Berkata Baik vs Diam

Sabtu, 4 Pebruari 2012 – Malam ini saya sangat tertarik dengan hadits Nabi saw dalam Hadits Arba’in, yang kelima belas, yang berbunyi:

Terjemahan: 

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Subhaanallaah, sebegitu eratkah kaitan antara iman dan kehidupan sehari-hari, hingga bagian terkecil pun seperti berbicara dapat mempengaruhi kualitas iman kita. Berdasarkan hadits di atas, secara logika, tentu berbeda, dong, kualitas iman antara orang yang banyak bicara dan orang yang banyak diam.

Ada dua kemungkinan untuk orang yang banyak bicara, pertama pembicaraannya itu berpahala karena dapat menumbuhkan manfaat bagi orang lain, kedua pembicaraannya itu hanya menambah dosa saja karena isinya yang kurang bermutu seperti gossip, fitnah, dan perkataan lain yang tidak disukai oleh Allah dan RasulNya.

Barang siapa banyak bicaranya maka banyaklah kesalahannya, dan orang yang banyak salahnya berarti banyak dosanya sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.”

Astaghfirullahal-adziim, sudah berapa banyak kata-kata yang keluar dari mulut kita sedangkan itu hanya sia-sia dan tidak membawa manfaat sama sekali. Sudah tidak asing lagi saya kira, kata-kata seperti “dia tuh mobilnya keren banget anj*ng.. atau “lo tau gak sih dosen Y tu ngajarnya lambat banget, bla bla bla.., dan banyak lagi contoh yang lain, termasuk pula pembicaraan yang hanya membuang2 waktu seperti, membicarakan lagu2, video klip, bahkan kehidupan artis luar negeri (siapa coba, mereka?). Tidak berguna sebenarnya, karena di dunia tak membawa kebaikan, di akhiratpun takkan membantu. Apakah sama, lisan yang akan mengatakan, “sungguh aku dulu di dunia hanya digunakan untuk membicarakan artis X, bla bla bla..” dan yang mengatakan, “mahasuci Engkau yang menciptakanku, sungguh aku dulu di dunia sering digunakan untuk berdzikir kepadaMu siang dan malam..” di hari pertanggungjawaban kelak? Kalau berbeda apa bedanya? Ya, lidah pertama mungkin milik seseorang yang banyak nggossip, sedangkan lidah kedua adalah milik seseorang yang sholih yang selalu menjaga perkataannya dengan berkata baik dan sering berdzikir kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah swt telah berfirman:

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat yang selalu hadir”. (QS. Qaf : 18)

Mahabenar Allah swt, tidak ada yang lolos dari pengawasan malaikat. Kalau tiap-tiap perkataan kita dicatat, takkan akan yang bisa berdusta di hari pertanggungjawaban kelak.

Rasulullah saw juga bersabda :

Sesungguhnya seseorang yang sekedar bicara satu kalimat saja ia menganggapnya tidak mengundang resiko macam-macam. Tetapi sebenarnya itu dapat juga menggelincirkan ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun”. (HR. Tirmidzi).

Tuh, bahkan bicara sekedar satu kalimat pun -yang kadang kita anggap tak beresiko- ternyata bisa menggelincirkan kita ke neraka selama tujuh puluh tahun. Apalagi jika kita berbicara panjang lebar seakan tiada habisnya, tentu saja akan lebih dikhawatirkan resikonya. Bayangkan, jika seperti itu berapa puluh tahunkah kita akan mendekam di neraka? (Na’udzu billah..)

Intinya sih menurut saya, harus berlaku harga mati. Kalau tidak bisa berkata baik, mending diam, kerena itu yang paling aman. Perlu diketahui juga, tidak semua diam itu “emas”. Diam itu “emas” hanya apabila dalam diamnya itu ada tafakkur dan berniat menjaga diri dari perkataan yang sia-sia (ini petuah dari salah seorang guru saya).

So, kesimpulannya, mari kita bersama-sama memperbaiki kualitas iman kita, dimulai dari yang kecil, njogo omongan kalo kata orang Jawa. Ngomong itu yang pasti-pasti aja. Pasti ada pahala, maksudnya. Mulai sekarang No GOSSIP, No GHIBAH, No FITNAH, yuk perbanyak DZIKIR!

Semoga bermanfaat. 🙂 (hbb)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s