Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.1)

Fasal: Hakikat Ilmu, Hukum Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu

  • Tidak memperoleh manfaat dari ilmu artinya ilmu yang didapat tidak dapat diamalkan dan disebarkan.
  • Salah satu penyebabnya adalah keliru ketika menuntut ilmu.
  • Ilmu yang paling utama adalah ilmu hal. Artinya ilmu yang diperlukan saat itu.
  • Dan yang paling penting tentu adalah ilmu agama karena setiap orang islam mestilah tahu dengan kewajibannya sebagai seorang muslim. Semisal salat, zakat, haji dan lain-lain.
  • Dikarenakan untuk bisa mengerjakan yang diwajibkan ilmu, maka menuntut ilmu itupun hukumnya menjadi wajib pula.
  • Setiap orang muslim juga mesti menuntut ilmu hati seperti tawakal, tobat, takut kepada Alloh, dan ridho karena semua itu terjadi pada segala keadaan.
  • Ilmu hanyalah dimiliki manusia. Makhluk selain manusia tidak memilikinya.
  • Dengan ilmulah Nabi Adam as mendapat kemuliaan sehingga para malaikat disuruh untuk bersujud kepadanya.
  • Jadi intinya ilmu itu sangatlah penting karena ia menjadi wasilah untuk bertakwa.
  • Mendapatkan petunjuk dari Alloh, ya dengan menuntut ilmu agama. Karena kalau tidak dituntut ya tidak bakal dapat.
  • Orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara lebih berat bagi setan menggoda ketimbang seribu ahli ibadah yang bodoh.
  • Orang muslim juga mesti menuntut ilmu tentang akhlak yang tercela guna menghindarinya.
  • Setiap muslim wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Alloh, berdoa, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca alquran dan bersedekah guna terhindar dari marabahaya.
  • Tidaklah ilmu itu kecuali untuk diamalkan.
  • Mengamalkan ilmu berarti meninggalkan dunia untuk kebahagiaan akhirat.
  • Setiap muslim haruslah mempelajari ilmu yang bermanfaat dan menjauhi ilmu yang tidak berguna agar ilmunya tidak membahayakan dirinya.

Fasal: Niat Dalam Menuntut Ilmu

  • Niat menuntut ilmu haruslah: ikhlas mengharap ridho Alloh, mencari kebahagiaan di akhirat, menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan melestarikan Islam.
  • Orang yang tekun beribadah namun bodoh lebih besar bahayanya daripada orang alim tapi durhaka, keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat dan tidak layak dijadikan panutan.
  • Jangan sampai dalam niat menuntut ilmu terbersit niat supaya dihormati masyarakat, untuk mendapatkan harta benda dunia, atau agar mendapat penghormatan di hadapan pejabat atau lainnya.
  • Barang siapa yang menikmat lezatnya ilmu dan nikmatnya mengamalkannya. Maka ia tidak akan tertarik dengan harta milik orang lain.
  • Boleh menuntut ilmu dengan tujuan untuk mendapatkan kedudukan di masyarakat yang dengannya digunakan dalam rangka amar makruf nahi munkar, menjalankan kebenaran dan menegakkan agama Alloh.
  • Para ulama haruslah menghindari hal hal yang dapat merendahkan derajatnya. Ia harus tawadu tidak tamak terhadap harta dunia.
  • Orang alim harus tetap berwibawa sekalipun tawadhu agar ilmu dan orang agama tidak dilecehkan.

Fasal: Cara Memilih Ilmu, Guru, Teman dan Apa Itu Ketekunan

  • Seorang penuntut ilmu harus memilih ilmu yang paling baik dan yang paling cocok baginya.
  • Dalam ilmu agama, ilmu tauhidlah yang harus diutamakan.
  • Tinggalkan ilmu debat karena ia menjauhkan seseorang dari ilmu fikih, menyiakan umur, menimbulkan keresahan dan menimbulkan permusuhan.
  • Carilah guru yang alim yang wara’ dan yang lebih tua dalam pengalaman.
  • Seharusnya setiap orang bermusyawarah dengan orang alim dalam masalah menuntut ilmu dan segala urusan yang lain.
  • Kesabaran dan ketabahan plus ketekunan adalah pokok dari segala urusan.
  • Keberanian adalah kesabaran menghadapi kesulitan dan penderitaan.
  • Seorang penuntut ilmu harus sabar dalam mengaji kepada seorang guru dan dalam satu pelajaran sampai ia benar-benar paham. Hal itu guna dak menyebabkan waktunya sia-sia.
  • Penuntut ilmu tidak boleh menuruti hawa nafsunya karena ia rendah nilainya. Barangsiapa yang kalah dengan hawa nafsu berarti ia telah kalah dari kehinaan.
  • Penuntut ilmu harus tabah dengan ujian dan cobaan karena gudang ilmu itu diliputi dengan cobaan dan ujian.
  • Ali bin abi Talib: “ketahuilah kamu tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan bekal enam perkara, yaitu cerdas, semangat, bersabar, memiliki bekal, petunjuk atau bimbingan dari guru dan waktu yang lama.
  • Penuntut ilmu harus berteman dengan orang yang tekun belajar, besifat wara, dan berwatak isitiqomah juga orang orang yang suka memahami ayat ayat alquran dan hadis nabi.
  • Jangan pilih teman yang malas, banyak bicara dan suka memfitnah.
  • Bertemanlah dengan orang baik engkau pun akan mendapatkan petunjuk.
  • Orang banyak rusak lantaran teman yang rusak.
  • Malas adalah penyakit yang menular.
  • Sebelum memilih seseorang untuk dijadikan teman, lihatlah terlebih dahulu siapa teman-temannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s