Archive for October, 2011

Apa Hasilnya Aku Membaca Al-Qur’an?

Wahai saudaraku,

Coba kita renungkan jika terdapat seorang Raja yang agung di dunia ini mengirimkan surat kepada salah seorang rakyatnya. Ketika surat tersebut telah sampai, tentulah ia akan bersuka cita dan merasa bangga. Dibacanya secara perlahan-lahan dengan suara yang indah. Inilah isi surat tersebut :

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Dari : Raja yang Mulia Fulan

Untuk : Fulan bin fulan

Aku perintahkan engkau untuk datang kepadaku demi menghadiri majelisku.

Si pengirim pun pulang setelah mengantarkan surat tersebut. Datanglah hari berikutnya dan ternyata si pembaca surat tak muncul di majlis Sang Raja. Akhirnya Sang Raja mengutus orang kedua untuk menanyakan kabar si pembaca surat. Kemudian sang utusan pun melapor, Si pembaca memegang erat suratmu dan merenunginya.

Namun kenapa ia tak hadir? Bukankah telah kuundang ia untuk datang kemari? Tanya Raja

Namun ia menghormati risalahmu wahai raja. Dibacanya berulang-ulang dengan indah dan penuh dengan adab!

Katakan padanya untuk datang kepadaku besok atau lusa! Jawab Raja.

Hari berlalu, si pembaca pun tak nampak batang hidungnya.

Berkata sang pengawal, Ia masih membaca suratmu, apakah itu tak cukup bagimu?

Tapi mengapa ia tak menghampiriku?! Raja pun menjadi marah.

Dari kisah tersebut, apakah Raja bisa puas dengan jawaban pengawal? Ataukah justru jawaban itu membuatnya jengkel?

Begitu pula Al-Qur’an yang telah Allah turunkan ke hati Sayidina Muhammad. Kita telah diperintahkan untuk membaca dan merenunginya supaya kita datang kepada Allah.

Allah berfirman, Bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu.

Bukankah sang raja dari segala raja telah mengatakan kepada kita untuk bersegera menuju ampunan Allah?

Di dalam firman Allah lainnya, Menujulah engkau kepada Allah.

Kita dapati sang raja dari segala raja telah mengatakan kepada kita, Datanglah kau kepada-Ku Hampirilah Aku

Maka bagaimana dengan kita yang hanya bagus membaca Al Qur’an tapi tak mau menuju kepada Allah? Apakah untuk ini Al Qur’an diturunkan? Atau kita yang tak memahami maksud diturunkannya?

Imam Hasan Basri pernah menegur para pembaca Al Qur’an di zamannya. Beliau berkata, Sungguh buruk kalian, bukankah Allah menurunkan Al Qur’an untuk kalian baca dan kalian amalkan?! Namun kini kalian jadikan Al Qur’an sebagai pekerjaan membaca semata!

Advertisements

Prospek Masa Depan LNG

LNG (Liquified Natural Gas) pada dasarnya merupakan perubahan gas alam dari fasa gas menjadi fasa cair. Perubahan ini dicapai pada temperatur sekitar -160oC dan tekanan atmosferik. Pada kondisi cair tersebut, LNG mengalami reduksi volume hingga 600 kali fasa gasnya. Kompresi ini sangat menguntungkan dalam proses pengangkutan sehingga LNG dapat diangkut dalam jumlah yang besar menuju tempat yang jauh dengan kapal tanker LNG.
Rantai pengolahan LNG biasanya meliputi eksplorasi dan produksi, pencairan, pengapalan, penyimpanan, dan regasifikasi seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Rantai Pengolahan LNG Pada Umumnya
Secara umum, gas alam ditemukan pada kerak bumi melalui proses eksplorasi. Cadangan gas tersebut diproduksi dan mengalami proses pemisahan dan pendinginan ke fasa cair (LNG). Proses ini biasanya dilakukan pada sebuah kilang LNG yang letaknya dekat dengan proses eksplorasi tersebut. LNG kemudian dipindahkan dengan kapal tanker untuk dibawa ke pembeli. Setelah kapal tiba di terminal penerimaan, LNG disimpan di sebuah tangki penyimpan (storage) untuk diregasifikasi dan disalurkan ke pengguna melalui pipa penyalur.
Namun, sepertiga cadangan gas dunia berada di lepas pantai. Sebagian gas merupakan non associated gas (gas yang tidak bercampur dengan produksi minyak) dan sebagian lagi merupakan associated gas. Opsi yang biasanya dilakukan ialah penyaluran gas dari fasilitas produksi lepas pantai melalui pipa ke darat. Namun, opsi ini baru secara ekonomis dapat dilakukan apabila produksi gas tersebut besar dan jaraknya relatif dekat dengan darat. Gas yang biasa ditemukan biasanya jauh dari darat, daerah terisolasi (biasanya disebut stranded gas) dan jumlahnya juga tidak ekonomis untuk disalurkan ke darat. Gas tersebut umumnya terdapat di laut dalam (lebih dari 1000 meter). Associated gas bahkan sering dibakar karena tidak ekonomis untuk diproses dan disalurkan melalui pipa ke darat. Pilihan ini tentunya kurang tepat dilihat dari sisi lingkungan dan pemanfaatan energi secara efektif.
Kondisi inilah yang mendorong sebuah pilihan yang lebih tepat untuk dikembangkan, yaitu FLNG (Floating Liquified Natural Gas) atau biasa juga disebut LNG terapung. FLNG merupakan sebuah sistem pengolahan dan pencairan gas alam langsung di lepas pantai. Teknologi ini merupakan prospek yang luar biasa untuk pemanfaatan gas lepas pantai terutama untuk associated gas dan stranded gas. FLNG juga memperpendek rantai pengolahan LNG dengan menggabungkan fasilitas eksplorasi, produksi, dan fasilitas pencairan gas alam. Rantai yang lebih pendek ini juga mampu mengurangi investasi karena investasi tersebar rantai pengolahan LNG berada pada fasilitas pencairan gas alam.

Sistem Teknologi FLNG
Foster Wheeler Energi Limited telah melakukan studi pemilihan proses pencairan LNG yang tepat untuk digunakan di lepas pantai. Optimasi pemilihan teknologi FLNG tentunya memiliki kriteria yang berbeda dengan pengolahan LNG di kilang darat. Beberapa kriteria proses pencairan LNG lepas pantai adalah fasilitasnya harus kompak dan ringan, keamanan proses yang tinggi, mampu bertahan pada lingkungan laut, mudah dioperasikan, jumlah peralatan sedikit, modularitas tinggi, efisiensi cukup tinggi, dan toleransi terhadap variasi kondisi proses. Optimasi proses yang mengacu kriteria-kriteria tersebut akhirnya mengarah pada teknologi pencairan dengan turboekspander.
Hingga saat ini, teknologi FLNG dan terminal penerimaan LNG lepas pantai mulai dan akan diterapkan di Teluk Meksiko, Pantai California, Laut Mediterania, Laut Adriatik, dan sebagainya. Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan gas alam terbesar (161,95 TCF atau Trillion Cubic Feet) juga memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan teknologi ini. Saatnya mengejar kereta…!

Sumber:
Cox, David. 2007. LNG: A Technical Overview
Eastwood,T dan Sanchez, J. 2010. A Sea Change for LNG Concept.
Mauridiana, Mira. 2006.LNG Transportasi Gas Alam. Universitas Indonesia
Mauridiana, Mira. 2006. Prospek Pengembangan LNG Lepas Pantai. Universitas Indonesia
Migas: Floating LNG Gaining Ground As Companies Pursue Technology Options
Shukri, T dan Wheeler, F.2004. LNG Technology Selection
Omenaka, dkk. 2009. FLNG: A Worthy Contender

Sejarah dan Hikmah BerQurban


Qurban wajib bagi orang yang mampu atau berkemampuan,

“Barang siapa yang sudah mampu dan mempunyai kesanggupan tapi tidak berqurban, maka dia jangan dekat-dekat ke musholla-ku.” Hadis tersebut merupakan sindiran bagi orang-orang yang mampu dan banyak harta tetapi tidak mau berqurban.
Sejarah qurban dibagi kepada tiga, yaitu: zaman Nabi Adam As; zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad saw.

Zaman Nabi Adam As

Ketika zaman Nabi Adam As, qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yang bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok penternak. Saat itu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebahagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.

Sebagai petani si Qabil mengeluarkan qurbannya dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk qurban. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah.

Qabil dan Habil mempunyai sifat yang berbeda. Habil mengeluarkan hewan yang diqurbankan dengan tulus ikhlas yang mana hewan yang dipilih gemuk dan sihat. Sedangkan Qabil, memilih buah-buahan yang busuk. Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh Habil, sementara buah-buahan yang dikeluarkan Qabil tetap utuh, tidak berkurang.

Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur?an surat Al-Maidah ayat 27 :

“Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata : “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil ” Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Qurban Habil di terima Allah SWT kerana dia mengeluarkan sebagian hartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara Qabil mengeluarkan sebagian harta yang tidak baik dan secara terpaksa.

Zaman Nabi Ibrahim As

Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum juga dikurnia putra oleh Allah dan beliau selalu berdo’a: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh” Kemudian dari isterinya yang kedua yakni Siti Hajar yang dinikahinya ketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir (setiap kedatangan pembesar diberi hadiah seorang isteri yang cantik oleh pembesar Mesir). Dari Siti Hajar lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Ismail, ia lahir di tengah-tengah padang pasir yang kemudian dikenali sebagai Mekkah. Pada saat Nabi Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah agar meninggalkan isterinya Siti Hajar dengan seorang putranya, Ismail. Beliau meninggalkan beberapa potong roti dan sebuah guci berisi air untuk Siti Hajar dan Ismail. Pada waktu Siti Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat di sebelah timur ada air yang ternyata adalah fatamorgana yaitu di Bukit Sofa. Di situ Ismail ditinggalkan dan Siti Hajar naik Ke Bukit Marwah serta kembali ke Sofa sampai berulang tujuh kali, tapi tidak juga mendapatkan air sampai ai kembali ke Bukit Marwah yang terakhir.

Ismail yang kehausan menendang-nendang tanah yang tiba-tiba keluar air dari dalam tanah. Siti Hajar berlari kebawah sambil berteriak kegirangan :”zami-zami?” itulah kemudian tempat itu dinamakan Perigi Zam-zam.

Nabi Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yang berada di Yerusalem sampai Nabi Ismail menjelang remaja. Kemudian di Yerusalem ternyata Siti Sarah hamil melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishaq. Nabi Ibrahim diperintahkan lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah untuk menengok istri dan anaknya yang pertama yaitu Nabi Ismail, yang rupanya sudah mulai besar.

Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkan sampai besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaffaat : 102 : “Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahawa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu”. Ia menjawab: “hai bapakku kerjakanlah apa yang  diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Asbabun Nujul atau latar belakang sejarahnya ketika nabi Ibrahim bermimpi (ru’yal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliau menginap, beliau mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah malamnya di Mina, masih bermimpi yang sama juga. Ibrahim kemudian mengajak putranya Nabi Ismail, kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Mina), baru lebih kurang 70-80 meter berjalan, syaitan menggoda isterinyanya Siti Hajar: “Ya Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail ?”.

Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya Ibrahim mau dikemanakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaah haji disuruh melempar batu dengan membaca : “Bismillahi Allahu Akbar”. Hal tersebut mengandung arti bahwa kita melempar syaitan atau sifat-sifat syaitan yang ada di dalam diri kita.

Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira 200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana di firmankan oleh Allah didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “.

Zaman Nabi Muhammad saw

Masalah qurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3 :

“Se-sungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”. Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu menghitungnya” (QS:Ibrahim: 34).

sumber: http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg02218.html (dengan perubahan)

Kurma, si Kecil yang Penuh Manfaat

Pernahkah kalian makan buah kurma? atau pernah tapi tidak suka? Tunggu, baca ini dulu.

Kurma memang identik dengan santapan saat berbuka puasa, tapi tidak hanya menyenangkan saat berbuka puasa. Buah yang berasal dari negara-negara Arab ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Apa implikasi bagi kesehatan dalam hal medis modern?

Gizi Komposisi Zat
Kurma bila dilihat dari komposisi daging buahnya sebagian besar terdiri dari karbohidrat dalam bentuk gula atau glukosa fruktusa yang sangat manis. Daging kurma yang telah dikeringkan mengandung karbohidrat yang tinggi, yaitu sebanyak 70%jika dibandingkan dengan yang masih basah dan matang dipohon yaitu sebanyak 60%.

Selain karbohidrat, kurma juga sumber vitamin dan mineral penting yang berguna untuk kesehatan tubuh, komposisi tersebut termasuk vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C (sedikit), Riboflavin, Niasin, Tiamin dan mengandung mineral yang terdiri dari Besi, Magnesium, Kalsium dan sebagian besar Kalium. Kurma ini juga mengandung banyak serat yang dapat membantu proses pencernaan sehingga gerakan usus menjadi halus.

Vitamin A dan Niasin: memainkan peran dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Riboflavin dan Niasin: membantu produksi energi dari pengolahan makanan. Tiamin: membantu melepaskan energi dari karbohidrat dan juga penting untuk sel-sel saraf. Niasin: menjaga fungsi saraf yang normal. Glukosa: Ini adalah jenis gula sederhana yang ditemukan dalam tubuh. Fruktosa: gula yang terkandung dalam buah-buahan. Gula ini tidak berbahaya bagi kesehatan karena proses alam. Seperti gula pada umumnya, fruktosa mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Untuk mereka yang berpuasa, buah kurma cocok dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi yang hilang dengan cepat setelah seharian berpuasa. Khususnya yang berkaitan dengan Kalium: merupakan nutrisi penting untuk fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung lebih teratur, mengaktifkan kontraksi otot dan membantu mengatur tekanan darah. Kandungan Kalium sangat menonjol dalam kurma yang baik untuk orang dengan hipertensi. Ini diharapkan untuk kontraksi dan relaksasi pembuluh darah yang baik, sehingga tidak mudah rusak.

Kurma juga mengandung efek seperti Salisilat. Dimana zat yang terkandung dalam komponen aspirin yang memiliki fungsi untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan demam. Selain itu, aspirin juga bisa mencegah pembekuan darah, nyeri anti-inflamasi dan anti Kurma juga mengandung hormon yang disebut Potuchin dapat membuat kontraksi pada pembuluh darah dalam rahim dan otot ketika diberikan kepada wanita yang baru melahirkan untuk mencegah perdarahan postpartum.

sumber: http://www.masnafood.com (dengan perubahan)

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

{ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أََحَبُّ إِلَىاللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنيِ أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ }

“Tiada hari yang lebih di cintai Allah ta’ala untuk berbuat suatu amalan yang baik dari pada hari-hari ini yaitu sepuluh hari Dzulhijjah, para sahabat bertanya,” wahai Rasulullah, tidak pula dengan jihad fii sabilillah? Rasulullah menjawab,” tidak, tidak pula jihad fii sabilillah, kecuali jika ia keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tak kembali lagi”.

Dan Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah r bersabda:

{ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ وَلاَ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ الْعَمَلَ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْد ِ}

“Tiada hari yang lebih baik dan lebih di cintai Allah ta’ala untuk beramal baik padanya dari sepuluh hari Dzulhijjah, maka perbanyaklah membaca tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar) dan tahmid (Alhamdu lillah)”.

Begitu pula Ibnu Hibban dalam shahihnya meriwayatkan dari Jabir ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

{ أَفْضَلُ الأَيَّامِ يَوْمُ عَرَفَةَ }

“Hari yang paling utama adalah hari Arafah”

Amalan-Amalan Yang Disyari’atkan Pada Sepuluh Hari Dzul Hijjah

  • Melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan ini adalah amalan yang paling utama. Banyak sekali hadits-hadits Rasulullah r yang menjelaskan keutamaan haji dan umrah, di antaranya:

{ اَلْعُمْرَةُ إِلىَ الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ اْلمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ }

“Dari umrah yang satu ke umrah yang lain sebagai penghapus dosa-dosa diantara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya, kecuali surga”
Dan banyak lagi hadits-hadits yang lain.

  • Puasa dengan sempurna (penuh) pada sepuluh hari Dzulhijjah atau semampunya, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji. Tidak diragukan bahwa ibadah puasa merupakan bentuk amalan yang utama dan ia merupakan amalan yang di pilih oleh Allah ta’ala untuk diri-Nya. Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits Qudsy:

{ اَلصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ إِنَّهُ تَرَكَ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ مِنْ أَجْلِيْ }

“Puasa adalah untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya, dia (hamba yang berpuasa) meninggalkan syahwat, makan dan minumnya demi Aku”

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudry ra, Rasulullah saw bersabda:

{ مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا }

“Tidaklah ada seorang hamba yang berpuasa sehari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka selama tujuh puluh tahun (jarak tempuh perjalanan selama tujuh puluh tahun) karena puasanya”. (Muttafaq Alaih).

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Qatadah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

{ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ }

“Saya mengharap kepada Allah agar puasa pada hari Arafah menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun yang sesudahnya”

  • Membaca takbir (Allahu Akbar) dan memperbanyak dzikir pada hari-hari ini, Allah ta’ala berfirman:

{ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ َ} (27) سورة الحـج

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari –hari yang telah ditentukan”. (QS. Al Hajj: 28).

Hari-hari yang telah di tentukan dalam ayat ini ditafsirkan dengan sepuluh hari Dzulhijjah. Para ulama berpendapat bahwa disunahkan pada hari-hari ini untuk memperbanyak dzikir, sebagaimana terdapat dalam sebuah haditsyang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, termaktub dalam musnad Imam Ahmad:

{ فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ }

“Maka perbanyaklah pada hari-hari ini tahlil, takbir dan tahmid”

Imam Bukhari rahimahullah menjelaskan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua pergi ke pasar pada sepuluh hari Dzul Hijjah untuk menggemakan takbir pada khalayak ramai, lalu orang-orang mengikuti takbir mereka berdua.
Ishaq meriwayatkan dari para ahli fiqih pada masa tabi’in, bahwa mereka mengucapkan pada sepuluh hari Dzul Hijjah:

اَللَّهُ أَكْبَرُ الَّلهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَالَّلهُ أَكْبَرُ اَلَّلهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada ilah yang berhak untuk di sembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, AllAh Maha besar dan bagi Allah segala pujian”

Dan disunnahkan pula mengeraskan suara ketika melantunkan takbir di tempat-tempat umum, seperti: di pasar, di rumah, di jalan umum atupun di masjid dan di tempat-tempat yang lain. Allah berfirman:

{ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ } (185) سورة البقرة

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu”. (QS. Al Baqarah: 185).

  • Bertaubat dan menutup setiap pintu maksiat dan dosa, hingga ia meraih ampunan dan rahmat Allah, karena maksiat dapat menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya, sedangkan keta’atan dapat mendekatkan seseorang kepada Allah dan meraih cinta-Nya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

{ إِنَّ اللهَ يُغَارُ وَغَيْرَةُ اللهِ أَنْ يَأْتِيَ اْلَمْرءُ مَا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ }

“Sesungguhnya Allah cemburu dan cemburunya Allah adalah terhadap hamba-Nya yang melakukan hal-hal yang diharamkan-Nya”( Muttafaq ‘alaih).

  • Memperbanyak amal shalih dan ibadah-ibadah yang di sunnahkan, seperti; shalat, jihad, membaca Al quran, dan beramar ma’ruf nahi munkar dan lain-lain, karena sesungguhnya ibadah-ibadah semacam ini dilipatgandakan pahalanya, bahkan amalan-amalan yang biasa lebih utama dan dicintai Allah dari pada amalan yang utama pada waktu yang lain.
  • Disyari’atkan untuk melantunkan takbir di sepanjang malam dan siang hingga shalat Ied (ini dinamakan takbir mutlak), begitu pula takbir muqayyad yaitu takbir yang dilakukan setelah shalat jama’ah fardhu. Bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji, waktu takbir di mulai sejak fajar hari Arafah, sedangkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji, waktunya di mulai dari Zhuhur hari qurban hingga Ashar hari tasyriq yang terakhir.
  • Disyari’atkan pula qurban pada hari raya Iedul-Adha dan hari-hari tasyriq. Sunnah ini sejak nabi Ibrahim ‘alaihissalam, di saat Allah menebus Ismail ‘alaihissalam (putera Ibrahim) dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Terdapat dalam hadits shahih bahwa Rasulullah r berqurban dengan dua ekor kambing yang gemuk, beliau menyembelihnya dengan tangan sendiri, dengan cara: membaca bismillah dan bertakbir seraya meletakkan kakinya pada kedua leher kambing. (Muttafaq ‘alaihi ).

  • Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi saw bersabda, “Bila kalian melihat hilal (bulan sabit) Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkorban maka hendaknya ia tidak memotong rambut dan kukunya”. Dan dalam riwayat yang lain dijelaskan,” Maka janganlah ia mengambil rambut dan kukunya hingga ia menyembelih qurbannya”.

Barang kali hal tersebut diserupakan dengan seseorang yang menggiring sembelihannya, Allah ta’ala berfirman:

{ وَلاَ تَحْلِقُواْ رُؤُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُِ} (196) سورة البقرة

“Dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya”. (QS. Al Baqarah: 196).

Teks larangan di atas khusus untuk pemilik hadyu (hewan sembelihan yang dibawa dari negri seseorang yang melakukan haji) tidak termasuk istri dan anak, kecuali jika salah satu dari mereka memiliki kurban khusus, dan tidak mengapa membasuh kepala dan menggaruknya meskipun hal itu menyebabkan beberapa helai rambut tercabut.

  • Hendaknya seorang muslim bersungguh-sungguh melaksanakan shalat Ied, mendengarkan khutbah, mendapat pencerahan ilmu, dan mengetahui hikmah disyari’atkannya shalat Ied, yaitu: hari untuk menggemakan kesyukuran dan beramal kebajikan.

Bukan menodai hari ini dengan kebanggaan dan kesombongan, serta tidak menghabiskan waktu untuk hura-hura dan terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan, semisal; dansa, ke diskotik, mabuk-mabukan dan lain sebagainya yang akan menghapuskan segala pahala amal shaleh di sepuluh hari Dzulhijjah.

  • Akhirnya hendaknya setiap muslim dan muslimah memanfaatkan semaksimal mungkin hari-hari ini untuk ketaatan kepada Allah, dzikir dan syukur kepada-Nya serta memenuhi semua kewajiban dan menjauhi setiap larangan begitu pula meraih karunia-karunia Allah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Dan hanya Allah pemberi taufiq dan hidayah kejalan yang lurus, mudah-mudahan Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kesejahteraan-Nya kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

izin cetak No: 1218/5 tanggal 1/1/1409 H.
Diterbitkan oleh Biro Percetakan Dirjen Penelitian Fatwa, Dakwah dan Bimbingan.
Di tulis oleh hamba yang membutuhkan ampunan Rabbnya:
Abdullah Bin Abdurrahman Al-Jibrin.
(Anggota Badan Fatwa)

Keutamaan Orang Mukmin

Rasulullah saw bersabda,

” Sungguh menakjubkan perilaku orang mukmin. Semua keadaan adalah baik baginya. Jika memperoleh kesenangan dia bersyukur; dan yang demikian itu adalah baik baginya; dan jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Jujur


Dari Ibnu Mas’ud ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : 
“Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta .” (HR. Bukhari dan Muslim)

Empat Waktu yang Berharga, Jangan Disiakan

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu mengalamai kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan mengamalkan amal2 sholeh, mengajak pada kebenaran dan mengajak pada kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr : 1-3)

Ada empat waktu dalam sehari yang sangat berharga selain lima waktu sholat. Yang pertama ialah waktu antara maghrib dan isya’. Waktu sekitar satu jam seperempat ini, menurut Habib Jindan tidak boleh dihabiskan untuk nonton kuis, gosip atau sinetron.

“Matikan TV dan lakukan empat amalan ini, sholat sunnah, membaca Al-quran, zikir atau hadir di majelis ilmu,” ujarnya.

Kedua, waktu sebelum subuh, meski hanya 15 menit sebelumnya, harus sudah bangun untuk melaksanakan sholat sunnah, walau hanya dua rakaat. Bahkan Habib Jindan mengenang, sewaktu ia kecil ia selalu dibangunkan orang tua sekaligus gurunya. Anak-anak usia 3-4 tahun pun dibangunkan, mereka memang bermain dan tidak sholat.

“Tapi yang terpenting ketika rahmat dan karunia Allah turun di waktu fajar, mereka tidak tidur,” ujarnya.

Waktu yang ketiga, adalah sehabis sholat shubuh sampai terbit matahari. Ini adalah waktu untuk zikir, mengaji atau belajar. Bukan untuk tidur atau kegiatan sia-sia lainnya.

“Barang siapa yang melakukan ini, Ia akan mendapatkan pahala haji dari Allah yang sempurna dan memperoleh rizki lebih cepat, dari orang yang shubuh-shubuh sudah bekerja,” ujarnya.

Terakhir, waktu yang harus dipelihara adalah saat-saat sebelum maghrib, gunakan waktu ini untuk duduk beristighfar, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah untuk berzikir pagi dan sore.

“Sayangnya, saat ini kita lebih banyak dibodohi oleh pemikiran asing dan buaian media, sehingga menyia-nyiakan keempat waktu tersebut,” ujarnya.

Disadur dari : http://ahlussunnahwaljamaah.wordpress.com/

(dengan sedikit perubahan)

Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.4)

Fasal: Hal-Hal yang Dapat Menguatkan Hafalan dan yang Melemahkannya

  • Hal-hal yang dapat menguatkan hafalan antara lain: tekun belajar, mengurangi makan, sholat malam, dan membaca Alquran.
  • Membaca Alquran yang baik adalah dengan melihat mushaf.
  • Perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
  • Kuat hafalan adalah karunia dari Allah, dan karunia Allah tidak akan diberikan kepada orang yang maksiyat.
  • Hal-hal yang dapat merusak hafalan antara lain: banyak berbuat maksiat, banyak dosa, banyak berpikir susah, terlalu memikirkan harta, dan terlalu banyak kerja.
  • Orang yang cemas dengan urusan dunia biasanya karena hatinya gelap. Dan orang yang senantiasa memikirkan urusan akhirat hatinya bercahaya. Dan itu terlihat dari sholatnya.
  • Sholat dengan khusyuk dan menyibukkan diri dengan mencari ilmu dapat menghilangkan penderitaan dan kesusahan.

Fasal: Hal-Hal yang Dapat Mempermudah Datangnya Rezeki dan yang Menghambatnya

  • Hanya doa yang bisa menolak takdir.
  • Terhalang rezeki lantaran dosa yang dikerjakannya. Terlebih dosa dari dusta karena dusta dapat menyebabkan kefakiran.
  • Tidur di pagi hari bisa menyebabkan fakir harta juga fakir ilmu.
  • Termasuk rugi bila malam dibiarkan lewat begitu saja tanpa guna, karena malam juga termasuk dari umur yang dijatah.
  • Hal-hal lain yang dapat menghalangi rezeki ialah: tidur dengan telanjang, kencing telanjang, makan dalam keadaan junub, tidur di atas lambung, membiarkan makanan yang terjatuh, membakar kulit bawang merah dan bawang putih, menyapu rumah dengan sapu tangan, menyapu rumah pada malam hari, membiarkan sampah di dalam rumah, berjalan di muka orang tua, memanggil orang tua dengan nama keduanya, membersihkan gigi dengan sembarang kayu, membersihkan tangan dengan debu, duduk di muka pintu, bersandar di daun pintu, berwudu di tempat beristirahat, menambal baju yang sedang dikenakan, membersihkan badan dengan baju, membiarkan sarang laba-laba di dalam rumah,  meremehkan sholat.
  • Hal-hal yang bisa menyebabkan kefakiran antara lain: tergesa keluar dari masjid ba’da subuh, terlalu pagi pergi ke pasar dan pulang paling akhir, membeli roti dari pengemis, mendoakan dengan doa yang buruk untuk anak, tidak menutup wadah, meniup lampu, menulis dengan pulpen yang diikat, menyisir rambut dengan sisir yang patah, tidak mau mendoakan orang tua, mengenakan surban dengan duduk, mengenakan celana dengan berdiri, kikir dan pelit, terlalu hemat, menunda atau meremehkan segala urusan.
  • Rasulullah Saw bersabda: “Memohonlah kalian turunnya rezeki dengan bersedekah”.
  • Adapun hal-hal yang bisa mendatangkan rezeki antara lain: bangun pagi sekali, menulis dengan tulisan yang indah, bermuka ceria, dan berbicara dengan perkataan yang baik.
  • Hal lainnya: mencuci pakaian, menyapu halaman, sholat dengan khusyuk, sholat dhuha, membaca surah waqiah, almulk, allail, muzammil, alam nasyrah, di waktu malam, datang ke masjid sebelum azan dikumandangkan, mendawamkan wudhu, sholat sunah fajar dan witir di rumah, dll.
  • Jangan membicarakan hal-hal duniawi setelah sholat witir.
  • Jangan banyak bergaul dengan perempuan, terkecuali ada hajat.
  • Jangan membicarakan hal hal yang tidak bermanfaat.
  • Siapa yang mengerjakan hal tidak berguna berarti ia telah kehilangan hal yang berguna.
  • sayyidina Ali bin Abi Thalib kwh berkata: siapa yang sempurna akalnya niscaya sedikit bicaranya.
  • Berbicara itu hiasan sedangkan diam itu keselamatan.
  • Jangan banyak berbicara, bicaralah seperlunya saja.
  • Memang mungkin kita akan menyesal bila diam tapi itu tidak seberapa dengan menyesal karena bicara.
  • Salah satu amalan murah rezeki adalah bacaan: “subhanAllah al azhim subhanAllah wa bihamdih astagfirulloh wa atubu ilaih”; dibaca setelah terbit fajar hingga menjelang sholat subuh.
  • “La ilaha illAllah al malikul haqqul mubin”; sebanyak seratus kali dibaca setiap pagi dan sore.
  • Setiap fajar dan sehabis sholat bacalah “Alhamdulillah wa subhanAllah wa la ilaha illAllah”; sebanyak 33 kali.
  • Perbanyaklah membaca sholawat.
  • Perbanyaklah membaca “la haula wala quwwata illa billah al ‘aliyil ‘azhim”
  • Bacalah doa: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dari yang haram, dan cukupkanlah pula aku dengan karunia-Mu dari menghajatkan kepada selain-Mu”. Dibaca sebanyak tujuh puluh kali.
  • Pujian-pujian sebagai berikut: “antAllah al aziz al alhakim antAllah ala malikull quddus antAllah alhalimul karim”.

Ringkasan TA’LIMUL-MUTA’ALLIM – Syeikh Ibrahim bin Isma’il al-Zarnuji (bag.3)

Fasal: Waktu-Waktu Baik Buat Belajar

  • Janganlah menyibukkan diri kecuali dalam menuntut ilmu.
  • Para ulama bahkan ada yang pernah tidak nyenyak selama empat puluh tahun.
  • Masa muda harus digunakan untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya.
  • Waktu yang paling baik untuk belajar adalah menjelang waktu subuh dan antara maghrib dan isya.
  • Penuntut ilmu harus mempergunakan seluruh waktunya hanya untuk belajar.
  • Andai jika timbul rasa jemu pada sebuah pelajaran hendaknya beralih kepada pelajaran yang lain.

Fasal: Saling Mengasihi dan Menasehati

  • Orang berilmu harus saling menghormati dan menyayangi sesama dan tidak iri dengki.
  • Anak seorang alim menjadi alim pula berkat ia mengajar anak-anak orang lain terlebih dahulu daripada anaknya sendiri.
  • Jangan suka berdebat karena hal itu menyiakan waktu.
  • Biarkanlah orang yang berlaku jahat padamu, cukuplah apa yang ia lakukan menjadi balasan kejahatannya.
  • Bila kau ingin musuhmu mati karena sedih hati atau bertambah gelisah, maka tambahlah ilmumu sehingga ia akan semakin bertambah menderita batin.
  • Kamu harus sibuk melakukan kebaikan dan hindarilah permusuhan. Karena bila kebaikan semakin tampak pada dirimu, keganasan musuh pun akan lenyap.
  • Karena permusuhan hanya akan membuatmu terpojok dan membuang waktumu.
  • Hindarilah permusuhan terlebih kepada orang yang bodoh.
  • Jangan suka berprasangka buruk dengan orang lain karena itu sumber permusuhan.
  • Jika perbuatan seseorang buruk berarti dugaannya pun buruk.
  • Tambahlah kebaikan kepada orang lain sekalipun ia berbuat buruk kepadamu. Karena kelak kamu akan terlindung dari tipu dayanya dan dia akan tertimpa apa yang telah ia lakukan.
  • Jika kamu ditipu orang jangan balas dengan menipunya.
  • Biasanya bagi orang pandai itu ada musuh dari orang orang bodoh yang sengaja mempersulitnya. Orang orang bodoh tadi memang ingin menzaliminya saja tapi sebaiknya ia tidak menghiraukannya dan membalasnya.

Fasal: Mencari Tambahan Ilmu Pengetahuan 

  • Penuntut ilmu harus menambah ilmu setiap harinya agar mendapat kemuliaan.
  • Jangan lupa untuk membawa buku dan alat tulis guna menulis ilmu yang bermanfaat yang ia temukan.
  • Menghafal sebaik-baik yang didengarkan. Mengatakan sebaik-baik yang dihafal.
  • Hafallah pelajaran sedikit demi sedikit setiap harinya. Karena sesuatu yang banyak dimulai dari yang sedikit.
  • Malam itu terlalu panjang jangan kamu habiskan untuk tidur. Siang hari itu terang benderang jangan kau redupkan dengan dosa dosamu.
  • Penuntut ilmu harus memanfaatkan benar waktu selama bersama ulama. Gunakan untuk menimba pengetahuan dari mereka. Karena kalau sampai ia telah berlalu maka kesempatan itu tidak akan datang lagi.
  • Kehinaan dan kerugian akibat dari tidak menghiraukan ilmu Allah pada ulama. Maka berlindunglah kepada Allah siang dan malam.
  • Para penuntut ilmu itu harus tahan menanggung penderitaan dan kehinaan ketika menuntut ilmu.
  • Menuntut ilmu itu tidak bisa dipisahkan dari guru dan teman teman belajar.
  • Kamu tidak akan memperoleh kemuliaan selama kamu tidak menghinakan dirimu sendiri dengan menuntut ilmu yang penuh penderitaan.

Fasal: Wara’

  • Bersikaplah wara’ (menjaga dari hal hal yang tidak jelas halalnya).
  • Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang tidak berlaku wara’ ketika belajar ilmu maka dia akan diuji oleh Allah dengan salah satu dari tiga hal; mati muda, tinggal bersama-sama orang yang bodoh, atau diuji menjadi pelayan pemerintah.
  • Termasuk sifat wara’ adalah menghindari rasa kenyang perut, banyak tidur, dan banyak bicara yang tidak berguna.
  • Jangan suka makan makanan di pasar karena ia kurang berkahnya lantaran orang miskin menginginkannya namun tidak bisa membelinya.
  • Para ulama salaf diberi keluasan ilmu berkah dari bersikap wara’.
  • Jauhilah menggunjing dan berkumpul dengan orang yang banyak bicara.
  • Orang yang banyak bicara telah mencuri umurmu dan membuang waktumu.
  • Termasuk sifat wara’ lagi adalah: menyingkir dari orang yang suka berbuat kerusakan dan maksiat, dari orang yang suka menganggur. Karena kita bisa terpengaruh.
  • Hadaplah kiblat ketika belajar.
  • Jangan pernah meremehkan hal-hal adab sopan santun dan hal hal yang disunnahkan.
  • Orang yang terbiasa meremehkan akhlak bisa meremehkan hal-hal yang sunnah dan itu bisa membawa kepada meremehkan hal-hal yang wajib. Sedangkan meremehkan ibadah wajib tentu terhalang dari perkara-perkara akhirat.
  • Seorang Penuntut ilmu harus memperbanyak salat dan khusyuk di dalamnya. Karena itu membantu memperoleh ilmu dan dalam belajar.
  • Jagalah perintah dan larangan Alloh, kerjakanlah salat, tuntutlah ilmu agama, dan giatlah dalam memohon pertolongan melalui amalan yang baik, niscaya kamu akan menjadi ahli ilmu agama.
  • Bawalah buku kemana saja untuk dipelajari. Dan catatlah apa yang kau dengar dari gurumu.
Relativinity

because infinity is relative, and therefore i slipped.

The Daily Post

The Art and Craft of Blogging

Muamallat Nuswantara

gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem kerto raharjo - baldatun toyibatun wa robbun ghofur

kacakusam

Tentang Ide yang Hidup Abadi

Aneka Khas Banyuwangi

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Galuh Dewi Lestari

Everything about me and you ^^

Indarto Matnur

Try to be Nice Person

adprakoso

Share knowledge, More knowledge

Deanmu goes blogging

Welcome to my little notes friend

Media Islam - MMN Press

Berita Dunia Islam, Kajian Ilmiah dan Info Terkini

Husain

Merasakan Rasa, Memaknai Makna

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ustadmukhlis's Blog

Selamat Datang

Muhammad Assad

Entrepreneur | Author | Speaker | Trainer | Traveler

.. reflection for self-acceleration ..

A Simple Life Note for Self-Reflection

Sirah Muhammad Rasulullah SAW

"Shollu 'Alan Nabiy Muhammad"