depan, mau ngapain, mau jadi apa. hidup itu tidak bisa diikuti seperti aliran air saja. tapi anggaplah hidup itu seperti gunung. cita-cita kita di puncak. kita harus mendaki tiap-tiap jalan agar dapat sampai ke puncak.
  5. dan masih banyak lagi hikmah lain yang mungkin teman-teman temukan sendiri dalam kisah ini.

semoga peristiwa ini dapat menjadi nasehat, khususnya untuk diri saya sendiri. sesungguhnya salah satu ciri orang beriman adalah jika mendapat kenikmatan, bersyukur, dan ketika ditimpa musibah/ujian, bersabar. semoga Allah selalu memberi jalan kita semua untuk menjadi orang-orang yang bersyukur dan bersabar.

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh” (QS. An-Naml : 19)

8 thoughts on “Kisah Seorang Gadis Kecil

  1. hbb: terenyuh bgt.. asli! Ya Robb.. cuma 1-2 jm seminggu tidurnya? dia msh kls 4sd pula, blm adiknya.. msh anak2 bgt, yg lain pda main, mreka cari uang.. masyaAllah.. kalo ktemu mreka lg, slam ya dari aku, tetep smngat.. karena Allah itu dkat dn gk prnah ninggalin hamba-Nya

    Like

    1. iya nih din.. kita pas cape kuliah, tidur aja tiba2..
      nih rekaman obrolanku masih aku simpen..

      di kota gede ky bandung gini, banyak bgt hikmah2 tersembunyi sperti ini.. pengin njamah semuanya.. :’)

      Like

    1. ya din, obrolane.. kenang2an, ketok2en lek ngrungokno neh..
      yo, tapi jek rung pati nemoni aku sing ng bwi.. kapan2 wae golek.. hehe.. 😛

      kita ajak aja ke 333.. 😀

      Like

      1. wes tak baca bib, waak.. jik onok ae yo sing dolanan delik-delik an ngono, ning sepur pisan, tapi y serba repot pisan soale, sing PT.KAI gae aturan ben costumer nyaman, eh pdgang asongan jd krban.. hhmmm
        y balik lg ke Allah, Dia kan Maha Pemberi Rejeki, mdh2an mereka d kasih rejeki dg jln yg (lebihbaik) lain.. amiiin

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s