Keutamaan Puasa Arofah

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), “Sesungguhnya Rasulullah saw pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka beliau menjawab, “Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang)

Dalam hadits ini dijelaskan mengenai sunnahnya berpuasa pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi saw “Tidaklah ada hari-hari dimana amalan shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah”. Dan perkataan beliau saw “amalan shalih” yakni meliputi shalat, shodaqoh, puasa, dzikir, takbir, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orang tua, silaturrahim, berbuat baik sesama manusia, berbuat baik kepada tetangga dan selain itu dari berbagai bentuk amalan shalih.

Tidaklah ada hari-hari dalam setiap tahun yang bila dikerjakan amalan shalih padanya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah. Bahkan para shahabat Nabi menanyakan kepada beliau : “Walaupun jihad berperang di jalan Allah? “Beliau bersabda: “Walaupun jihad berperang di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan apa yang dia keluar dengannya sedikitpun”.

Hadits di atas seharusnya cukup menggambarkan keutamaan menegakkan amalan shalih pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, apakah dengan berpuasa dan atau berbagai bentuk amalan-amalan shalih yang lainnya. Dari hadits ini juga menunjukkan bahwa jihad berperang dijalan Allah termasuk amalan yang utama, karena itulah para shahabat menanyakan: “Walaupun jihad berperang di jalan Allah?”.

Kemudian faidah lain yang dapat dipetik dari hadits ini ialah keutamaan suatu amalan yang jarang terjadi yakni keluarnya seorang mujahid yang berperang di jalan Allah dengan jiwanya dan hartanya berupa senjata dan hewan yang ditungganginya sehingga dia mati terbunuh, dan musuhnya mengambil senjata dan hewan tunggangan miliknya. Orang seperti ini telah mengorbankan jiwanya dan hartanya dijalan Allah, maka dia termasuk seutama-utamanya mujahid. Amalan shalih mujahid seperti ini merupakan amalan shalih yang lebih utama dari amalan yang dilakukan pada permulaan sepuluh hari bulan Dzulhijjah, dan jika dilakukan jihad semacam itu pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah maka akan berlipat ganda keutamaannya.

Termasuk hari yang disunnahkan puasa padanya yaitu pada hari ‘Arafah. Rasulullah saw menjamin Allah akan menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya. Yakni satu tahun yang telah lewat karena hari ‘Arafah terjadi pada bulan terakhir dalam satu tahun, dan juga menggugurkan dosa satu tahun setelah itu. Maka jika dijumlahkan, keutamaan puasa ‘Arafah dapat menggugurkan dosa selama dua tahun. Wallaahu a’lam. 🙂

Sumber:

Syarh Riyadhus Shalihin Jilid 3 hal. 504-505 (dengan perubahan yang tidak mengubah makna)

One thought on “Keutamaan Puasa Arofah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s