Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.2)

Fasal: Cara Menghormati Ilmu dan Guru

  • Tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan dapat mengambil manfaatnya bila tidak mau menghormati ilmu dan gurunya.
  • Cara menghormati guru antara lain: tidak berjalan di depan gurunya, tidak duduk di tempat yang diduduki gurunya, bila dihadapan gurunya tidak memulai pembicaraan kecuali ada izinnya.
  • Janganlah terlalu banyak bicara di hadapan guru, tidak menanyainya dalam keadaan yang lelah atau bosan, perhatikan waktunya, tidak mengganggunya di rumahnya.
  • Intinya penuntut ilmu haruslah mencari keridhoaan dari gurunya.
  • Jangan menyakiti hati guru karena itu menyebabkan ilmu tidak dapat berkah.
  • Cara menghormati guru adalah dengan menghormati kitab atau buku.
  • Jangan memegang buku kecuali dalam keadaan suci.
  • Ilmu itu adalah cahaya, sedangkan wudhu juga cahaya. Cahaya ilmu tidak akan bertambah kecuali dengan berwudhu.
  • Menghormati buku juga dengan cara: tidak meletakkan buku di dekat kakinya ketika bersila, meletakkan buku buku tafsir di atas buku-buku lain juga tidak meletakkan apa pun di atas buku.
  • Kecuali kalau ia tidak berniat meremehkan. Tapi alangkah lebih baiknya bila tidak melakukannya.
  • Perbaguslah tulisan di dalam buku. Jangan terlalu kecil sehingga sulit dibaca.
  • Sebaiknya tidak menggunakan tinta warna merah dalam menulis, karena itu kebiasaan filosof dan bukan kebiasaan ulama salaf.
  • Cara lain dalam menghormati ilmu adalah dengan menghormati teman belajar terutama orang yang mengajarnya.
  • Hendaknya tetap mendengarkan ilmu dan hikmah dengan hormat sekalipun ia telah berkali kali mendengarnya.
  • Sebaiknya penuntut ilmu tidak sembarangan memilih ilmu, tapi diserahkan kepada gurunya. Karena gurunya biasanya lebih tahu dengan yang terbaik bagi muridnya tersebut.
  • Janganlah terlalu dekat duduk dengan gurunya.
  • Penuntut ilmu harus meninggalkan akhlak yang tercela. Karena akhlak yang tercela diumpamakan binatang anjing yang samar.
  • Ilmu adalah musuh bagi orang orang yang congkak.
  • Kemuliaan itu datang bukan karena usaha, tapi dari pemberian karunia Alloh.

Fasal: Kesungguhan Dalam Menuntut Ilmu, Keistiqomahan dan Cita-cita yang Tinggi

  • Penuntut ilmu harus bersungguh sungguh dalam belajar. Harus tekun.
  • Siapa yang berusaha keras niscaya ia mendapatkannya.
  • Mencari ilmu tidak akan berhasil tanpa kerja keras dan usaha maksimal yang penuh kesengsaraan.
  • Naiflah seseorang yang tidak mau berusaha secara optimal padahal ia mampu.
  • Jangan terlalu banyak tidur malam hari.
  • Orang yang ingin mendapatkan ilmu haruslah meninggalkan tidur malam.
  • Sebaiknya malam digunakan dalam belajar dan ibadah.
  • Biar tidak banyak tidur di malam hari, sebaiknya tidak banyak makan agar tidak ngantuk.
  • Sebaiknya pelajaran diulang pada awal malam dan akhir malam karena saat saat tersebut diberkahi.
  • Bersifatlah wara, kurangi tidur, kurangi makan dan tekunlah belajar.
  • Karena kerja kerasmulah kamu akan diberi.
  • Orang yang ingin sukses sebaiknya mengurangi tidur malam.
  • Gunakanlah masa mudamu dalam menuntut ilmu karena  ia tidak akan terulang lagi.
  • Bersungguh sungguh bukan berarti memaksakan diri.
  • Kita tidak boleh memaksakan diri melebih dari kemampuan kita.
  • Karena kalau dipaksakan bisa melemahkan badan dan tidak mampu bekerja lagi
  • Tuntutlah ilmu itu pelan pelan saja tapi kontinyu. Intinya adalah kesabaran.
  • Bercitalah setinggi-tingginya. Karena orang yang tinggi derajatnya lantaran pernah bercita tinggi.
  • Modal pokok adalah kesungguhan.
  • Semua bisa didapat dengan kesungguhan dan bercita luhur.
  • Ingin pandai tapi tidak mau sungguh sungguh tidak dapatlah ilmu kecuali sedikit.
  • Bersungguh sungguh tapi tidak tergesa-gesa.
  • Kamu memang bodoh, tapi itu bisa kamu usir dengan terus menerus belajar.
  • Jauhilan sifat malas karena itu sumber keburukan dan kerusakan yang amat besar.
  • Jangan suka menunda karena itu kebiasaan para pemalas. Dan sifat malas itu mendatangkan keburukan dan malapetaka.
  • Tinggalkanlah malas dan menunda supaya tidak tetap dalam kehinaan.
  • Tidak ada yang diberikan kepada pemalas kecuali penyesalan lantaran gagal meraih cita-cita.
  • Penderitaan, kelemahan dan penyesalan bermula dari sifat malas.
  • Malas belajar timbul karena kurang sadarnya perhatian terhadap keutamaan dan pentingnya ilmu.
  • Ilmu akan kekal sedangkan harta benda akan sirna.
  • Orang yang ilmunya bermanfaat akan tetap dikenang sekalipun ia telah meninggal.
  • Lupa disebabkan banyak dahak. Banyak dahak lantaran banyak minum dan makan.
  • Bersiwak dapat mengurangi dahak, menguatkan hapalan dan menyebabkan kefasihan.
  • Perut yang penuh lantaran banyak makan mengurangi ketangkasan.

Fasal: Mulai Belajar, Ukuran dan Urutannya.

  • Mulailah dari hari rabu karena pada hari itu cahaya diciptakan.
  • Para santri seharusnya memulai belajar dengan cara menghafal kitab lalu kemudian memahaminya. Setelah paham baru menambah sedikit demi sedikit.
  • Setiap kitab atau buku sebaiknya diulang dua kali. Tapi kalau lebih tebal kalau bisa sampai sepuluh kali. Biasakanlah hal ini.
  • Mulailah juga dari buku buku yang mudah dipahami karena ia tidak membosankan dan tidak melekat.
  • Setelah menghapal dan memahami baru lakukanlah pencatatan.
  • Jangan mencatat sebelum paham karena itu membuang buang waktu.
  • Penuntut ilmu harus benar-benar memahami apa yang dikatakan gurunya kemudian mengulang-ulangnya hingga benar benar mengerti.
  • Jangan biasakan tidak mau memahami apa yang disampaikan oleh pengajar, karena bisa menjadi kebiasaan sehingga ia tidak dapat memahami apa apa kecuali sedikit.
  • Jangan lupa untuk berdoa ketika memahami pelajarannya.
  • Setelah benar benar paham dan tidak khawatir akan lupa baru kemudian melangkah ke pelajaran selanjutnya.
  • Cara mudah agar tidak lupa dengan pelajaran adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain.
  • Hal yang baik bila suatu masalah atau satu pendapat didiskusikan. Karena belajar dengan diskusi itu lebih efektif daripada belajar sendiri. Sebab dalam diskusi kita dituntut untuk lebih berpikir dan lebih maksimal.
  • Jangan berdiskusi dengan orang yang buruk tabiatnya atau dengan orang yang tidak mencari kebenaran yang hanya ingin mempersulit orang.
  • Penuntut ilmu haruslah membiasakan berpikir keras tentang pelajaran yang sukar dipahami, karena banyak dipaham lantaran dipikirkan.
  • Jangan berbicara atau menyampaikan sesuatu sebelum berpikir agar tidak tersalah.
  • Para Penuntut ilmu harus terus menerus belajar kapan saja dan dari mana saja menambah pengetahuannya.
  • Biasakanlah lisan dalam bertanya dan biasakanlah hati yang banyak berpikir.
  • Pertanyaan yang bagus disampaikan adalah “bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?”
  • Sering seringlah bertukar pikiran dengan orang lain.
  • Tidak masalah bila Penuntut ilmu bekerja. Tapi tetaplah belajar dan jangan malas-malasan.
  • Jangan ada alasan untuk tidak belajar.
  • Jangan lupa untuk bersyukur mengucap hamdalah ketika paham dengan satu masalah, semoga ditambahkan oleh Allah swt.
  • Jauhilan sifat kikir/pelit.
  • Belilah buku karena itu memudahkan dalam belajar dari orang lain.
  • Jangan rakus dengan harta orang lain.
  • Tinggalkanlah sifat tamak dengan harta orang lain dan sifat kikir dengan harta sendiri.
  • Orang-orang dulu belajar bekerja baru mencari ilmu pengetahuan agar mereka tidak tamak dengan harta orang lain.
  • Berharaplah hanya kepada Alloh.
  • Penuntut ilmu mengulang pelajaran sebaiknya konsisten. Semisal setiap harinya ia mengulang pelajaran hingga sepuluh kali. Maka lakukanlah sejumlah itu pula di hari hari berikutnya.
  • Ingat! Pelajaran tidak akan melekat bila tidak diulang-ulang.
  • Biasakanlah membaca dengan keras, tanda semangat supaya tidak bosan.
  • Penuntut ilmu tidak boleh berputus asa karena itu berakibat buruk.
  • Saran yang baik dalam bidang fikih adalah dengan menghapal satu kitab saja darinya dan itu akan memudahkan dalam mempelajari kitab kitab lainnya.

Fasal: Tawakkal

  • Bertawakallah kepada Alloh dalam masalah rezeki ketika menuntut ilmu. Tidak perlu mencemaskannya. Karena ada hadis nabi yang mengatakan orang yang memperdalam ilmu agama niscaya akan Alloh cukupkan dan Ia beri rezeki dari jalan yang tidak ia sangka-sangka.
  • Orang yang sibuk dengan perkara rezeki dalam hal makanan dan pakaian, biasanya tidak gubris lagi dengan akhlak mulia dan hal hal yang tinggi lainnya.
  • Manshur al hallaj berkata: sibukanlah nafsumu, karena bila tidak ialah yang akan membuatmu sibuk.
  • Orang yang berakal tidaklah boleh cemas dengan urusan dunia.
  • Tidak memikirkan rezeki bukan berati tidak bekerja lo.
  • Para penuntut ilmu sebaiknya menjauhi urusan duniawi sebisanya.
  • Penuntut ilmu harus sabar dan tabah selama menuntut ilmu. Karena memang fitrahnya bahwa pergi menuntut ilmu berarti harus berhadapan dengan kesengsaraan.
  • Orang yang tabah selama di dalam menuntut ilmu akan mendapatkan manis dan lezatnya ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s