Archive for November, 2011

‘Asyura : Tanggal 10 yang Spesial

Menyambung tulisan terkait yaitu “Menyambut Bulan Muharram”, tulisan ini insya Allah dikhususkan untuk membahas tentang hari ‘Asyura. Oke, kita akan “bermain” dengan beberapa pertanyaan.

Pertanyaan pertama : Apa itu Hari ‘Asyura?

Semua bulan pasti ada tanggal sepuluhnya, betul? akan tetapi tidak disebut ‘Asyura kecuali tanggal 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram disebut ‘Asyura karena memiliki sejarah khusus. Banyak di antara Rasul-rasul terdahulu yang mendapat kemenangan dan keselamatan dari gangguan penentang-penentang dan musuh-musuhnya, tepat pada tanggal 10 Muharram (hari ‘Asyura).

–          Kisah Nabi Nuh as. Umatnya yang ingkar, kufur dan syirik dihancurkan serta dibinasakan oleh Allah swt, dengan banjir topan selama enam bulan lamanya. Setelah banjir surut, kemudian Nabi Nuh as dan pengikut-pengikutnya berjumlah kurang lebih 80 orang turun dari kapal dengan aman serta selamat tepat pada tanggal 10 Muharram.

–          Kisah Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as keluar dengan selamat dari api unggun yang dinyalakan Raja Namrud untuk membakarnya, tepat pada tanggal 10 Muharram. Allah telah memerintahkan api unggun itu untuk menjadi dingin sehingga nabi Ibrahim as tidak terluka sedikitpun.

–          Kisah Nabi Musa as. Nabi Musa dan ummatnya juga mendapat kemenangan dan keselamatan dari Allah swt dengan hancurnya Fir’aun beserta bala tentaranya yang ditenggelamkan Allah di lautan tepat pada 10 Muharram. Karena itu setiap 10 Muharram Nabi Musa berpuasa dengan menghaturkan syukur kepada Allah swt.

Dari kisah-kisah di atas, jelaslah bagi kita bagaimana keistimewaan hari ‘Asyura itu. Pada hari itu pula Allah menerima taubat suatu kaum pada umat terdahulu dan Allah akan tetap menerima taubat kaum-kaum setelahnya pada hari ‘Asyura, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh al Imam At-Tirmidzi dari ‘Ali bin Abi Tholib ra,  ketika itu seorang pria datang kepada Nabi Muhammad saw dan bertanya: “Pada bulan apakah Rasulullah memerintahkan saya berpuasa setelah Ramadhan?” Beliau menjawab: “Apabila engkau (ingin) berpuasa setelah Ramadhan, berpuasalah pada bulan Muharram, sesungguhnya bulan itu bulan Allah, di dalamnya ada hari dimana Allah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat kaum-kaum yang lain (yaitu hari ‘Asyura ).”

Pertanyaan kedua : Dari Mana Asalnya Puasa ‘Asyura?

Terdapat suatu hadits dari Ibnu Abbas ra, ketika Nabi Muhammad sampai di Madinah, beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura , maka beliau bertanya : ”Apa ini?” mereka menjawab: ”Ini hari baik, ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka berpuasalah Nabi Musa”. Nabi saw bersabda: “Maka akulah lebih berhak dengan Musa dari kalian”. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa ‘Asyura . (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Pertanyaan ketiga : Apa yang Istimewa dari Puasa ‘Asyura?

1. Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan

Rasulullah saw bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang shalat yang paling utama sesudah salat fardhu adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Ibnu Abbas menyatakan : “Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura’) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Dapat menebus Dosa Tahun Lalu

dari Abu Qatadah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Aku berdo’a pada Allah bahwa puasa pada hari ‘Asyura dapat menebus dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Rasulullah saw ditanya tentang puasa ‘Asyura, beliau menjawab: “Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Pertanyaan keempat : sudah habis. hehe

Wallaahu a’lam.

Demikianlah, yang dapat dirangkum pada malam ini mengenai hari ‘Asyura, dan keutamaan berpuasa di dalamnya. Semoga dapat menjadi manfaat sebesar-besarnya dan bisa kita amalkan dengan sebaik-baiknya. Silakan share artikel ini untuk menambah pundi-pundi kebaikan kita, insya Allah. (hbb)

Referensi : http://pesantren.or.id.29.masterwebnet.com/ppssnh.malang/cgibin/content.cgi/artikel/nasihat_kyai/sayid_alwi_ibn_salim_alaydrus-asyura-19jan08.single

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/keutamaan-bulan-muharram.htm

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Kebanyakan dari kita tentu pernah mendengar tentang amalan puasa Senin Kamis, beberapa mungkin telah rutin mengamalkannya tiap pekan. Tapi apakah kita mengetahui fadhilah amalan tersebut serta dasar-dasar haditsnya?

Oke, let’s check!

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut. Sebuah hadist dari Abu Hurairah ra, yang meriwayatkan bahwa Nabi SAW paling sering berpuasa Senin Kamis, ketika hal itu ditanyakan kepadanya, beliau menjawab: “Seluruh amal dibentangkan pada hari Senin dan Kamis. Ketika itulah Allah mengampuni setiap muslim kecuali yang melakukan dosa secara terang-terangan. Allah berkata ,”Tidaklah untuknya”. {HR. Ahmad dgn sanad sahih}.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?
Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis. Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa. Yang kedua, hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa, karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu. (HR Muslim)

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu ‘minggu’ menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Terlihat sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk ‘anger management’ atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

“Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran”. (HR. Ibnu Majah)

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ”Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”. {HR. Ahmad dan Baihaqi}

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra.  Di samping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Check it more!
Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer yaitu puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya.  Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa  menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.

Sumber: http://sister.imsa.us/index.php/en/artikel/dakwah/58/1063-dahsyatnya-puasa-senin-kamis
(dengan sedikit perubahan yang tidak mengubah makna)

Keutamaan Ilmu Pengetahuan

Dari Abu Musa ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan Allah kepadaku, bagaikan hujan yang menimpa bumi. Maka sebagian tanah ada yang baik (subur), lalu tumbuhlah tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Ada pula tanah yang kering tetapi bisa menyimpan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia, mereka bisa minum dari air itu, memberi minuman ternak dan bertani. Ada lagi air yang menimpa bagian bumi lain yang datar dan lunak yang tidak dapat menyimpan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang alim dalam masalah agama dan mengerjakannya dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Allah yang ditugaskan kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber: riyaadhus-sholihiin

Berharap kepada Allah

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Aku menurut sangkaan hamba-Ku dan Aku senantiasa bersamanya selama ia mengingat Aku. Demi Allah, Allah lebih senang menerima tobat hamba-Nya melebihi senangnya seseorang di antara kalian yang menemukan kembali barangnya yang telah hilang di tengah padang pasir. Siapa saja mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan siapa saja yang  mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber: Riyadhus-Sholihin

 

Tausiyah Utsman bin ‘Affan (Jangan Sia-siakan Hidupmu…)

‘Ibnu Jarir At-thabari meriwayatkan “Tarikh”nya, jilid 3, hal 305, dan Saif dari Badar bin Utsman dan pamannya Ia berkata :

Tatkala ahli syura membaiat sahabat Utsman, beliau terlihat sedih. Lalu berjalan ke arah mimbar Rasulullah SAW untuk berkhutbah di hadapan manusia. Beliau memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW lalu berkata:

“Sesungguhnya kalian berada di kampung yang tidak tetap dan sisa-sisa umur. Bersegeralah mengisi usia kalian dengan kebajikan sesuai kemampuan kalian, baik pada pagi maupun sore hari. Sungguh dunia itu memperdaya, janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan (pula) penipu (syetan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

Jadikanlah generasi yang telah lewat sebagai pelajaran dan bersungguh-sungguhlah dan janganlah berleha-leha karena sesungguhnya maut itu tidak pernah lengah dari kalian. Dimana gerangan pemuja-pemuja dunia itu serta kawan-kawannya yang telah memilih dan memeriahkan dunia serta menikmatinya dalam kurun waktu yang panjang? Tidakkah mereka itu telah dihancurkan dunia? Campakkanlah dunia itu sebagaimana Allah mencampakkannya.

Kejarlah akhirat karena sesungguhnya Allah telah mengumpamakannya dengan kebaikan Allah telah berfirman: “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit”, hingga firman-Nya: “Harapan”. Sungguh merugi orang-orang yang tidak memanfaatkan kehidupannya di dunia untuk memperoleh banyak kebaikan.

Dikutip dari Buku Tausiyah Sahabat, Pustaka Imani Jakarta (dengan sedikit perubahan yang tidak mengubah makna)
Sumber: Yayasan Al Haramain

Keutamaan Puasa Arofah

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), “Sesungguhnya Rasulullah saw pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka beliau menjawab, “Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang)

Dalam hadits ini dijelaskan mengenai sunnahnya berpuasa pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi saw “Tidaklah ada hari-hari dimana amalan shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah”. Dan perkataan beliau saw “amalan shalih” yakni meliputi shalat, shodaqoh, puasa, dzikir, takbir, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada kedua orang tua, silaturrahim, berbuat baik sesama manusia, berbuat baik kepada tetangga dan selain itu dari berbagai bentuk amalan shalih.

Tidaklah ada hari-hari dalam setiap tahun yang bila dikerjakan amalan shalih padanya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah. Bahkan para shahabat Nabi menanyakan kepada beliau : “Walaupun jihad berperang di jalan Allah? “Beliau bersabda: “Walaupun jihad berperang di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan apa yang dia keluar dengannya sedikitpun”.

Hadits di atas seharusnya cukup menggambarkan keutamaan menegakkan amalan shalih pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah, apakah dengan berpuasa dan atau berbagai bentuk amalan-amalan shalih yang lainnya. Dari hadits ini juga menunjukkan bahwa jihad berperang dijalan Allah termasuk amalan yang utama, karena itulah para shahabat menanyakan: “Walaupun jihad berperang di jalan Allah?”.

Kemudian faidah lain yang dapat dipetik dari hadits ini ialah keutamaan suatu amalan yang jarang terjadi yakni keluarnya seorang mujahid yang berperang di jalan Allah dengan jiwanya dan hartanya berupa senjata dan hewan yang ditungganginya sehingga dia mati terbunuh, dan musuhnya mengambil senjata dan hewan tunggangan miliknya. Orang seperti ini telah mengorbankan jiwanya dan hartanya dijalan Allah, maka dia termasuk seutama-utamanya mujahid. Amalan shalih mujahid seperti ini merupakan amalan shalih yang lebih utama dari amalan yang dilakukan pada permulaan sepuluh hari bulan Dzulhijjah, dan jika dilakukan jihad semacam itu pada sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah maka akan berlipat ganda keutamaannya.

Termasuk hari yang disunnahkan puasa padanya yaitu pada hari ‘Arafah. Rasulullah saw menjamin Allah akan menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya. Yakni satu tahun yang telah lewat karena hari ‘Arafah terjadi pada bulan terakhir dalam satu tahun, dan juga menggugurkan dosa satu tahun setelah itu. Maka jika dijumlahkan, keutamaan puasa ‘Arafah dapat menggugurkan dosa selama dua tahun. Wallaahu a’lam. 🙂

Sumber:

Syarh Riyadhus Shalihin Jilid 3 hal. 504-505 (dengan perubahan yang tidak mengubah makna)

Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

SMILE

happiness is precious

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"