Archive for February, 2012

The Special Saturday

Yesterday is my special day. But today is more special. Itulah kata-kata yang ada di otak saya sekarang, mengiringi kata-kata syukur saya kepada Allah atas segala nikmat yang diberikanNya hari ini. Alhamdulillaah..

Hari ini adalah hari yang membuat saya kembali mengingat satu setengah tahun lalu, saat opening bridging BIUS, hanya saja tempatnya yang berbeda. Hari ini opening bridging dilaksanakan di TVST-B. Ramai sekali suasananya, bagaimana tidak, tiga angkatan BIUSers ngumpul jadi satu,,BIUSers in One! mungkin itu tepatnya. Mulai angkatan 2009, angkatannya kak Teguh, angkatan 2010, angkatannya Amiril “soto Koya” (ini hanya panggilan sayang), sampe angkatan 2011. Terdengar canda tawa di mana-mana, meskipun belum membaur jadi satu, tapi itu sudah terasa indah, menghiasi Sabtu siang di kampus sebelah utara.

Yang membuat jam 12 hingga jam 4 sore tadi spesial adalah kehadiran “bunda” kita, Bu Betti Alisjahbana. Haha, anak-anak memanggilnya “bunda” karena beliau orang pertama yang menggagas terciptanya Beasiswa ITB Untuk Semua ini, sekaligus yang sangat “omes” ngebimbing BIUSers untuk benar-benar menjadi Agents of Change. Sungguh inspiratif materi yang disampaikan oleh beliau tadi, menjadikan opening bridging ini hidup, apalagi anak 2011 nya terlihat lebih aktif dibandingkan 2010 dan 2009.. oo belum tahu gimana 2010 dan 2009.. #ngeles

Oh iya, sebelumnya saya sempat mendapat hadiah dari MATA’, hadiah yang tidak saya sangka.. saya menyebutnya Buku Kehidupan, Book of Life. Buku ini begitu spesial karena ada nama saya di depannya, wakaka.. #ga penting, bib. Biarin lah, yang penting keren. Di dalamnya berisi banyak kotak-kotak kosong, yang akan terisi agenda2 saya tiap bulan, target, dan perkembangan amalan yaumiyah saya. Semoga buku kecil nan sederhana ini menjadi “sesuatu” lah, yang bisa memacu saya untuk menjalani kehidupan lebih baik ke depannya. #aamiin..

Lanjut yang tadi, sayang saya ga bisa ikut materi Bu Betti hingga tuntas. Saya harus kembali ke utara, alias ke Sekre Perisai Diri untuk latihan rutin tiap Sabtu sore. Tumben sore ini tidak sebanyak biasanya, agak dikitan. Karena beberapa orang yang biasanya hadir tidak hadir. Tapi okelah, latihan tetap asik kok.. #pastii..

Seperti biasa, latihan dibuka dengan pemanasan, lalu latihan serang-hindar, tanpa senam teknik dan fight hari ini. Jebag.. Jebug.. Aduh.. Asem telat.. Suara-suara itu sering sekali terdengar saat serang hindar. Hingga latihan selesai, seperti biasa ada ngobrol-ngobrol bersama pelatih dan evaluasi. Yang tak disangka-sangka itu, pas udah mau ditutup, saya dipanggil oleh kang Adams.

“Hab, berdiri, tengah sini..” #saya mikirnya, pasti mau dikeroyok karena saya kemarin ulang tahun
“Waduh, mau apa ini kang?” #bingung kan, dikirain mau apa

Kang Adams tiba-tiba memalingkan badannya ke belakang dan mengambil dua buah bungkusan berwarna hitam bertuliskan NuMa di salah satu tepinya.

“Nih, ada hadiah buat kamu..” #surprised
“Yang ini kasihkan ke Heri..”, lanjut Kang Adams sambil memberikan bungkusan lain yang identik.

Subhanallaah.. mantaplah, ternyata bungkusan itu isinya ruyung. Yang dipake Bruce Lee di salah satu filmnya itu loh.. Alhamdulillaah.. meskipun saya belum bisa cara menggunakannya, hehe.. #makanya belajar

Ting! Saya langsung teringat, mungkin ini salah satu penghargaan untuk kami atas insiden Selasa malem kemarin. Saya hampir saja mencederai Heri pas latihan fight. Untung Herinya ga papa, meskipun agak berdarah sedikit di kepalanya. #dikiit banget

Jadi, begitulah,, warna-warni hari ini. Saya tidak menyangka bisa mendapatkan tiga “emas” sekaligus dalam satu hari. Memang benar janji Allah, Dia memberikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.. Suatu kejadian yang sangat langka terjadi. Terimakasih ya Allah.. Hari ini sungguh bermakna.. 🙂 (hbb)

Advertisements

Sepersekian Ruang telah Terisi

Itulah yang saya rasakan sekarang. Kehidupan selama 20 tahun telah berlalu. Itulah yang menjadi pelajaran, pengalaman, serta bekal berharga untuk menapak masa depan. Kini, saya di penghujung awal tahun ke 21.. sangat cepat rasanya, jika tiba2 teringat masa-masa SD saat bermain kelereng bersama Gunung, Canti, Dona, Jihad, Amri, dan kawan-kawan saya yang lain. hehe..

Masa lalu tidak ada gunanya disesali, juga tak harus dilupakan. Masa lalu adalah saat di mana kita melakukan banyak kesalahan, dan saat memperoleh pengalaman yang mungkin tak akan terulang di masa mendatang. Masa lalu itu harus disyukuri, apalagi kita sadar akan perlunya perbaikan. Syukurilah nikmat pemberian Allah yang enak-enak, dan bersabarlah atas ujian yang diberikan Allah, karena itu semua pasti ada hikmahnya. Masa lalu suram? Bukan masalah, manusia memang tempatnya salah, dan Allah adalah sebaik-baik pengampun bagi orang-orang yang mau memohon ampun.

Sekarang, beberapa bagian ruang telah terisi. Sepersekian? Setengah? atau bahkan tiga per empatnya?.. kita tidak tahu berapa jatah usia kita. Lalu solusinya? ya, banyak mengingat mati saja. Mengingat mati merupakan nasihat yang paling baik untuk orang-orang yang mengerti.

Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya..

Yups. betul sekali. berarti hidup itu hanya tentang ibadah. Bagaimana caranya kita memanfaatkan hidup ini sepenuhnya hanya untuk beribadah kepada Allah swt semata. Ibadah apakah hanya sholat, puasa, zakat? tidak. Ibadah itu luas. Sesuatu apapun yang jika diniatkan kebaikan bisa bernilai ibadah. Mengajak pada kebaikan.. ibadah. Jujur dalam berniaga.. itupun ibadah. Bahkan makan pun bisa bernilai ibadah jika kita meniatkannya agar kuat dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu juga bernilai ibadah.

Kini hanya ada “sepersekian ruang kosong”. Mau diisi apa “ruangan” itu? itulah yang menjadi indikator, apakah kita akan termasuk orang yang beruntung, atau yang merugi. Orang yang beruntung adalah yang mengisi dengan sesuatu yang lebih baik dari isi sebelumnya, sedangkan orang yang celaka adalah yang mengisi dengan sesuatu yang lebih buruk, hanya akan meracuni isi yang lain.

Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh perkara. Apakah kamu harus menantikan kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang dapat menyudahi segala-galanya, atau menunggu datangnya Dajjal, padahal ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat, padahal kiamat adalah sesuatu yang amat berat dan amat menakutkan .” (HR.Turmudzi)

Kesimpulannya, tuntutan untuk terus menerus dalam kebaikan itu akan selalu ada, selama kita masih diberikan kesempatan hidup, jiwa dan raga yang sehat, waktu yang luang, masa muda, dan harta kekayaan oleh Allah swt. Semoga tulisan ini – meskipun sedikit dan agak kacau bahasanya, bisa menjadi bahan evaluasi kita semua. Sesungguhnya ketentuan ajal itu dari Allah swt, kita hanya memohon petunjuk agar selalu diberi kesempatan untuk mengisi ruang hidup ini dengan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam. 🙂 (hbb)

Istiqomah, Bib…

Suatu saat, pas mau pulang ke kosan, saya ketemu dengan salah satu teman di ruang utama Masjid Salman. Orangnya terlihat sedang memegang mushaf, bibirnya komat-kamit dan sambil kepalanya tengak-tengok kanan kiri alias ga ngeliat mushaf. Namanya Abdul (samaran).

S itu saya (samaran), A itu Abdul.

S : assalamualaikum, oalaah.. abdul, kirain siapa.. lagi ngapain, dul? ngapalin surat ya.. udah nyampe surat apa nih, dul?
A : waalaikumsalam.. alhamdulillaah.. surat at-thur nih, bib..
S : weh, juz berapa itu dul? (sambil saya pinjem mushafnya)
A : hehe, dua tujuh..
S : berarti yang 30, 29, 28, udah? subhaanallaah.. 🙂
B : 30 dan 29 udah, 28 lompat dulu, bib, langsung 27.. tapi belum muroja’ah lagi nih..
S :  . . .

Yeah! Apa mau dikata, meski baru 3 juz (3 juz “meski”?), tapi itu sudah lumayan super, dan saya tidak boleh kalah. Ini baru salah satu teman -yang tidak saya sangka sudah menghafal hampir 3 juz, belum lagi teman saya lainnya yang konon udah apal 5, 10, dan denger-denger ada yang apal 30 juz bahkan. Subhaanallaah sekali..

Sungguh pelajaran yang sangat berharga. 🙂 (hbb)

Besarnya Pahala tergantung Besarnya Ujian

Nabi SAW bersabda :

Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Apabila Allah Ta’ala mencinta suatu bangsa, maka Allah akan menguji mereka. Sehingga siapa saja yang ridha, maka Allah akan meridhainya dan siapa saja yang murka, maka Allah akan memurkainya .” (HR. Tirmidzi)

Apakah bangsa kita diuji karena Allah cinta? sehingga ingin menggugurkan dosa-dosa kita selama ini? semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang ridho atas ujian yang Allah berikan. (hbb)

Waspadai Makanan Tidak Sehat

Kenapa orang tua jaman dulu jarang ada yang sakit-sakitan? Sedangkan anak muda sekarang, mudah sekali dihinggapi berbagai macam penyakit, seperti maag, diabetes, gangguan pencernaan, obesitas, gagal ginjal, liver, bahkan kanker. semoga Allah melindungi kita dari semua itu..

Penyakit-penyakit itu bukan hanya disebabkan oleh faktor tunggal, melainkan banyak faktor lain seperti gaya hidup, genetik, lingkungan, dan makanan. Faktor genetik sudah tidak mungkin lagi dikendalikan (kecuali dengan ijin Allah swt.), sedangkan kita masih bisa mengendalikan gaya hidup, lingkungan, dan yang pasti makanan.

Makanan sehat bukan berarti yang bisa membuat perut kenyang, yang harganya mahal, yang paling enak seBandung, apalah yang lain, misalnya. Tapi makanan sehat harus mampu mencukupi kebutuhan tubuh akan zat-zat seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak, dan serat. Sedihnya, kita kadang tidak tahu mana makanan yang sehat, dan mana yang tidak.

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. An-Nahl: 114)

Allah swt telah menyuruh kita untuk makan makanan yang halal, sekaligus baik, karena itu salah satu bentuk syukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan.

Agar kita tahu, mana makanan yang baik dan mana yang tidak, mari kita simak beberapa ciri makanan yang tidak sehat berikut.

  • Makanan dengan zat pewarna

Tak sedikit makanan-makanan ringan yang mengandung zat pewarna yang berlebihan. Biasanya untuk mengundang para pembeli karena memang enak dipandang dan menggugah selera. Maka berhati-hatilah, zat pewarna pada umumnya tidak dapat diuraikan oleh tubuh, sehingga suatu saat bisa mengalami penimbunan dan menyebabkan kanker.

  • Makanan berbahan pengawet

Setiap makanan dan minuman kemasan pasti mengandung bahan pengawet, dan itu sah-sah saja selama tidak melebihi batas aman. Namun ada juga makanan yang mengandung bahan pengawet yang berlebih. Nah, yang seperti ini juga dapat menimbulkan kanker.

  • Makanan berbahan pengawet berbahaya

Tahu natrium benzoat? Ya, itu bahan pengawet yang biasa ada pada makanan kemasan. Boleh digunakan. Formalin? Itu bukan bahan pengawet makanan, melainkan pengawet mayat. Apakah makanan kita sama komposisinya dengan mayat? No!..

  • Makanan berkadar gula tinggi

Biasanya berupa minuman, kue, manisan, dan lain-lain. Jangan jajan sembarangan ya.. Terlalu banyak mengkonsumsi gula bisa menyebabkan obesitas dan diabetes.

  • Makanan berkadar garam tinggi

Mie instan, kripik-kripik, adalah dua dari berbagai contoh makanan yang disinyalir mengandung banyak garam. Kurang garam itu tidak enak, terlalu banyak garam juga tidak baik. Kenapa? Karena akan memaksa kerja ginjal, dan mengakibatkan rusaknya fungsi ginjal. Selain itu juga dapat mengakibatkan hipertensi.

  • Makanan mentah

Bahaya terbesar dari makan makanan mentah adalah cacing-cacing parasit yang hidup di situ, misal di tubuh ikan, daging sapi, dll. Itulah mengapa makanan harus dimasak terlebih dahulu hingga matang. Yaitu untuk membunuh bakteri dan cacing-cacing parasit.

  • Makanan yang dibakar

Makanan yang dibakar kadang mengandung sedikit arang. Arang atau karbon aktif ini bersifat karsinogenik. Jika terkonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan kanker. Meskipun kadang-kadang enak ya..kres..kres..

Kesimpulannya, tetap jaga makanan anda, pesan dari guru saya SMA: “jangan makan yang kotor-kotor..” kalau dipikir-pikir, benar juga. Semoga bermanfaat. 🙂 (hbb)

Tamu itu Bernama . . . Kematian

Siapa di antara kita yang takut mati? Atau siapa yang pernah berpikiran “Ah, matiku mungkin masih 40 atau 50 tahun lagi..” (weiits, udah tahu ya, mas?)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa’: 35)

Sungguh menjadi pelajaran berharga bagi saya, kejadian yang terjadi pada dua mahasiswa ITB dalam 15 hari terakhir ini. Ya, kami (mahasiswa ITB) kehilangan dua putri terbaik kami. Salah satu adalah teman saya sendiri, almarhumah Indah, mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2010, satu lagi mahasiswi Teknik Kelautan angkatan 2009, namanya Yofanka (CMIIW).

Almarhumah Indah, (semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amal ibadahnya), meninggal karena sakit yang telah dideritanya cukup lama. Sedangkan Yofanka, kabarnya meninggal karena terbawa arus saat arung jeram di Sungai Cikandang, Garut.

Hanya dalam 15 hari, gan. Siapa yang duga tanggal 31 Januari 2012, ada teman kita yang meninggal? Siapa pula yang mengira, saat kegiatan arung jeram akan ada yang hilang terbawa arus? Dari dua contoh kecil saja dapat kita ambil pelajaran, bahwa mati/ajal itu bisa datang kapan saja, tanpa kita sadari.

Ajal itu tidak bisa ditebak kedatangannya, tidak pula kita minta harus datang kapan. Nabi saw telah menegaskan dalam salah satu sabdanya:

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. Maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga. [Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643]

Hanya diam? Tidak. Coba bayangkan, kita akan kedatangan tamu dari jauh, yang belum pernah berkunjung sebelumnya, dan kita tidak mempersiapkan apa-apa untuk menyambut kedatangannya. Mungkin itu yang sedang menggelayut di pikiran saya sekarang, bahwa kematian itu seperti tamu, yang datang secara tiba-tiba. Kita hanya punya dua pilihan, menyambut tamu dengan persiapan matang jauh-jauh hari, atau penyambutan seadanya karena persiapan yang mendadak. Allah swt dengan kekuasaanNya membebaskan pilihan itu kepada kita.

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-Imron: 145)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Al-Imron: 102)

Sudah jelas, jika kita menginginkan pahala, ganjaran, kebaikan, atau apapun lah, ya kita harus melakukan sesuatu yang mengarah pada itu semua, karena balasan Allah sesuai dengan apa yang kita perbuat. Bersyukurlah kita, masih diberikan nikmat “jantung berdetak” , a.k.a. masih hidup, jadi banyak hal yang semestinya bisa kita lakukan. Ujung-ujungnya adalah adalah mengais sebanyak-banyaknya kebaikan, dan menjauhi berbuat dosa. Lebih super lagi jika menyebarkan kebaikan dan mencegah kemunkaran di lingkungan kita (wah, jadi berguna banget ga tuh, hidup kita?). 

Kuliah dengan benar sebagai mahasiswa (niat yang ikhlas karena Allah), rajin bersedekah, selalu mengerjakan amalan-amalan wajib, rajin mengerjakan sunnah, bersegera menunaikan ibadah haji (saat ada “panggilan”), menghadiri majelis-majelis ilmu, merupakan beberapa contoh amalan-amalan baik. Harus kita jadikan kehidupan itu sebagai ladang kita menanam dan memanen banyak kebaikan, sehingga saat tamu itu datang (kematian), kita telah siap dengan bekal yang akan kita persembahkan.

So, siapa yang masih takut mati?hehe. Kematian itu bukanlah sesuatu yang menyeramkan, asalkan kita mempersiapkan bekal kematian dengan sebaik-baiknya. Kalau bekal siap, kapanpun tamu itu datang, siap dong.. Orang yang takut mati hanyalah orang-orang yang tak mau kehilangan masa mudanya, atau merasa tidak siap dengan bekal yang akan dibawanya. Kalo saya misalkan, kematian itu hanya seperti pintu antarruangan rumah. Bedanya, ini pintu dari alam dunia ke alam kubur. Pintu dari alam yang sangat luas, ke alam yang hanya 4 meter kubik.

Jadi kesimpulannya, mari kita manfaatkan kesempatan hidup ini dengan banyak mengerjakan amal-amal kebaikan, menjauhi berbuat dosa, dan mengoptimalkan potensi yang ada pada diri kita seoptimal mungkin (rugi, kan kalo potensi tidak dikembangkan..). Rasul saw mengajarkan doa pada kita, ummat kesayangannya (recommended untuk dihafalkan), agar kehidupan kita dibaguskan oleh Allah, dengan banyak memperoleh kebaikan:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya: “Ya Allah, perbaguskanlah untukku akan agamaku yang itu adalah pegangan perkaraku, perbaguskanlah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, juga perbaguskanlah akhiratku yang di dalamnya itulah tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian itu sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (Riwayat Muslim)

Sekian, mari kita jadikan pengalaman sebagai guru (kata pepatah), dan jadikan kematian itu sebagai nasihat untuk kita dan orang-orang sekitar kita. Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙂 (hbb)

Kemasan Edible, Buah Perkembangan Teknologi yang Luar Biasa

Tulisan ini repost dari MAJARI MAGAZINE.
Penulis: Sarmedi

Suatu siang, ketika Anda melewati satu rumah makan, Anda  mungkin bingung melihat seseorang makan hamburger dengan  lahapnya. Anda bingung bukan karena orang tersebut begitu cepat menyantap hamburger tersebut. Akan tetapi, pembungkus hamburger tersebut pun dengan lahap dimakan orang tersebut. Anda mungkin mengira orang tersebut kurang waras. Tetapi, kemasan tersebut memang bisa dikonsumsi.  Inilai buah dari perkembangan teknologi yang luar biasa, yaitu teknologi pengawetan makanan.

Dalam 20 tahun terkahir, bahan kemasan yang berasal dari polimer petrokimia atau yang lebih dikenal dengan plastik, merupakan bahan kemasan yang paling banyak digunakan. Hal  ini  disebabkan  karena berbagai  keunggulan  plastik  seperti  fleksibel, mudah  dibentuk,  transparan,  tidak  mudah  pecah,  dan  harganya  yang  relatif  murah. Namun ternyata,  polimer plastik juga mempunyai berbagai kelemahan, yaitu sifatnya yang   tidak  tahan   panas,  mudah    robek, dan yang paling  penting  adalah dapat menyebabkan kontaminasi melalui transmisi monomernya ke bahan yang dikemas.

Kelemahan lain dari plastik  adalah  sifatnya yang tidak dapat dihancurkan secara  alami (non -biodegradable) sehingga   menyebabkan beban bagi  lingkungan apabila tidak dilakukan daur ulang (recycling).  Sampah plastik bekas pakai tidak akan hancur meskipun telah ditimbun berpuluh-puluh tahun, akibatnya  penumpukan sampah plastik  dapat menyebabkan  pencemaran dan kerusakan bagi lingkungan hidup.

Seiring  dengan  kesadaran  manusia akan masalah  ini,  maka  dikembangkanlah jenis kemasan dari bahan organik dan bahan-bahan terbarukan (renewable).  Salah satu jenis kemasan yang  bersifat  ramah lingkungan adalah kemasan edible (edible  packaging). Keuntungan dari edible packagingadalah dapat melindungi produk pangan, penampakan asli produk dapat dipertahankan,  dapat langsung dimakan, serta aman bagi lingkungan.

Sejak  5 tahun yang lalu, tren untuk mengkonsumsi makanan semakin menuju ke arah kebiasaan yang baik. Selain pola untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak, orang-orang pun mulai mengkonsumsi makanan yang sehat. Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika, 7 dari 10 orang mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran daripada makanan lainnya. Permintaan akan makanan sehat semakin meningkat dan wilayah untuk pemasaran produk baru, seperti pembungkus makanan yang dapat dimakan akan semakin meningkat.

Pembungkus dari bahan buah-buahan dan sayuran dapat menggantikan beberapa pembungkus asintetik yang biasanya digunakan untuk mengawetkan dan melindungi makanan tersebut. Pembungkus ini juga dapat dipakai sebagai pembungkus makanan sebelum disimpan di kulkas.

Edible packaging dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu yang berfungsi sebagai pelapis (edible coating) dan yang berbentuk lembaran (edible film).  Edible coating banyak  digunakan untuk pelapis produk  daging beku, makanan semi basah (intermediate moisture f oods), produk konfeksionari, ayam beku, produk hasil laut, sosis, buah-buahan dan obat-obatan terutama untuk pelapis kapsul.

Edible Packaging

Edible  film  adalah  lapisan  tipis  yang  dibuat  dari  bahan  yang  dapat  dimakan, dibentuk   di atas  komponen    makanan    yang  berfungsi   sebagai  penghambat  transfer massa (misalnya kelembaban, oksigen, lemak, dan zat terlarut) dan atau sebagai carrier bahan makanan atau aditif. Edible film harus mempunyai sifat-sifat yang sama dengan film kemasan seperti plastik,  yaitu  harus  memiliki  sifat  menahan  air  sehingga  dapat  mencegah  kehilangan kelembaban      produk, memiliki permeabilitas selektif terhadap gas tertentu, mengendalikan perpindahan padatan terlarut untuk mempertahankan warna,  pigmen alami  dan  gizi,  serta  menjadi  pembawa  bahan  aditif  seperti  pewarna,  pengawet  dan penambah aroma yang memperbaiki mutu bahan pangan.

Penggunaan edible film untuk pengemasan produk-produk pangan seperti sosis, buah-buahan  dan  sayuran  segar  dapat memperlambat penurunan mutu, karena edible film  dapat berfungsi  sebagai penahan  difusi gas oksigen,  karbondioksida dan uap air,  serta komponen  flavor sehingga mampu  menciptakan  kondisi  atmosfer internal yang sesuai dengan kebutuhan produk yang dikemas. Pengembangan produk kemasan luar biasa ini tentunya harus terus ditingkatkan sebagai teknologi pengemasan produk yang bernilai jual tinggi dan ramah lingkungan. Apakah Anda sekarang siap menyonsong dan menyantap kemasan tersebut?

Sumber:

  1. Banerjee,  R., H.Chen  and  J.Wu,  1996.   Milk  protein-based  edible  film mechanical strength changes due to ultrasound process. J.Food Sci. 61(4)
  2. Edible Packaging, Artikel Teknik Kimia Universitas Gajah Mada. 2003
  3. Handout kemasan Edible, 2007
  4. Krochta,J.M. 1992.  Control of mass transfer in food with edible coatings and film. In :Singh,R.P.  and  M.A.Wirakartakusumah  (Eds)  :  Advances  in  Food  Engineering. CRC Press : Boca Raton, F.L.

Puasa Hari Putih (Ayyaamul-Biidh)

Hari putih, ayyaamul-biidhwhat’s that?

Hari putih, atau dalam bahasa Arab ayyaamul-biidh adalah hari-hari saat bulan berukuran sangat besar dan terlihat putih, a.k.a. purnama. Ya, kurang lebih tanggal 13, 14, 15 di tiap bulan hijriyah.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Saya diwasiati oleh kekasihku – yakni Nabi Muhammad s.a.w. dengan tiga macam perkara, yaitu berpuasa tiga hari dari setiap bulan, melakukan dua rakaat shalat sunnah Dhuha dan supaya saya bersembahyang witir sebelum saya tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

Begitu pula hadits dari Abu Darda’ r.a.,

Dari Abuddarda’ r.a., katanya: “Saya diwasiati oleh kekasihku-yakni Nabi Muhammad s.a.w. dengan tiga macam perkara. Saya samasekali tidak akan meninggalkannya selama saya hidup, yaitu berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan, melakukan shalat sunnah Dhuha dan supaya saya tidak tidur dulu sebelum saya bersembahyang witir.” (Riwayat” Muslim)

Dapat poin pertama, berpuasa hari putih adalah salah satu amalan yang diwasiatkan oleh Rasulullah saw, bersamaan dengan shalat dhuha dan witir sebelum tidur.

Sekarang, kita tinjau hadits yang lain lagi.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan adalah sama dengan berpuasa setahun penuh.” (Muttafaq ‘alaih)

Poin kedua, puasa pada hari putih ganjarannya sama dengan puasa setahun penuh. Subhanallaah sekali gan..

Lalu, bulan apa saja kita dianjurkan puasa hari putih?

Dari Mu’adzah al-‘Adawiyah, bahwasanya ia bertanya kepada Aisyah radhiallahu ‘anha: “Apakah Rasulullah s.a.w. itu berpuasa sebanyak tiga hari dari setiap bulan?” Aisyah radhiallahu anha menjawab: “Ya.” Saya – Mu’adzah – bertanya: “Dari bulan apa saja beliau s.a.w. berpuasa?” Aisyah menjawab: “Beliau tidak memperdulikan dari bulan manakah beliau berpuasa itu.” (Riwayat Muslim)

Poin ketiga, kita bisa berpuasa hari putih di semua pertengahan bulan (tanggal 13, 14, dan 15) hijriyah. Insya Allah mampu lah ya, cuman tiga hari.. hehe..

Dan bahkan,

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma: “Rasulullah s.a.w. itu tidak berbuka – yakni berpuasa – pada hari-hari bidh – yang artinya putih, baik beliau s.a.w. berada di rumah ataupun di dalam perjalanan.” Diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dengan isnad yang baik.

Poin keempat, Rasulullah saw tetap berpuasa hari putih meski dalam perjalanan sekalipun. Subhaanallaah.. padahal surganya telah terjamin.

Saya semakin banyak mendapat pelajaran, bahwa amalan-amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw memiliki ganjaran yang begitu dahsyat, bila dilaksanakan dengan niat yang baik. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk melaksanakan sunnah-sunnah Nabi Muhammad saw. Aamiin.

Qul in kuntum tuhibbuunallaaha fattabi’uunii, yuhbibkumullaahu wa yaghfir lakum dzunuubakum..
Katakanlah (Muhammad): “jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”.. (QS. Al-Imran: 31)

Selamat berpuasa sunnah.. 🙂 (hbb)

Hikmah dan Makna Maulid Nabi Muhammad SAW

Pernahkah anda mendengar tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw? Ya, maulid menurut kaidah bahasa Arab artinya waktu/tempat kelahiran, dalam hal ini waktu yang lebih dominan. Jadi bisa diartikan sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Masih ingat, tanggal berapa Nabi saw dilahirkan? Pasti lah ya, tanggal 12 Rabi’ul Awwal, tahun Gajah. Jadi inget pelajaran siroh pas eSDe. haha..

Tanggal 12 Rabiul Awal 1433 H, tahun ini bertepatan pada 4 Pebruari 2012. Meskipun tulisan ini telat, insya Allah masih ada lah ya semangatnya untuk meneladani Nabi kita Muhammad saw dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M) -yang oleh orang-orang barat disebut Salladin, kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad saw.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme.

Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi. Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal. Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.

Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan. Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2011/02/15/makna-dan-hikmah-maulid-nabi-muhammad-saw/ (dengan sedikit perubahan)

Berkata Baik vs Diam

Sabtu, 4 Pebruari 2012 – Malam ini saya sangat tertarik dengan hadits Nabi saw dalam Hadits Arba’in, yang kelima belas, yang berbunyi:

Terjemahan: 

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Subhaanallaah, sebegitu eratkah kaitan antara iman dan kehidupan sehari-hari, hingga bagian terkecil pun seperti berbicara dapat mempengaruhi kualitas iman kita. Berdasarkan hadits di atas, secara logika, tentu berbeda, dong, kualitas iman antara orang yang banyak bicara dan orang yang banyak diam.

Ada dua kemungkinan untuk orang yang banyak bicara, pertama pembicaraannya itu berpahala karena dapat menumbuhkan manfaat bagi orang lain, kedua pembicaraannya itu hanya menambah dosa saja karena isinya yang kurang bermutu seperti gossip, fitnah, dan perkataan lain yang tidak disukai oleh Allah dan RasulNya.

Barang siapa banyak bicaranya maka banyaklah kesalahannya, dan orang yang banyak salahnya berarti banyak dosanya sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.”

Astaghfirullahal-adziim, sudah berapa banyak kata-kata yang keluar dari mulut kita sedangkan itu hanya sia-sia dan tidak membawa manfaat sama sekali. Sudah tidak asing lagi saya kira, kata-kata seperti “dia tuh mobilnya keren banget anj*ng.. atau “lo tau gak sih dosen Y tu ngajarnya lambat banget, bla bla bla.., dan banyak lagi contoh yang lain, termasuk pula pembicaraan yang hanya membuang2 waktu seperti, membicarakan lagu2, video klip, bahkan kehidupan artis luar negeri (siapa coba, mereka?). Tidak berguna sebenarnya, karena di dunia tak membawa kebaikan, di akhiratpun takkan membantu. Apakah sama, lisan yang akan mengatakan, “sungguh aku dulu di dunia hanya digunakan untuk membicarakan artis X, bla bla bla..” dan yang mengatakan, “mahasuci Engkau yang menciptakanku, sungguh aku dulu di dunia sering digunakan untuk berdzikir kepadaMu siang dan malam..” di hari pertanggungjawaban kelak? Kalau berbeda apa bedanya? Ya, lidah pertama mungkin milik seseorang yang banyak nggossip, sedangkan lidah kedua adalah milik seseorang yang sholih yang selalu menjaga perkataannya dengan berkata baik dan sering berdzikir kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah swt telah berfirman:

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat yang selalu hadir”. (QS. Qaf : 18)

Mahabenar Allah swt, tidak ada yang lolos dari pengawasan malaikat. Kalau tiap-tiap perkataan kita dicatat, takkan akan yang bisa berdusta di hari pertanggungjawaban kelak.

Rasulullah saw juga bersabda :

Sesungguhnya seseorang yang sekedar bicara satu kalimat saja ia menganggapnya tidak mengundang resiko macam-macam. Tetapi sebenarnya itu dapat juga menggelincirkan ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun”. (HR. Tirmidzi).

Tuh, bahkan bicara sekedar satu kalimat pun -yang kadang kita anggap tak beresiko- ternyata bisa menggelincirkan kita ke neraka selama tujuh puluh tahun. Apalagi jika kita berbicara panjang lebar seakan tiada habisnya, tentu saja akan lebih dikhawatirkan resikonya. Bayangkan, jika seperti itu berapa puluh tahunkah kita akan mendekam di neraka? (Na’udzu billah..)

Intinya sih menurut saya, harus berlaku harga mati. Kalau tidak bisa berkata baik, mending diam, kerena itu yang paling aman. Perlu diketahui juga, tidak semua diam itu “emas”. Diam itu “emas” hanya apabila dalam diamnya itu ada tafakkur dan berniat menjaga diri dari perkataan yang sia-sia (ini petuah dari salah seorang guru saya).

So, kesimpulannya, mari kita bersama-sama memperbaiki kualitas iman kita, dimulai dari yang kecil, njogo omongan kalo kata orang Jawa. Ngomong itu yang pasti-pasti aja. Pasti ada pahala, maksudnya. Mulai sekarang No GOSSIP, No GHIBAH, No FITNAH, yuk perbanyak DZIKIR!

Semoga bermanfaat. 🙂 (hbb)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"