Archive for January, 2012

Menulis Kalimat Basmalah

Alhamdulillah, saya kemarin sempet browsing kemana2 dan dapet video tutorial ini. Video ini saya dapat dari website Pondok Pesantren Kaligrafi Lemka, yaitu tentang menulis kalimat basmalah dengan khat tsuluts. Lumayan buat kita-kita yang masih belajar kaligrafi, insya Allah menambah banyak ilmu. Check it out!

Menulis Basmalah 1



Menulis Basmalah 2



Menulis Basmalah 3



Semoga bermanfaat.(hbb)

Advertisements

Mensyukuri Nikmat


Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari nenek lelakinya r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu mencintai kalau melihat bekas kenikmatanNya atas hambaNya itu,” dengan jalan menunjukkan keindahan dan kesempurnaannya dalam berpakaian, makan, berumahtangga dan lain-lain.

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

Perumpamaan nih, kalo sepatu sudah jebol, dan ada duit buat beli sepatu (duit sendiri, bukan duit rakyat), ya beli. Karena itu juga salah satu bentuk syukur atas nikmat (duit) yang telah Allah berikan. 🙂

Wallahu a’lam.

Sebuah “Pelajaran” dari Kuliah Perpindahan Kalor

Kamis, tanggal 26 Januari 2012 kemarin adalah hari kedua saya masuk kuliah Operasi Perpindahan Kalor setelah sebelumya kuliah pengantar hari Rabu, 25/1, di ruangan yang sama. Dosen Matakuliah ini adalah Dr. Ing. Dendy Adityawarman, yang kemudian saya sebut Pak Dendy.

Mulai masuk materi, pertama, pak Dendy mulai mereview hasil kuliah kemarin Rabu, yaitu tentang beberapa mekanisme perpindahan kalor, seperti Konduksi, Konveksi, dan Radiasi. Ya, mungkin istilah2 ini sama dengan yang saya temui di pelajaran IPA kelas 5 SD, tapi penjelasan dan sudutpandangnya kini lebih kompleks.

Konduksi, kalau pas SD didefinisikan sebagai perpindahan kalor melalui suatu benda/materi tanpa adanya perpindahan zat/molekul benda itu sendiri. Contoh umum, perpindahan panas dari ujung batang besi yang dipanaskan ke ujung yang lain. Sekarang lebih detail, kalor – dalam peristiwa konduksi – ditransfer dalam bentuk energi “by free electron” melalui celah antarmolekul, untuk medium berupa padatan dan metal (logam). Untuk padatan secara umum, ditambahkan, energi ditransfer melalui getaran antarmolekul di dalamnya. Berbeda dengan gas (jadi konduksi tidak hanya terjadi di padatan lho..), dalam gas energi kalor ditransfer dengan cara molekul yang memiliki temperatur tinggi memberikan energinya pada molekul lain yang bertemperatur lebih rendah.

Oke, konveksi. Di SD, konveksi itu perpindahan kalor melalui suatu medium, disertai perpindahan zat/molekul medium itu. Contoh, pas memanaskan air. Kalau ini hampir sama saja, jadi kalor ditransfer melalui molekul yang bergerak . hehe..

Radiasi, perpindahan kalor tanpa disertai medium. Contoh, panas matahari yang bisa sampai ke bumi. Apa mediumnya? Nggak ada. Radiasi panas matahari yang sampai ke bumi itu sama halnya dengan peristiwa perambatan cahaya, yakni merambat sebagai gelombang elektromagnetik.

Ini dia yang mau saya share. (yang di atas itu basa-basi.. hehe..)

Kuliah Kamis ini, pak Dendy melanjutkan penjelasannya tentang perpindahan kalor melalui konduksi. Muncullah satu makhluk (baca: rumus) baru yang bernama Fourier’s Law. Mungkin tepatnya Hukum Fourier. Hukum ini menjelaskan bagaimana kalor (q) berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain melalui medium sepanjang x dengan luas penampang A dan konduktifitas termal k karena adanya beda temperatur T. Di dalam Fourier’s Law terdapat persamaan umum, di sini disebut General Basic Equation,

Tahu lah ya, arti masing2nya. Nah, tiba-tiba Pak Dendy berkata, “hukum ini berlaku umum dalam setiap perpindahan kalor”. Apa yang saya cerna dari kata-kata Pak Dendy mungkin terlalu jauh, tapi akhirnya saya menemukan bahwa rumus ini tidak hanya berlaku untuk peristiwa perpindahan kalor saja, tapi di kehidupan nyata juga.

Oke, saya memandangnya seperti ini: anggap rate of a transfer process sebagai tingkat kegigihan, driving force sebagai usaha, dan resistance sebagai hambatan atau halangan kita melakukan sesuatu. Akan saya perjelas dengan contoh.

Orang yang sukses adalah orang yang tingkat kegigihannya tinggi, pantang menyerah. Orang yang gagal, kebalikannya, yaitu yang gampang menyerah. Bagaimana agar kita bisa menjadi orang yang sukses? Tentu, berdasarkan rumus di atas, usaha yang kita lakukan harus lebih besar daripada halangan kita melakukan sesuatu, contoh yang biasa kita temui adalah rasa malas. Melawan rasa malas adalah salah satu jenis usaha juga. Jadi simpelnya, dengan berusaha melawan rasa malas dan mengerjakan hal lain yang berujung kebaikan, kita akan menjadi orang sukses. Itu salah satu contoh kecil.

Bagaimana dengan orang yang gagal? Kebalikannya. Orang yang gagal adalah yang gampang menyerah pada keadaan. Artinya, bukan karena halangan yang bertambah banyak, tapi karena sedikitnya usaha untuk melawan halangan-halangan itu. Contoh, Budi (nama samaran) lapar dan ingin makan siang tapi dia tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Ada 2 kemungkinan. Budi menjadi orang yang sukses (A) menjalankan “misi”nya, yaitu makan siang, atau menjadi orang yang gagal (B), atau tidak jadi makan siang dan kelaparan.

Budi A (gigih) dengan segenap usahanya, akhirnya memendapat pinjaman uang dari teman satu kosnya. Dia berangkat ke warung dan berhasil makan siang. Yes! Untuk hari ini Budi A berhasil, dan tidak merasa lapar lagi, tapi dia harus membayar hutang ke temannya.

Berbeda dengan Budi B (malas). Tidak ada usaha yang dia lakukan. Pinjam uangpun tidak, utang di warung juga tidak berani, ambil ke ATM katanya jauh. Apa yang terjadi? Budi B sangat kelaparan dan akhirnya mati di kamarnya (haha.. canda).

Dua contoh di atas saya kira sudah memberikan gambaran mengenai Fourier’s Law dalam kehidupan nyata, bisa dikembangkan sendiri lah maknanya. Menjadi pelajaran juga akhirnya buat saya pribadi, (semoga teman-teman juga) bahwa untuk menjadi orang SUPER, usahanya juga harus SUPER. Tidak ada orang SUPER yang cuma tidur, nggalau, main, tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi masa depannya. Dan tidak ada kata GAGAL untuk orang yang sangat gigih kerjanya, tekun belajar, peduli pada sesama, rajin berdoa, dan lain-lain.

“Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan Dia mendapat (siksa) dari kejahatan yang diperbuatnya..” (QS. Al-Baqarah : 286)

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Imran : 165)

Kesimpulannya, SUKSES itu tidak datang tiba-tiba, kawan, GAGAL juga tidak datang semena-mena. Karean semua itu ada sabab dan musabbabnya. Tetap semangat, tingkatkan terus usahamu untuk mencapai kesuksesan yang kau inginkan, tentunya dengan ijin Allah swt. 😀 (hbb)

Fattabiouni, Media Belajar Sunnah yang Komunikatif

Setidaknya itu yang saya rasakan saat pertama kali memutar video fattabiouni berjudul “فاتبعوني – يوم الجمعة” (arti: fattabiouni-sunnah di hari jum’at) yang ada di http://www.youtube.com (teman-teman bisa cari sendiri dengan keyword “fattabiouni”).

Dengan tagline yang ada di surah Al-Imran : 31, video ini berisi berbagai penjelasan tentang sunnah-sunnah dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Ciri khas sekaligus nilai plus dari video ini menurut saya adalah terdapatnya kombinasi antara narator (pembicara), klip, animasi, dan dalil-dalil yang berkaitan, baik itu dari hadits Nabawiyyah maupun ayat Al-Qur’an, yang sangat apik. Membuat video ini menjadi menarik secara visual namun tak kehilangan kaidahnya sebagai media dakwah. Penjelasannya sangat mudah dipahami karena ringkas dan jelas, dan dengan dalil yang insya Allah bisa dipercaya keshahihannya. Bagus lah pokoknya. 😛

Nah, tantangannya adalah, ternyata semua penjelasan dalam video ini disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab, ada beberapa terjemahan ke dalam bahasa Inggris, perancis, jerman, dll. Jadi perlu putar otak untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa kita. (haha.. kudu sabar nih..) Tapi menurut saya justru itulah titik balik – klimaks – puncaknya (haha.. lebai sekali..), kita bisa belajar sunnah sekaligus bahasa Arab dari video ini. Penasaran? Langsung saja lah, saya tunjukkan salah satu videonya, semoga bisa muter.. 🙂



Semoga bermanfaat. 🙂 (hbb)

Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat Mengatasinya

Tulisan ini saya dapat dari salah satu blog. Saya reblog karena saya pikir tulisan ini cukup bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita. Semoga bermanfaat. 🙂

Tanda-tanda Lemah Iman

  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur’an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari’ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri

Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:

  1. Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
  5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
  6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  8. Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
  9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
  10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk.
  11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

sumber : http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2011/11/tanda-tanda-lemah-iman-dan-kiat-untuk.html

Mengenal Seni Kaligrafi Islam

Ungkapan kaligrafi sebenarnya diambil dari kata Latin “kalios” yang berarti indah, dan “graph” yang berarti tulisan atau aksara. Dalam bahasa Arab tulisan indah berarti “khath” sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “calligraphy”. Jadi secara keseluruhan bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari seni menulis berdasarkan nilai-nilai estetika, dan dipadukan dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya. Oleh sebagian ulama’ disebutkan, “khath dalam tulisan itu ibarat ruh dalam diri manusia“.

Ada beberapa khat dalam kaligrafi Islam, yang sudah tertentu kaidah2nya. Antara lain ialah khat naskhi, tsuluts, diwani, diwani-jali, kufi, riq’ah, dan farisi. Masing-masing khat tersebut telah memiliki kaidah tersendiri mengenai keserasian antar hurufnya, cara merangkai, sentakan, bahkan jarak sepasi juga harus diperhitungkan dengan serasi.

contoh khat tsuluts

contoh khat diwani-jali

Dengan adanya keberagaman khat dalam kaligrafi Islam, berpadu dengan jiwa seni dari para kaligrafer, kini seni kaligrafi menjadi banyak diminati untuk digunakan sebagai dekorasi masjid, bahan lukisan, dan bahkan perlombaan seperti MTQ.

Seiring perkembangan jaman pula, seni kaligrafi tak hanya hadir dalam bentuk kaligrafi klasik, yang harus sesuai sepenuhnya dengan kaidah2 yang ada, seperti contoh di atas. Namun kini telah hadir lukisan kaligrafi, sebagai bentuk lain ekspresi seniman lukis dalam menyampaikan maksud, pesan, dan nasehatnya. Dalam lukisan kaligrafi, kaidah2 yang digunakan bebas, dan tidak terpaku pada satu khat tertentu, jadi maksud yang disampaikan bisa tergambar pula pada lekuk-lekuk huruf arab yang digoreskan di atas kanvas.

contoh lukisan kaligrafi

Nah, sekarang tinggal bagaimana seni kaligrafi ini terus dan terus berkembang, baik sebagai ungkapan estetika, maupun syiar agama Islam. So, generasi kita sekarang nih, jangan sampai lengah, jangan segan belajar kaligrafi Islam. Yok, sama2 belajar, karena “keindahan Islam itu tidak hanya dirasakan lewat ibadah, tapi juga seni“. Maju terus kaligrafer Indonesia! 🙂 (hbb)

Komponen Penyusun Bahan Pangan

Setelah lama gak nulis, yuk sekarang kita belajar. Kali ini tentang Teknologi Pangan. Gak afdhol dong belajar Teknologi Pangan tanpa tahu komponen yang dipelajari apa aja. Hehe..

Secara garis besar, bahan pangan itu tersusun dari 2 komponen utama, yaitu organik dan anorganik. Komponen organik dibagi lagi, ada yang dalam jumlah besar seperti karbohidrat, protein, dan lemak, adapula yang sedikit seperti vitamin, enzim, emulsifier, asam, oksidan, pigmen, dan komponen citarasa. Komponen anorganik yaitu berbagai bentuk mineral, dan air.

1. Karbohidrat

Merupakan sumber kalori utama manusia, menyumbang sekitar 60-70% sumber kalori. Berada dalam 3 bentuk, yaitu monosakarida (contoh: glukosa), disakarida (contoh: sukrosa) dan polisakarida (contoh: pati). Singkatnya, karbohidrat di alam terdapat sebagai gula, pati, selulosa, glikogen, dll. Ternyata, karbohidratlah yang membuat kita merasa kenyang, contohnya selulosa yang dapat merangsang alat pencernaan mengeluarkan getah cerna untuk membentuk volume makanan.

2. Protein

Biasa disebut sebagai zat pembangun. Tapi protein juga berfungsi sebagai penghasil kalori jika karboidrat dan lemak sudah tidak bisa mencukupi. Bagian terkecil dari protein disebut asam amino. Nah asam amino dibagi menjadi 2 bagian, esensial dan nonesensial. Asam amino esensial adalah yang dibutuhkan tubuh tapi tidak bisa disintesa sendiri oleh tubuh, contohnya lisin, triptofan, dll. Sedangkan asam amino non esensial terbentuk secara alami dalam tubuh, contohnya arginin, histidin, glisin, dll. Protein bisa didapat dari bahan pangan nabati maupun hewani. Protein nabati banyak berasal dari kacang-kacangan, sedangkan protein hewani banyak terdapat pada susu, ikan, daging, telur, hati, dll.

3. Lemak

Runner Up penghasil kalori di bawah karbohidrat. Ya, lemak dapat menghasilkan 9 kalori per gramnya. Selain sebagai penghasil energi fungsi lemak juga sebagai pemberi rasa gurih dan halus pada makanan, dan pelarut vitamin A, D, E, dan K. Seperti halnya protein, lemak bisa diperoleh melalui sumber nabati maupun hewani. Lemak nabati contohnya minyak kelapa, minyak jagung, dsb. Lemak hewani contohnya lemak sapi (biasanya untuk bakso..:P), mentega, minyak ikan, dsb.

4. Emulsifier

Apa itu? Emulsifier adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air atau sebaliknya. Contoh paling gampang, yang terdapat dalam kuning telur, yaitu lesitin, yang menyatukan lemak dan air dalam mayonaise. Kenapa bisa begitu? Emulsifier memiliki rantai dengan muatan yang berbeda, yaitu ada muatan polar dan non polar. Muatan yang bersifat polar akan mengikat air (hidrofilik), sedangkan yang non polar akan mengikat lemak (lipofilik).

5. Asam Organik

Pernah makan jeruk? Itulah asam sitrat yang juga terdapat dalam lemon. Kalau apel? namanya asam malat. Ada juga asam tartrat yang ada di anggur. Nah, beberapa asam di atas adalah contoh asam organik dalam buah2an. Asam2 inilah yang menyebabkan buah memiliki rasa asam dan lambat menjadi busuk.

6. Oksidan dan Antioksidan

Oksidan utama adalah oksigen. Fungsi dari antioksidan adalah mencegah bahan pangan agar tidak mudah bereaksi dengan oksigen. Contoh bahan pangan yang telah teroksidasi adalah minyak goreng yang tengik. Untuk mencegah agar bahan pangan tidak mudah teroksidasi oleh oksigen biasanya ditambahkan lesitin, vitamin E, ataupun asam2 amino yang mengandung sulfur.

7. Enzim

Apa itu enzim? Semacam katalis biologis yang membantu bermacam-macam reaksi biokimia. Contoh yang paling umum adalah amilase yang mencerna pati dalam mulut. Enzim juga berguna dalam proses pengolahan bahan pangan, misalnya dalam pemecahan pati, pengempukan daging, penjernihan anggur, penggumpalan protein susu, dll.

8. Pigmen dan warna

Ada warna yang memang alami, adapula yang muncul karena adanya kasus tertentu. Warna yang alami misalnya karoten yang menyebabkan warna orange pada wortel, likopen yang memberikan warna merah pada tomat, dll. Warna karena kasus misalnya berubahnya warna apel yang diiris dari putih menjadi coklat, yang disebut browning. Dalam industri pengolahan pangan, tidak jarang digunakan pewarna alami dari tumbuhan, seperti pada pabrik tahu yang menggunakan kunyit untuk memberikan warna kuning pada tahu tersebut.

9. Citarasa

Beberapa yang memiliki citarasa seperti kopi, daging, susu, dll akan berkurang citarasanya seiring berjalannya proses pengolahan, penyimpanan, dll. Berbeda dengan kecap, tauco, atau mungkin keju, yang citarasanya akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

10. Vitamin

Ada 2 macam vitamin, yang larut dalam air, dan yang larut dalam lemak. Yang larut dalam air adalah vitamin C, dan golongan vitamin B kompleks. Sedangkan vitamin A, D, E, dan K semuanya larut dalam lemak. Tahu lah ya fungsi masing2nya, vitamin A untuk mata (kaya pas SD), B untuk metabolisme, C untuk daya tahan tubuh, D untuk pertumbuhan, E untuk kesehatan jaringan, dan K untuk pembekuan darah.

11. Mineral

Ini dia unsur2 logam dan non logam yang dibutuhkan tubuh. Mineral2 yang penting yaitu kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg), mangan (Mn), kobalt (Co), besi (Fe), tembaga (Cu), natrium (Na), klor (Cl), kalium (K), yodium (I), dan fluor (F). Tubuh kita seperti lab kimia saja. Tapi untungnya mineral2 ini kebanyakan tidak terlalu terpengaruh saat proses pengolahan pangan. 🙂

Semoga bermanfaat.

Mangga, (salah satu buah) yang Kaya Antioksidan

Siapa nih yang belum pernah makan buah mangga? Pasti semua pernah, kan? (haha, semoga saja) Mangga adalah buah tropis, tergolong kelompok buah berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) yang beraneka ragam. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga Gedong, dan bulat panjang, seperti mangga Harumanis dan mangga Manalagi. Mangga Kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga Golek, bentuknya lonjong.

Bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga boleh beragam. Tapi dari segi gizi, semua tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 g.

Pada setiap 100 g mangga muda, mangga yang masih mentah, terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah, karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.

Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen.

Tidak hanya mengandung banyak air dan gula, buah mangga juga mengandung banyak zat antioksidan. Tahukah apa itu antioksidan? Antioksidan adalah zat yang sangat berguna untuk melawan zat radikal bebas yang berasal dari zat-zat racun dalam tubuh. Antioksidan adalah senyawa yang secara signifikan menghambat atau mengurangi substrat oksidasi dan memerangi aktivitas radikal bebas.

Beberapa jenis antioksidan yang dikandungnya, antara lain terdapat karoten (baca: beta karoten), yang dikenal sebagai provitamin A, kalium, vitamin C dan E. Beta-karoten adalah salah satu prekursor terpenting untuk pembentukan vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina pada mata). Kalium berguna untuk mengatur keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Vitamin C dan E masing-masing berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan fertilitas.

So, jangan ragu lagi untuk mengkonsumsi mangga (saya sih tidak pernah ragu, :P). Bukan hanya mangga, selama yang kita konsumsi itu bergizi dan menghasilkan banyak kebaikan, mengapa tidak? Hidup buah! 😀 (hbb)

Sumber: macem-macem

ITB Undergraduate Handbook

Sekedar bahan bacaan, untuk menambah wawasan umum tentang program studi di ITB. Semoga bermanfaat. 🙂

Link Download: ITB_undergraduate_handbook

Ganesha-ku, Dulu dan Kini

SMA Negeri 1 Glagah, itu sekolah saya. Mungkin terdengar asing (kota aja enggak), tapi jangan salah, meski terdengar asing, sungguh kebanggaan saya terhadap sekolah ini tidak pernah pudar. Sekolah ini, dulu yang mengajarkan bagaimana bersikap optimis, kompetitif, dan pantang menyerah. Sekolah ini pula yang selalu mendorong saya agar terus berjuang dan berprestasi di berbagai kompetisi. Yaa, meskipun akhirnya sedikit sekali prestasi yang bisa saya raih di sekolah ini, hehe..tapi saya tidak pernah kecewa. Kini, sebagai alumni, saya yakin generasi penerus saya pasti akan lebih baik dari saya. Terakhir kali saya mendengar, sekolah ini telah meraih satu medali Emas (the best theory and absolute winner a.n. Ricky) dan satu medali perak (a.n. Kautsar) di ajang OSN Fisika dan Kimia, sungguh prestasi yang sangat luar biasa. Dibandingkan dengan jaman saya, dua orang juga, tapi pulang dengan tanpa medali. :’)

Kini saya tidak lagi di sini. Lingkungan saya telah berubah, saya berada di Institut yang (insya Allah) tergolong Institut Teknik terbaik di negeri ini. Sangat jauh dari rumah saya di Banyuwangi, yaitu Institut Teknologi Bandung. Kini tuntutan saya lebih besar. Saya harus bisa mendapatkan apa yang tidak saya dapatkan sebelum saya berada di sini. Saya harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dengan kemampuan yang saya miliki. Semoga langkah saya ini tidak sia-sia, semoga tidak ada yang tertinggal saat saya meninggalkan kampus Ganesha ini, dan cita-cita saya sebagai Chemical Engineer bisa tercapai. Ya Allah, semoga cita-cita saya tidak terlepas dari yang Engkau harapkan, semoga berguna bagi negeri ini, keluarga kami, dan berguna bagi agamaMu.. 🙂 (hbb)

Sebagai tambahan saja dan motivasi, saya bisa kuliah di sini karena saya juga mendapat Beasiswa ITB Untuk Semua. (alhamdulillah.. bagi teman2 yang ingin tahu lebih, klik http://www.itbuntuksemua.com). Jadi, tidak usah khawatir bagi teman-teman yang kesulitan dana kuliah seperti saya. Percaya deh, di ITB banyak beasiswa, dan tidak ada satu kasus pun mahasiswa di DO gara2 tidak bisa membayar biaya kuliah. Semangat!

 

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"