Keutamaan Berinteraksi dengan Al-Quran (bag.1)

Allah Taala berfirman, “Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dia menurunkan kitab Al-quran padamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab yang telah lebih dulu daripadanya dan juga menurunkan kitab Taurat dan Injil sebelum (Al-quran diturunkan, Taurat dan Injil itu) menjadi petunjuk bagi manusia. Dan Dia menurunkan Al-Furqan (Al-quran).” (Q.S. Ali Imran 3:24).

Sekedar menyibukkan tangan saya yang sedang nganggur (padahal ga juga), jadi saya iseng nulis artikel ini. Ya, semoga saja ada manfaatnya, insya Allah dunia dan akhirat. Amieen…

Seperti yang kita tahu bersama sebagai seorang muslim, Al-quran itu adalah kitab yang paling mulia, betul?? Maka jangan heran kalau apa-apa yang berhubungan dengan Al-quran selalu bertebar dengan kemuliaan, termasuk berinteraksi dengannya. Subhaanallaah.

Sekarang, saya mau share nih, bagaimana atau apa saja sih bentuk interaksi kita dengan Al-quran?

Pertama, adalah membacanya, atau kita sebut tilawatun. Membaca Al-quran ini sangat besar pahalanya. Inget ga hadits Nabi saw yang bunyinya gini:

” Bacalah Al-quran, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai (pemberi) syafaat bagi pembacanya (penghafalnya). (HR. Muslim)”

Lumayan tuh, di saat dunia gelap gulita, di saat semua hancur luluh lantak, di saat para manusia tidak tahu harus berbuat apa, di saat tidak ada lagi pertolongan selain pertolongan Allah. Al-quran datang sebagai cahaya, menyelamatkan para ashabnya (para pembaca n penghafal) dari hari kiamat yang amat mengerikan itu. Subhaanallaah.

Sabda Nabi saw juga: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-quran maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)

“Orang yang membaca Al-quran dan ia mahir dalam membacanya maka ia dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-quran dan ia masih terbata-bata dan merasa berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih)

Kedua, adalah menghafalnya atau tahfizhun. Nabi saw bersabda mengenai menghafal Al-quran ini:

“Sesungguhnya orang yang tidak ada sedikitpun al-Qur`an di dalam rongganya, ia seperti rumah yang runtuh.” Nah tuh, rugi sekali kalau kita sama sekali tidak memiliki hafalan Al-quran dalam diri kita. Padahal seperti yang disebut dalam hadits, Al-quran itu adalah yang menyangga kita, di saat kita gelisah, galau, jauh dari Allah. Insya Allah tidak sampai jatuh iman kita karena kita sudah menjaga Al-quran dalam diri kita, sehingga Allah menjaga kita.

“Hafizh Quran adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, ‘Siapakah mereka ya Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Para ahli Al-quran. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.'” (HR. Ahmad)

Ketiga, adalah memahaminya atau tafhimun. Wah, tingkatannya sudah agak tinggi nih. Tafhiim di sini maksudnya kita memahami isi Al-quran yang kita baca. Memahami semua kaidah dan nilai-nilai yang tersurat dan tersirat dalam Al-quran, dan asbaabun-nuzulnya. Biasanya sih, kalau tau isi atau makna Al-quran yang kita baca itu apa, pasti tambah asik membacanya. Apalagi juga memahami tata bahasa Arab, wah, mantep dah, ga usah baca artinya pun sudah tau isinya apa.

Tambahan nih, yang ga kalah penting, urgensi memahami Al-quran bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan untuk bekal kita berdakwah, tanpa memahami isi Al-quran, apa yang mau kita dakwahkan? Setuju??

“Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.'” (HR. Al-Hakim)

Nah, karena keterbatasan waktu, mengenai macam interaksi dengan Al-quran yang lain akan dishare pada kesempatan selanjutnya. Oke. Afwan jika ada kurang-kurang. Yang benar datangnya hanya dari Allah. Semoga kita bisa menjadi muslim yang selalu berpegang teguh pada Al-quran, dan bisa mendapat banyak sekali kemuliaan dari interaksi kita dengan Al-quran. Amieen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s