Tamu itu Bernama . . . Kematian

Siapa di antara kita yang takut mati? Atau siapa yang pernah berpikiran “Ah, matiku mungkin masih 40 atau 50 tahun lagi..” (weiits, udah tahu ya, mas?)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa’: 35)

Sungguh menjadi pelajaran berharga bagi saya, kejadian yang terjadi pada dua mahasiswa ITB dalam 15 hari terakhir ini. Ya, kami (mahasiswa ITB) kehilangan dua putri terbaik kami. Salah satu adalah teman saya sendiri, almarhumah Indah, mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2010, satu lagi mahasiswi Teknik Kelautan angkatan 2009, namanya Yofanka (CMIIW).

Almarhumah Indah, (semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal ibadahnya), meninggal karena sakit yang telah dideritanya cukup lama. Sedangkan Yofanka, kabarnya meninggal karena terbawa arus saat arung jeram di Sungai Cikandang, Garut.

Hanya dalam 15 hari, gan. Siapa yang duga tanggal 31 Januari 2012, ada teman kita yang meninggal? Siapa pula yang mengira, saat kegiatan arung jeram akan ada yang hilang terbawa arus? Dari dua contoh kecil saja dapat kita ambil pelajaran, bahwa mati/ajal itu bisa datang kapan saja, tanpa kita sadari.

Ajal itu tidak bisa ditebak kedatangannya, tidak pula kita minta harus datang kapan. Nabi saw telah menegaskan dalam salah satu sabdanya:

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. Maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. [Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643]

Hanya diam? Tidak. Coba bayangkan, kita akan kedatangan tamu dari jauh, yang belum pernah berkunjung sebelumnya, dan kita tidak mempersiapkan apa-apa untuk menyambut kedatangannya. Mungkin itu yang sedang menggelayut di pikiran saya sekarang, bahwa kematian itu seperti tamu, yang datang secara tiba-tiba. Kita hanya punya dua pilihan, menyambut tamu dengan persiapan matang jauh-jauh hari, atau penyambutan seadanya karena persiapan yang mendadak. Allah swt dengan kekuasaanNya membebaskan pilihan itu kepada kita.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-Imron: 145)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Al-Imron: 102)

Sudah jelas, jika kita menginginkan pahala, ganjaran, kebaikan, atau apapun lah, ya kita harus melakukan sesuatu yang mengarah pada itu semua, karena balasan Allah sesuai dengan apa yang kita perbuat. Bersyukurlah kita, masih diberikan nikmat “jantung berdetak” , a.k.a. masih hidup, jadi banyak hal yang semestinya bisa kita lakukan. Ujung-ujungnya adalah adalah mengais sebanyak-banyaknya kebaikan, dan menjauhi berbuat dosa. Lebih super lagi jika menyebarkan kebaikan dan mencegah kemunkaran di lingkungan kita (wah, jadi berguna banget ga tuh, hidup kita?). 

Kuliah dengan benar sebagai mahasiswa (niat yang ikhlas karena Allah), rajin bersedekah, selalu mengerjakan amalan-amalan wajib, rajin mengerjakan sunnah, bersegera menunaikan ibadah haji (saat ada “panggilan”), menghadiri majelis-majelis ilmu, merupakan beberapa contoh amalan-amalan baik. Harus kita jadikan kehidupan itu sebagai ladang kita menanam dan memanen banyak kebaikan, sehingga saat tamu itu datang (kematian), kita telah siap dengan bekal yang akan kita persembahkan.

So, siapa yang masih takut mati?hehe. Kematian itu bukanlah sesuatu yang menyeramkan, asalkan kita mempersiapkan bekal kematian dengan sebaik-baiknya. Kalau bekal siap, kapanpun tamu itu datang, siap dong.. Orang yang takut mati hanyalah orang-orang yang tak mau kehilangan masa mudanya, atau merasa tidak siap dengan bekal yang akan dibawanya. Kalo saya misalkan, kematian itu hanya seperti pintu antarruangan rumah. Bedanya, ini pintu dari alam dunia ke alam kubur. Pintu dari alam yang sangat luas, ke alam yang hanya 4 meter kubik.

Jadi kesimpulannya, mari kita manfaatkan kesempatan hidup ini dengan banyak mengerjakan amal-amal kebaikan, menjauhi berbuat dosa, dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri kita seoptimal mungkin (rugi, kan kalo potensi tidak dikembangkan..). Rasul saw mengajarkan doa pada kita, ummat kesayangannya (recommended untuk dihafalkan), agar kehidupan kita dibaguskan oleh Allah, dengan banyak memperoleh kebaikan:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya: “Ya Allah, perbaguskanlah untukku akan agamaku yang itu adalah pegangan perkaraku, perbaguskanlah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, juga perbaguskanlah akhiratku yang di dalamnya itulah tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian itu sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (Riwayat Muslim)

Sekian, mari kita jadikan pengalaman sebagai guru (kata pepatah), dan jadikan kematian itu sebagai nasihat untuk kita dan orang-orang sekitar kita. Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙂 (hbb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s